MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Selasa, Oktober 13, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home News

Mahasiswa Poltekpel Malahayati Meninggal Setelah Demam Tinggi, Penyebabnya Masih Didalami

Riska Zulfira by Riska Zulfira
28 September 2026
in News
0

Kepolisian Banda Aceh mendatangi IGD RSUDZA | Foto: Polresta Banda Aceh

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Muhammad Rasya Fadilla (18), mahasiswa Politeknik Pelayaran (Poltekpel) Malahayati Aceh, meninggal dunia setelah mengalami demam tinggi dan muncul ruam kemerahan di tubuhnya. Penyebab pasti kematian mahasiswa asal Kota Lhokseumawe itu masih menunggu hasil pemeriksaan forensik.

Rasya yang merupakan mahasiswa D-III Studi Nautika tersebut meninggal di RSUD Zainoel Abidin (RSUDZA) Banda Aceh, Minggu (27/9/2026) sekitar pukul 16.14 WIB. Sebelumnya, ia sempat mendapat perawatan di klinik Poltekpel Malahayati Aceh.

RelatedPosts

Hari Ini Harga Emas Kompak Turun

Sungai Krueng Jambo Aye Meluap, Rumah Warga di Aceh Utara Terendam Banjir

Gelombang Laut hingga 4 Meter Ancam Perairan Selatan Simeulue

Kapolresta Banda Aceh Kombes Pol Teguh Priyambodo Nugroho melalui Kasatreskrim Kompol Miftahuda Dizha Fezuono mengatakan polisi telah melakukan penyelidikan awal dengan mendatangi lingkungan Poltekpel Malahayati Aceh di Kecamatan Mesjid Raya, Aceh Besar, dan RSUDZA.

“Berdasarkan keterangan awal, korban sebelumnya mengalami demam dan nyeri tenggorokan, kemudian menjalani perawatan di klinik Poltekpel Malahayati Aceh sebelum dirujuk ke RSUDZA,” kata Dizha, Senin (28/9/2026).

Rasya pertama kali menjalani pemeriksaan di Poliklinik Poltekpel Malahayati Aceh pada Sabtu (26/9/2026) sekitar pukul 16.21 WIB. Saat itu, suhu tubuhnya mencapai 39,7 derajat Celsius, dengan tekanan darah 131/74 mmHg dan denyut nadi 104 kali per menit.

Setelah mendapat penanganan medis, termasuk pemasangan infus dan pemberian obat, kondisi korban kembali dipantau.

Namun, pada Minggu sekitar pukul 10.17 WIB, muncul ruam kemerahan di tubuhnya. Ruam tersebut kemudian semakin banyak setelah dilakukan observasi.

Sekitar pukul 12.13 WIB, korban dirujuk ke RSUDZA dengan didampingi tim medis Poltekpel Malahayati Aceh. Setelah mendapat penanganan di rumah sakit, korban dinyatakan meninggal dunia sekitar empat jam kemudian.

Hasil Forensik Masih Ditunggu

Polisi kemudian berkoordinasi dengan dokter forensik RSUDZA untuk mengetahui penyebab kematian korban.

Jenazah telah menjalani pemeriksaan luar melalui visum et repertum dan CT scan. Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk melihat kondisi tubuh korban, termasuk adanya memar atau ruam kemerahan.

Namun, autopsi tidak dilakukan karena keluarga tidak memberikan izin.

Kasatreskrim menyebut dokter forensik RSUDZA, dr Taufik, memberikan dugaan sementara bahwa korban meninggal karena sakit. Meski demikian, dugaan tersebut belum menjadi kesimpulan akhir.

“Penyebab pasti kematian korban masih menunggu hasil pemeriksaan medis dan forensik,” ujar Dizha.

Hasil CT scan diperkirakan diketahui pada Senin (28/9/2026), sedangkan hasil visum et repertum diperkirakan keluar sekitar tujuh hari.

Polisi juga masih mendalami rangkaian kejadian sebelum korban meninggal. Penyidik akan berkoordinasi dengan RSUDZA terkait hasil pemeriksaan forensik dan meminta keterangan dari pihak Poltekpel Malahayati Aceh serta saksi yang mengetahui kondisi korban.

“Penyelidikan tersebut dilakukan untuk melengkapi keterangan dan memastikan rangkaian peristiwa sebelum korban meninggal dunia,” kata Dizha.

Setelah pemeriksaan awal selesai, jenazah Rasya diserahkan kepada keluarga untuk dibawa ke Kota Lhokseumawe dan dimakamkan.

Tags: Aceh BesarMahasiswa Poltekpel MalahayatiMuhammad Rasya FadillaPemeriksaan ForensikRSUDZA
Previous Post

Polisi Amankan Dua Terduga Pencuri Meteran Air di Banda Aceh, Mengaku Beraksi di 13 TKP

Next Post

Aceh Bersiap Masuki Musim Hujan, Pemprov Perkuat Sinergi dengan BMKG

Related Posts

Geulayang Tunang Kembali Semarak di Aceh Besar, Tradisi Pascapanen yang Terus Dijaga

by Riska Zulfira
13 Oktober 2026
0

MASAKINI.CO – Layang-layang kembali menghiasi langit Gampong Reuleung Geulumpang, Kecamatan Kuta Malaka, Aceh Besar, Senin (12/10/2026). Puluhan peserta dari berbagai...

Radar BMKG di Aceh Jangkau 150 Kilometer, Bantu Pantau Laut dan Dukung Deteksi Tsunami

by Riska Zulfira
12 Oktober 2026
0

MASAKINI.CO – BMKG kini memperkuat pemantauan kondisi laut di perairan utara Aceh dengan teknologi High Frequency (HF) Radar Array yang mampu...

Polisi Tangkap Residivis Pencurian Kos Mahasiswi di Aceh Besar

by Redaksi
12 Oktober 2026
0

MASAKINI.CO – Polisi menangkap seorang pria berinisial HK (40), terduga pelaku pencurian di kamar kos seorang mahasiswi di Gampong Rukoh,...

Next Post

Aceh Bersiap Masuki Musim Hujan, Pemprov Perkuat Sinergi dengan BMKG

Harga Emas Perhiasan Hari Ini Stabil, Antam Turun Rp15 Ribu

Discussion about this post

CERITA

PFI Malang Rekam Cerita di Balik Pangan Lewat Pameran Foto

25 September 2026

Dari Teras Rumah, Nova Mengubah Hobi Memotret Makanan Jadi Profesi

16 September 2026

Jumadin Bawa Kupiah Meukeutop Aceh Menatap Pasar Dunia

25 Agustus 2026

Dari Banda Aceh ke Pelosok Papua, Reza Mencari Potensi yang Tersembunyi di Teluk Wondama

12 Agustus 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co