MASAKINI.CO – Bank Indonesia (BI) mencatat baru 30 persen masyarakat di Aceh yang konsisten menjaga kualitas fisik uang Rupiah. Kondisi ini menjadi salah satu alasan BI Aceh memperkuat edukasi tentang Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah, terutama di kalangan remaja.
Pelaksana Harian (Plh.) Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Aceh, Hertha Bastiawan, menyampaikan hal tersebut dalam kegiatan final dan penutupan Olimpiade Cinta, Bangga, Paham Rupiah Provinsi Aceh 2026.
Berdasarkan Survei Tingkat Kelayakan Uang yang Beredar Semester I 2026, sebanyak 70 persen masyarakat masih belum konsisten menjaga kondisi fisik uang atau memiliki kepedulian yang relatif rendah terhadap kualitas Rupiah.
Tantangan serupa terlihat dari Indeks CBP Rupiah Aceh pada 2025 yang tercatat 76,69 atau masuk kategori baik. Meski demikian, angka tersebut menurun dibandingkan 2024 yang mencapai 79,36. Hasil survei juga menunjukkan indeks kelompok remaja lebih rendah dibandingkan kelompok responden lainnya.
Menurut Hertha, penguatan edukasi kepada remaja penting karena kelompok usia 10–24 tahun di Aceh mencapai sekitar 1,4 juta jiwa atau 25,87 persen dari total penduduk. Kesadaran yang dibangun sejak dini diharapkan membentuk kebiasaan positif dalam memperlakukan Rupiah.
Untuk mendorong kesadaran tersebut, BI Aceh menggelar Olimpiade CBP Rupiah 2026 dengan pendekatan edukasi yang dipadukan dengan kompetisi ant pelajar. Program ini diharapkan dapat menarik minat generasi muda untuk memahami pentingnya merawat Rupiah, mengenali keasliannya, serta menumbuhkan kebanggaan terhadap mata uang negara.
Pada pelaksanaan perdana tahun ini, sebanyak 510 peserta dari 51 sekolah mengikuti seleksi yang mencakup wilayah Banda Aceh, Aceh Besar, Sabang, dan Pidie. Seleksi awal dilakukan secara daring melalui Computer Based Test (CBT).
Dari proses tersebut, 84 peserta dari 32 sekolah berhasil melaju ke babak final tingkat provinsi yang digelar secara luring di Kantor Perwakilan BI Provinsi Aceh. Sebanyak 20 siswa ditetapkan sebagai pemenang, terdiri atas empat peraih medali emas, delapan perak, dan delapan perunggu.
Hertha menyampaikan apresiasi kepada Kantor Wilayah Kementerian Agama Aceh, Dinas Pendidikan Aceh, sekolah, guru, dan para siswa yang mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut. BI Aceh berharap Olimpiade CBP Rupiah dapat menjadi agenda berkelanjutan dengan jangkauan sekolah dan peserta yang lebih luas.
Edukasi mengenai Rupiah, lanjutnya, juga merupakan bagian dari mandat Bank Indonesia sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang dan Peraturan Bank Indonesia Nomor 10 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Uang Rupiah. Edukasi tersebut mencakup informasi mengenai tanda keaslian Rupiah dan uang emisi baru.








Discussion about this post