MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Minggu, Agustus 16, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home Daerah

Syech Muharram: Generasi Muda Jangan Kehilangan Sejarah dan Bahasa Aceh

Ahmad Mufti by Ahmad Mufti
16 Agustus 2026
in Daerah
0

Bupati Aceh Besar H. Muharram Idris bersama Wakil Bupati Drs Syukri A Jalil dan Forkopimda mengikuti prosesi ziarah makam Pahlawan Nasional Teuku Nyak Arief di Aceh Besar, Minggu (16/8/2026). Foto: MC Aceh Besar

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Bupati Aceh Besar H. Muharram Idris atau Syech Muharram mengingatkan generasi muda agar tidak kehilangan sejarah dan identitas budaya Aceh di tengah derasnya arus modernisasi dan digitalisasi.

Pesan itu disampaikan Syech Muharram saat memimpin ziarah dan tabur bunga di Makam Pahlawan Nasional Teuku Nyak Arief, Gampong Lamreung, Kecamatan Krueng Barona Jaya, Aceh Besar, Minggu (16/8/2026), menjelang HUT ke-81 Kemerdekaan RI.

RelatedPosts

Rapat Forkopimda Aceh Bahas Dinamika Kerusuhan pada Hari Damai Aceh

Forkopimda Aceh Sepakat Minta Kepastian Hukum Bendera Bulan Bintang ke Mendagri

35 Paskibra Bireuen Dikukuhkan

Menurut Syech Muharram, semakin jauhnya generasi muda dari sejarah perjuangan Aceh menjadi persoalan yang harus mendapat perhatian. Sejarah, kata dia, bukan sekadar cerita masa lalu, tetapi bagian penting dalam membentuk identitas dan karakter sebuah bangsa.

“Memang di era modernisasi ini, di era digitalisasi ini, anak-anak muda sekarang tidak lagi memahami tentang sejarahnya. Jadi itu sangat disayangkan karena sejarah itu membuktikan sebuah bangsa,” kata Syech Muharram.

Ia menilai perjuangan para tokoh seperti Teuku Nyak Arief, Teungku Chik di Tiro, Cut Nyak Dhien dan Cut Meutia perlu terus dikenalkan kepada generasi penerus. Menurutnya, masih banyak pejuang Aceh yang memiliki jasa besar tetapi belum banyak diketahui masyarakat.

“Dengan mengetahui sejarah berarti membuktikan sebuah bangsa yang besar. Tapi kalau orang yang melupakan sejarah berarti itu menjadi bangsa yang kecil, bangsa yang kerdil,” ujarnya.

Karena itu, ia meminta sejarah dan budaya Aceh kembali diperkuat dalam pembelajaran generasi muda, mulai dari tingkat sekolah dasar hingga perguruan tinggi.

Selain sejarah, Syech Muharram juga menyoroti penggunaan bahasa Aceh yang semakin berkurang di kalangan generasi muda. Ia khawatir bahasa daerah tersebut akan semakin ditinggalkan jika tidak diwariskan kepada generasi berikutnya.

“Bahasa Aceh hari ini hampir punah di bumi Aceh. Jadi kalau kita tidak mewarisi kembali kepada anak cucu kita, maka bahasa itu akan hilang,” tegasnya.

Menurutnya, kemajuan teknologi harus berjalan seiring dengan upaya menjaga identitas daerah. Generasi muda perlu menguasai perkembangan zaman tanpa melupakan sejarah, bahasa dan budaya yang menjadi jati diri Aceh.

Dalam ziarah tersebut, Syech Muharram didampingi Wakil Bupati Aceh Besar H. Syukri A. Jalil, unsur Forkopimda, Staf Ahli Bupati, Asisten Sekdakab, kepala OPD dan para camat di lingkungan Pemkab Aceh Besar.

Syech Muharram mengatakan ziarah makam pahlawan bukan sekadar agenda tahunan, tetapi momentum untuk mengenang pengorbanan para pejuang sekaligus mengingatkan generasi penerus tentang tanggung jawab mengisi kemerdekaan.

“Jadi kita perlu melakukan ini karena beliau-beliau para pejuang dulu itu, para pahlawan yang hari ini dikenang itu mereka punya kontribusi besar bagi bangsa,” katanya.

Ia juga menyerahkan bingkisan kepada ahli waris Teuku Nyak Arief sebagai bentuk kepedulian Pemkab Aceh Besar terhadap keluarga para pejuang.

Syech Muharram mengajak generasi muda meneruskan perjuangan para pahlawan melalui kegiatan positif yang memberi manfaat bagi masyarakat dan memperkuat persatuan.

“Sebagai generasi penerus bangsa, kita semua memiliki tanggung jawab besar melanjutkan perjuangan para pahlawan. Mari kita isi kemerdekaan dengan hal-hal positif yang membawa manfaat bagi masyarakat dan memperkuat persatuan,” pungkasnya.

Tags: Bahasa AcehBupati Aceh BesarGenerasi MudaHUT RI 81Pahlawan AcehPemerintah Aceh BesarSejarah AcehSyech MuharramTeuku Nyak Arief
Previous Post

Forkopimda Aceh Sepakat Minta Kepastian Hukum Bendera Bulan Bintang ke Mendagri

Next Post

Rapat Forkopimda Aceh Bahas Dinamika Kerusuhan pada Hari Damai Aceh

Related Posts

2.500 Jembatan Garuda dan 3.000 Titik Air Bersih akan di Bangun, Begini Harapan Aceh Besar

by Aininadhirah
15 Agustus 2026
0

MASAKINI.CO – Rencana pembangunan 2.500 Jembatan Garuda dan 3.000 titik air bersih mendapat sambutan dari Pemerintah Kabupaten Aceh Besar. Program...

Kuta Baro Disiapkan Jadi Tuan Rumah MTQ Aceh Besar ke-XXXV 2026

by Redaksi
13 Agustus 2026
0

MASAKINI.CO – Pemerintah Kabupaten Aceh Besar mulai mematangkan persiapan pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Kabupaten Aceh Besar ke-XXXV Tahun 2026....

Bahasa Aceh Terancam Tergerus, Pemerintah Perkuat Pelestarian

by Ahmad Mufti
12 Agustus 2026
0

MASAKINI.CO – Pemerintah Aceh memperkuat upaya pelestarian Bahasa Aceh, Aksara Aceh, dan Sastra Aceh di tengah menurunnya penggunaan bahasa lokal,...

Next Post

Rapat Forkopimda Aceh Bahas Dinamika Kerusuhan pada Hari Damai Aceh

Discussion about this post

CERITA

Dari Banda Aceh ke Pelosok Papua, Reza Mencari Potensi yang Tersembunyi di Teluk Wondama

12 Agustus 2026

Sepuluh Tahun Menjaga Tradisi Merah Putih, Kisah Safura Merawat Rezeki dari Lapak Bendera

4 Agustus 2026

Liberika Tangse, Kopi Langka Beraroma Nangka

20 Juli 2026

Dari Lhoknga, Anyaman Bambu Menganyam Jalan ke Pasar Dunia

19 Juli 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co