MASAKINI.CO – Inflasi tahunan Kota Banda Aceh turun dari 4,69 persen pada September menjadi 4,34 persen pada Oktober 2026. Pemerintah Kota Banda Aceh terus memperkuat pengendalian harga melalui pasar murah, pasar pangan murah, dan pasar tani untuk menjaga daya beli masyarakat.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Banda Aceh, Jalaluddin, mengatakan pengendalian inflasi menjadi perhatian pemerintah daerah karena berkaitan langsung dengan kemampuan masyarakat memenuhi kebutuhan pokok.
Berdasarkan Berita Resmi Statistik Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Banda Aceh yang dirilis 2 November 2026, inflasi year-on-year (y-on-y) pada Oktober tercatat sebesar 4,34 persen. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan September 2026 yang mencapai 4,69 persen.
Sementara itu, inflasi bulanan atau month-to-month (m-to-m) pada Oktober tercatat 0,01 persen. Adapun inflasi tahun kalender atau year-to-date (y-to-d) mencapai 1,76 persen.
Menurut Jalaluddin, salah satu langkah yang terus dilakukan Pemko Banda Aceh untuk menjaga keterjangkauan harga adalah menggelar pasar murah dan pasar pangan murah di sejumlah kawasan. Kegiatan tersebut menyediakan berbagai kebutuhan pokok, seperti beras, minyak goreng, gula, dan telur dengan harga yang lebih terjangkau.
Selain itu, pemerintah juga memperkuat pelaksanaan Pasar Tani sebagai sarana mempertemukan petani dan konsumen secara langsung. Upaya ini diharapkan dapat membuat distribusi komoditas lebih efisien sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap bahan pangan.
Pengendalian harga juga dilakukan melalui koordinasi dengan Forkopimda, instansi vertikal, distributor, pelaku usaha, serta pemangku kepentingan lainnya. Sinergi tersebut diperlukan untuk menjaga kelancaran distribusi dan ketersediaan pasokan kebutuhan pokok.
Jalaluddin mengatakan Pemko Banda Aceh akan melanjutkan pemantauan harga dan stok komoditas secara berkala, melaksanakan pasar murah secara terukur, memperkuat Pasar Tani, serta mengoptimalkan peran Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID).
Upaya tersebut diarahkan agar gejolak harga dapat diantisipasi dan kebutuhan pokok tetap terjangkau oleh masyarakat.









Discussion about this post