MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Rabu, Juni 3, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home News

Diskusi ADi: Media Sosial Mempengaruhi Tatanan Kebangsaan

Masa Kini by Masa Kini
25 Agustus 2019
in News
0

Suasana diskusi publik wawasan kebangsaan.[Ist]

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Provinsi Aceh, Wahyu Saputra menilai wawasan kebangsaan perlu terus digaungkan.

Apalagi Indonesia saat ini menghadapi sejumlah problem seperti terorisme, narkoba, paham radikal, hingga terakhir kericuhan rasis yang mengalami Papua.

RelatedPosts

Setiap Jumat, Satpol PP-WH Awasi Warkop dan Usaha yang Masih Buka

Lima Rumah Ludes Terbakar di Aceh Tenggara, Korban Mengungsi 

Satpol PP-WH Banda Aceh Perketat Pengawasan Hotel, Patroli Berlangsung Sejak Pagi hingga Malam

Menurutnya, pemicu utama konflik di Indonesia adalah rasa ketidakadilan. “Konflik yang terjadi di Aceh, Papua, RRMS, dan sebagainya, bukan karena tidak cinta NKRI. Tetapi persoalan ketidakadilan dan kesejahteraan,” sebut Wahyu dalam diskusi publik wawasan kebangsaan di Banda Aceh, Sabtu sore (24/8).

Diskusi publik wawasan kebangsaan diselenggarakan Analisa Demokrasi Institute (ADi). Hadir sebagai peserta, para mahasiswa dari sejumlah universitas dan LSM. Juru Bicara (Jubir) Pemerintah Aceh, Saifullah Abdul Gani turut menjadi pembicara.

Mencuat pula isu nasionalisme saat berhadapan dengan industri 4.0, dimana wawasan kebangsaan dan nasionalisme bisa dipupuk juga bisa dirusak lewat teknologi digital seperti media sosial.

Saifullah Abdul Gani menilai media sosial punya pengaruh besar terhadap tatanan kebangsaan. “Era digital bukan hantu. Sangat tergantung dengan jempolnya, tapi pengaruhnya masif,” ujarnya.

Sementara itu politisi PDI P, T Sulaiman Badai menyebutkan potensi disintegrasi akan selalu ada. Hal itu wajar karena Indonesia sangat beragam.

Menurutnya problem mendasar terjadinya disintegrasi nasionalisme, karena Indonesia masih terus mengadopsi apa yang tinggalkan Belanda.

“Masalahnya aturan yang berjalan di Indonesia, hukum, ekonomi, dan seterusnya itu banyak peninggalan Belanda,” kata Sulaiman Badai.[]

Tags: Analisa Demokrasi InstituteDiskusi Wawasan KebangsaanJubir Pemerintah AcehSaifullah Abdul Gani
Previous Post

Angin Kencang, Pohon Tumbang Menutup Dua Jalan

Next Post

Nelayan Idi Meninggal Terlilit Tali Rumpon

Related Posts

Pemerintah Tegaskan Bantuan Internasional ke Aceh Hanya Melalui NGO

by Riska Zulfira
22 Desember 2025
0

MASAKINI.CO - Pemerintah menegaskan bahwa bantuan internasional untuk penanganan bencana di Aceh kini sudah dapat masuk, namun hanya dapat disalurkan...

Harga Semen Melonjak Tak Wajar, Pemerintah Aceh Turun Tangan Awasi Pasar

by Redaksi
20 Desember 2025
0

MASAKINI.CO - Pemerintah Aceh menyoroti kenaikan harga semen di pasaran yang dinilai tidak wajar di tengah kondisi bencana. Dalam dua...

Pemulihan Listrik Aceh Belum Sesuai Pernyataan Menteri, Banda Aceh Baru 35–40 Persen Menyala

by Ulfah
8 Desember 2025
0

MASAKINI.CO - Juru Bicara Pemerintah Aceh, Muhammad MTA, meluruskan pernyataan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia yang sebelumnya menyebutkan pasokan listrik di...

Next Post

Nelayan Idi Meninggal Terlilit Tali Rumpon

Diinapkan Semalam di RSUZA, Jenazah Garcia Diterbangkan ke Bali

Discussion about this post

CERITA

Dari Lahan Penggembalaan ke Destinasi Favorit, Savana Indrapuri Sedot Ribuan Pengunjung

24 Mei 2026

Dari Dapur Rumahan ke Tanah Suci, Keumamah Aceh Diburu Jemaah Haji

19 Mei 2026

Menabung dari Lumpur Sawah, Halimah Berangkat Haji di Usia 85 Tahun

12 Mei 2026

Ranup yang Perlahan Asing di Tanahnya Sendiri

7 Mei 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co