MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Rabu, September 30, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home Headline

Produksi Garam Lokal Tak Cukupi Kebutuhan Pasar

Masa Kini by Masa Kini
26 Agustus 2019
in Headline, News
0

Petani Lampanah, Kecamatan Seulimum, Aceh Besar produksi garam secara tradisional. [Ahlul Fikar]

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Produksi garam petani lokal di Aceh belum memenuhi kebutuhan industri. Menurut dosen Fakultas MIPA Universitas Syiah Kuala, Dr Suhrawardi Ilyas, M. Sc hal itu terjadi akibat tidak adanya keberlanjutan produksi, sehingga tidak bisa menjawab kebutuhan pasar.

“Industri atau pasar tidak mau jika hari ini ada produksi besok tidak ada,” ujarnya, Senin (26/8).

RelatedPosts

Turun Lagi, Segini Harga Emas Hari Ini

Enam Kawasan Aceh Besar Masuk Kategori Bahaya Narkoba

PUPR Banda Aceh Tambal 21 Titik Jalan Rusak di Peurada Utama

Di kemukiman Lampanah, Kecamatan Seulimum, Aceh Besar sedikitnya ada sekitar 70 petani garam. Perharinya seorang petani garam hanya mampu memproduksi 40 Kg garam perhari. Jika dikumpulkan menjadi 2.800 Kg perhari.

Para petani hanya bisa memproduksi garam secara optimal lima bulan di musim kemarau dalam setahun.

“Kalau pasar butuh 100 ton perhari, maka kita harus siap 100 ton, jika kita punya 300 ton perhari maka kita bisa simpan untuk waktu dimana kita tidak bisa produksi,” jelas Suhrawardi.

Selain sulit untuk memenuhi kebutuhan industri, garam petani lokal juga sulit menguasai pasar domistik. Penyebabnya, proses labelisasi dan packaging.

“Pemerintah perlu memobilisasi petani garam lokal, seperti melakukan labelisasi dan packaging agar mudah masuk pasar,” harapnya.

Sampai saat ini garam produksi Lampanah masih dijual ke pengepul dan industri kecil milik masyarakat seperti penjual ikan asin dengan harga Rp5 ribu perkilo. [Ahlul Fikar]

Tags: Aceh BesarKecamatan SeulimumLampanahProduksi Garam Lokal
Previous Post

AGF Resmikan Pembuat Garam Tenaga Surya

Next Post

Ibu Kota Baru, Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara

Related Posts

Enam Kawasan Aceh Besar Masuk Kategori Bahaya Narkoba

by Riska Zulfira
29 September 2026
0

MASAKINI.CO – Badan Narkotika Nasional (BNN) RI mencatat enam kawasan di Kabupaten Aceh Besar masuk kategori bahaya dalam pemetaan kawasan...

Pemkab Aceh Besar Minta Bakti Mahasiswa Beri Manfaat Nyata bagi Warga

by Ahmad Mufti
29 September 2026
0

MASAKINI.CO – Pemerintah Kabupaten Aceh Besar meminta mahasiswa yang melaksanakan kegiatan pengabdian di tengah masyarakat tidak sekadar menjalankan agenda seremonial,...

Mahasiswa Poltekpel Malahayati Meninggal Setelah Demam Tinggi, Penyebabnya Masih Didalami

by Riska Zulfira
28 September 2026
0

MASAKINI.CO – Muhammad Rasya Fadilla (18), mahasiswa Politeknik Pelayaran (Poltekpel) Malahayati Aceh, meninggal dunia setelah mengalami demam tinggi dan muncul...

Next Post

Ibu Kota Baru, Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara

Unsyiah Kembali Luluskan Doktor Termuda

Unsyiah Kembali Luluskan Doktor Termuda

Discussion about this post

CERITA

PFI Malang Rekam Cerita di Balik Pangan Lewat Pameran Foto

25 September 2026

Dari Teras Rumah, Nova Mengubah Hobi Memotret Makanan Jadi Profesi

16 September 2026

Jumadin Bawa Kupiah Meukeutop Aceh Menatap Pasar Dunia

25 Agustus 2026

Dari Banda Aceh ke Pelosok Papua, Reza Mencari Potensi yang Tersembunyi di Teluk Wondama

12 Agustus 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co