MASAKINI.CO – Sapi Aceh memiliki keunggulan dalam beradaptasi dengan kondisi pakan. Kemampuan tersebut membuat sapi lokal ini tetap mampu tumbuh meski kualitas pakan yang tersedia tidak selalu optimal.
Kepala Balai Pembibitan Ternak Unggul dan Hijauan Pakan Ternak (BPTU-HPT) Indrapuri, Dayat, mengatakan kemampuan adaptasi menjadi salah satu karakter Sapi Aceh yang terus dikembangkan untuk mendukung peternakan.
Menurutnya, kemampuan tersebut penting bagi peternak karena ketersediaan dan kualitas pakan dapat berubah, terutama saat memasuki musim kemarau.
“Indrapuri berada di wilayah zona musim 5. Musim hujan di kawasan tersebut berlangsung sekitar Oktober hingga Desember, sedangkan setelahnya memasuki musim kemarau. Namun setelah itu padang penggembalaan di sini masih terlihat hijau,” kata Dayat, Kamis (1/10/2026).
Selain menghasilkan bibit Sapi Aceh bersertifikat, BPTU-HPT Indrapuri juga mengembangkan pemanfaatan kotoran ternak menjadi pupuk organik.
Pengolahan tersebut dilakukan agar kotoran ternak tidak hanya menjadi limbah, tetapi dapat dimanfaatkan kembali menjadi produk yang berguna. Dayat menyebut pengelolaan tersebut telah mendapatkan izin resmi.
“Dan kami juga sudah mendapatkan izin resmi terkait pengelolaannya,” ujarnya.
Sapi Aceh Disilangkan dengan Wagyu hingga Belgian Blue
Keunggulan Sapi Aceh juga menjadi bagian dari penelitian persilangan dengan sejumlah sapi eksotik. BPTU-HPT Indrapuri telah mengembangkan persilangan Sapi Aceh dengan Wagyu dan Belgian Blue.
Dayat mengatakan, berdasarkan pengembangan yang dilakukan, sapi hasil persilangan tersebut dapat lahir secara normal.
“Alhamdulillah, salah satu keunggulan Sapi Aceh itu bisa lahir secara normal, tidak perlu caesar,” ujarnya.
BPTU-HPT Indrapuri kini juga menyiapkan sekitar 30 ekor Sapi Aceh untuk dikembangkan dalam program persilangan dengan jenis sapi lain, seperti Limousin dan Simmental.
Pengembangan tersebut diharapkan memberi pilihan bagi peternak dalam mengembangkan ternaknya, tanpa mengabaikan kemampuan adaptasi yang menjadi salah satu karakter Sapi Aceh.
Dayat mengatakan masyarakat juga dapat melihat secara langsung pengembangan Sapi Aceh dan hasil persilangannya di BPTU-HPT Indrapuri.
Menurutnya, Sapi Aceh memiliki potensi untuk terus dikembangkan, baik sebagai sapi lokal maupun melalui persilangan dengan jenis sapi lainnya.









Discussion about this post