MASAKINI.CO – Penggunaan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) dalam dunia jurnalistik menjadi perhatian dalam kegiatan Workshop Optimalisasi Penggunaan Artificial Intelligence untuk Kerja Jurnalistik yang berlangsung di dKupi Aceh, Banda Aceh, Sabtu (7/11/2026).
Owner masakini.co, Maimun Saleh, mengatakan AI menawarkan kemudahan dalam proses penulisan maupun penyuntingan naskah.
Meski demikian, tulisan yang dihasilkan teknologi tersebut belum tentu memiliki kedalaman, daya tarik, serta unsur kemanusiaan sebagaimana yang diharapkan pembaca.
“Ada kekhawatiran berita yang ditulis menggunakan AI itu kurang diminati atau tidak ada daya pikatnya bagi pembaca. Penulis tentu ingin beritanya dibaca banyak orang dan mendapatkan respons dari audiens,” ujarnya.
Menurut Maimun, penggunaan AI seharusnya tidak membuat jurnalis meninggalkan kemampuan dasar dalam menulis berita secara mandiri. Teknologi tersebut perlu ditempatkan sebagai alat bantu, bukan pengganti kemampuan manusia dalam menghasilkan karya jurnalistik.
Sementara itu, Ketua Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Wilayah Aceh, Aryos Nivada, turut menegaskan pentingnya bagi jurnalis untuk tetap menguasai teknik penulisan manual dengan menerapkan prinsip dasar jurnalistik, termasuk unsur 5W+1H.
Menurutnya, keterampilan tersebut perlu terus diasah agar kemampuan menulis jurnalis tidak tumpul akibat terlalu mengandalkan teknologi. Ketergantungan sepenuhnya terhadap AI juga dikhawatirkan dapat menghilangkan kapasitas dan esensi kemanusiaan dalam pekerjaan.
“AI bagaikan dua sisi mata uang yang timbal balik. Bisa meningkatkan kapasitas, bisa juga memundurkan kapasitas,” ujarnya.
Ia menjelaskan, AI memang dapat meningkatkan kapasitas kerja jurnalis melalui berbagai kemudahan yang ditawarkan. Namun, teknologi yang sama juga dapat memundurkan kemampuan apabila seseorang menyerahkan seluruh proses pekerjaannya kepada mesin tanpa terlebih dahulu menguasai keterampilan dasarnya.








Discussion about this post