MASAKINI.CO – Produksi beras di Provinsi Aceh sepanjang 2026 diperkirakan mencapai 869,79 ribu ton. Jumlah tersebut turun 60,70 ribu ton atau 6,52 persen dibandingkan produksi pada 2025 yang mencapai 930,49 ribu ton.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Aceh, Agus Andria, mengatakan penurunan produksi beras tersebut sejalan dengan berkurangnya luas panen dan produksi padi di Aceh.
Berdasarkan hasil Kerangka Sampel Area (KSA) amatan September 2026, luas panen padi Aceh diperkirakan mencapai 265,93 ribu hektare. Angka ini menyusut 17,25 ribu hektare atau 6,09 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 283,18 ribu hektare.
Sementara produksi padi dalam bentuk Gabah Kering Giling (GKG) diperkirakan sebesar 1,51 juta ton, turun 105,37 ribu ton atau 6,52 persen dibandingkan produksi 2025 yang mencapai sekitar 1,62 juta ton GKG.
“Produksi padi diperoleh melalui perkalian antara luas panen dan produktivitas dan dinyatakan dalam bentuk gabah kering giling. Kemudian produksi padi (GKG) dikonversi menjadi produksi beras untuk konsumsi pangan penduduk,” kata Agus dalam Rilis Berita Resmi Statistik, Senin (2/11/2026).
BPS mencatat penurunan luas panen terbesar terjadi pada periode Januari-April 2026. Pada periode tersebut, luas panen mencapai 109,01 ribu hektare, berkurang 23,94 ribu hektare atau 18,01 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Penurunan juga terjadi pada periode Mei-Agustus 2026. Luas panen tercatat 53,85 ribu hektare atau berkurang 4,87 ribu hektare dibandingkan periode yang sama pada 2025.
Adapun pada September-Desember 2026, luas panen diperkirakan meningkat 11,56 ribu hektare atau 12,63 persen menjadi 103,08 ribu hektare.
Pola serupa terlihat pada produksi padi. Penurunan terbesar terjadi pada Januari-April 2026, yakni berkurang 157,93 ribu ton GKG atau 21 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Pada Mei-Agustus 2026, produksi padi juga turun 7,15 ribu ton atau 2,18 persen menjadi 320,71 ribu ton GKG. Sebaliknya, produksi pada September-Desember diperkirakan meningkat 59,71 ribu ton atau 11,16 persen menjadi 595,01 ribu ton GKG.
Meski luas panen dan produksi padi diperkirakan meningkat pada empat bulan terakhir 2026, kenaikan tersebut belum mampu menutupi penurunan yang terjadi pada dua periode sebelumnya.
BPS menegaskan, angka luas panen dan produksi padi sepanjang 2026 masih bersifat sementara. Penghitungan tersebut menggunakan data luas panen Januari-September serta potensi luas panen Oktober-Desember berdasarkan hasil KSA amatan September 2026.







Discussion about this post