MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Selasa, Oktober 6, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home Headline

40 Mahasiswa SKI UIN Ar-Raniry Belajar Rawat Makam Kuno di Banda Aceh

Redaksi by Redaksi
5 Oktober 2026
in Headline, News
0

Mahasiswa SKI UIN Ar-Raniry Banda Aceh terjun langsung merawat sejumlah cagar budaya di Kota Banda Aceh, Minggu (4/10/2026) mengikuti program “Survei dan Pemeliharaan Cagar Budaya di Kota Banda Aceh” yang digelar Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah I Aceh | Foto: Dok untuk masakini.co

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Sebanyak 40 mahasiswa Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) UIN Ar-Raniry Banda Aceh belajar langsung merawat makam kuno yang menjadi bagian dari cagar budaya di Kota Banda Aceh.

Mereka terlibat dalam kegiatan “Survei dan Pemeliharaan Cagar Budaya di Kota Banda Aceh” yang digelar Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah I Aceh pada 4-5 Oktober 2026.

RelatedPosts

Kasus Dugaan Penganiayaan Pelajar SMA 3 Banda Aceh Naik ke Penyidikan

Inflasi Aceh September 0,36 Persen, Cabai Merah Jadi Salah Satu Pemicu

NTP Aceh Naik 0,90 Persen pada September, Harga Kopi hingga Sawit Jadi Pendorong

Mahasiswa dibagi ke empat lokasi, yakni Makam Syahbandar Mukhtabar Khan di Gampong Jawa, Makam Raja Reubah di Gampong Lamlagang, Makam Tuan Maqdum atau Sayed Muhammad Ibnu Sayed Al Kadir di Gampong Bitai, serta Makam Jeurat Manyang di Gampong Blang Cut dengan didampingi empat dosen, yaitu Prof. Inayatillah, Marduati, M.A., Ph.D., Dra. Munawiah, M.Hum., Ph.D., dan Asmanidar, M.A.

Kegiatan ini menjadi pengalaman baru bagi sebagian mahasiswa karena mereka untuk pertama kalinya berhadapan langsung dengan objek cagar budaya. Di lokasi, mereka mendapat penjelasan tentang bentuk jirat, batu nisan, ukiran, serta cara membersihkan benda bersejarah tanpa merusaknya.

Dosen SKI UIN Ar-Raniry, Marduati, mengatakan perawatan makam berusia ratusan tahun membutuhkan teknik dan kehati-hatian. Batu nisan tidak bisa diperlakukan seperti benda biasa karena ukiran dan bentuknya dapat rusak jika dibersihkan dengan alat yang tidak tepat.

“Prinsipnya, alat pembersih tidak boleh lebih keras daripada benda yang dibersihkan,” ujarnya, Senin (5/10/2026).

Prof. Inayatillah mengatakan makam-makam kuno tersebut merupakan salah satu bukti fisik yang masih bertahan dari masa kejayaan Aceh. Bentuk jirat dan batu nisan memiliki karakter yang berbeda sesuai dengan masa pembuatannya.

Menurutnya, sejumlah ukiran pada jirat dan nisan juga menampilkan motif bunga serta tumbuhan yang dekat dengan kehidupan masyarakat pada masa itu.

Setelah mendapat pembekalan, mahasiswa bersama peserta lainnya membersihkan area makam dan mengangkat lumut yang menempel pada batu nisan. Pembersihan dilakukan menggunakan teknik kering dan basah sesuai kondisi masing-masing objek.

Koordinator Penyelamatan Warisan Budaya BPK Wilayah I Aceh, Sudirman, S.S., M.Hum., mengatakan kegiatan tersebut merupakan konservasi ringan. Meski demikian, prosesnya tetap harus dilakukan secara hati-hati untuk mencegah kerusakan pada objek.

“Kegiatan ini kami batasi jumlah masyarakat yang terlibat, didukung peralatan yang memadai dan pendampingan tenaga ahli,” kata Sudirman.

Ia berharap pengalaman tersebut dapat menjadi bekal bagi mahasiswa untuk ikut menjaga peninggalan sejarah di daerah masing-masing.

“Ketika kembali ke kampung halaman, mereka bisa menerapkan ilmu ini untuk merawat peninggalan sejarah di daerahnya,” ujarnya.

Sudirman menegaskan makam kuno merupakan peninggalan yang tidak dapat dibuat kembali jika rusak atau hilang. Kerusakan pada objek juga dapat menyebabkan hilangnya informasi sejarah yang tersimpan di dalamnya.

Kegiatan tersebut turut melibatkan masyarakat Gampong Jawa. Geuchik Gampong Jawa Misrifun mengikutsertakan 20 warga untuk membantu proses pemeliharaan.

Misrifun berharap kompleks makam di Gampong Jawa mendapat perhatian lebih karena sejumlah batu nisan di lokasi tersebut sudah patah.

“Kami berharap makam ini bisa diperbaiki dan ditata rapi, serta dilengkapi fasilitas pendukung yang dibutuhkan,” katanya.

Tags: Banda AcehCagar Budaya Acehmahasiswa SKIMakam Kunopelestarian sejarahUIN AR RANIRY
Previous Post

Mahasiswa PPG BK USK Uji Layanan Konseling Digital MEURATEB di SMKN 1 Al Mubarkeya

Next Post

Densus 88 Tangkap 12 Tersangka Terorisme di 6 Provinsi, Ada Temuan Latihan Menembak

Related Posts

Gempa Magnitudo 5,9 Guncang Aceh, Tidak Berpotensi Tsunami

by Riska Zulfira
4 Oktober 2026
0

MASAKINI.CO – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,9 mengguncang wilayah Aceh Jaya, pada Minggu (4/10/2026) pagi. Gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan...

Perceraian di Banda Aceh Tembus 300 Perkara, DPRK Ingatkan Pentingnya Ketahanan Keluarga

by Redaksi
3 Oktober 2026
0

MASAKINI.CO – Lebih dari 300 perkara perceraian ditangani Mahkamah Syar’iyah Banda Aceh sepanjang Januari hingga September 2026. Dari jumlah itu,...

Pemko Banda Aceh Matangkan Pembebasan Lahan untuk Pengalihan Jalan di Sekitar RSUDZA

by Redaksi
2 Oktober 2026
0

MASAKINI.CO - Pemerintah Kota Banda Aceh mulai mematangkan proses pembebasan lahan untuk pengalihan Jalan Dr. Syarief Thayeb ke Jalan Seulanga di...

Next Post

Densus 88 Tangkap 12 Tersangka Terorisme di 6 Provinsi, Ada Temuan Latihan Menembak

110 Gempa Tercatat di Aceh Sepanjang September, 5 Dirasakan Warga

Discussion about this post

CERITA

PFI Malang Rekam Cerita di Balik Pangan Lewat Pameran Foto

25 September 2026

Dari Teras Rumah, Nova Mengubah Hobi Memotret Makanan Jadi Profesi

16 September 2026

Jumadin Bawa Kupiah Meukeutop Aceh Menatap Pasar Dunia

25 Agustus 2026

Dari Banda Aceh ke Pelosok Papua, Reza Mencari Potensi yang Tersembunyi di Teluk Wondama

12 Agustus 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co