MASAKINI.CO – Banjir merendam 2.013 unit rumah di 21 gampong di Kota Subulussalam setelah Sungai Lae Souraya dan Sungai Rikit meluap akibat hujan berintensitas tinggi. Hingga laporan terakhir, air belum surut dan pendataan warga terdampak masih berlangsung.
Staf Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), Haslinda, menyampaikan berdasarkan laporan Pusdalops PB BPBD Kota Subulussalam, banjir mulai terjadi pada Sabtu (24/10/2026) sekitar pukul 15.00 WIB.
Luapan kedua sungai tersebut menggenangi permukiman warga di Kecamatan Sultan Daulat dan Kecamatan Rundeng. Selain rumah, banjir juga merendam jalan desa, lahan dan kebun pertanian, sekolah, serta tempat ibadah.
Di Kecamatan Sultan Daulat, tiga gampong terdampak, yakni Jabi-Jabi, Sigrun, dan Namobuaya. Sementara itu, di Kecamatan Rundeng, banjir melanda 18 gampong, yaitu Suak Jampak, Sibungke, Panglima Sahman, Muara Batu-Batu, Pasar Rundeng, Binanga, Oboh, Kuta Beringin, Siperkas, Lae Mate, Belukur Makmur, Lae Pamualan, Sibuasan, Dah, Mandilam, Tualang, Tanah Tumbuh, dan Kuala Kepeng.
Laporan sementara mencatat sebanyak 1.985 KK masih dalam pendataan sebagai warga terdampak. Sebanyak tiga KK dari Gampong Sibuasan dilaporkan mengungsi. Hingga kini, tidak ada korban jiwa yang dilaporkan.
BPBD Kota Subulussalam telah melakukan kajian cepat dan mengerahkan Tim Reaksi Cepat (TRC) ke lokasi untuk mengevaluasi kondisi serta mendata dampak banjir.
Dengan kondisi air yang belum surut, pemantauan dan pendataan masih diperlukan untuk mengetahui perkembangan banjir serta kebutuhan warga di wilayah terdampak.








Discussion about this post