MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Minggu, Mei 3, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home Headline

Produksi Garam Lokal Tak Cukupi Kebutuhan Pasar

Masa Kini by Masa Kini
26 Agustus 2019
in Headline, News
0

Petani Lampanah, Kecamatan Seulimum, Aceh Besar produksi garam secara tradisional. [Ahlul Fikar]

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Produksi garam petani lokal di Aceh belum memenuhi kebutuhan industri. Menurut dosen Fakultas MIPA Universitas Syiah Kuala, Dr Suhrawardi Ilyas, M. Sc hal itu terjadi akibat tidak adanya keberlanjutan produksi, sehingga tidak bisa menjawab kebutuhan pasar.

“Industri atau pasar tidak mau jika hari ini ada produksi besok tidak ada,” ujarnya, Senin (26/8).

RelatedPosts

GeRAK Aceh Soroti Kelemahan Pembangunan Pasca Bencana

Khanduri Jazz 2026 Angkat Isu Bencana, Gaungkan Solidaritas Kemanusiaan

Usai Anjlok, Harga Emas Naik Rp60 Ribu per Mayam

Di kemukiman Lampanah, Kecamatan Seulimum, Aceh Besar sedikitnya ada sekitar 70 petani garam. Perharinya seorang petani garam hanya mampu memproduksi 40 Kg garam perhari. Jika dikumpulkan menjadi 2.800 Kg perhari.

Para petani hanya bisa memproduksi garam secara optimal lima bulan di musim kemarau dalam setahun.

“Kalau pasar butuh 100 ton perhari, maka kita harus siap 100 ton, jika kita punya 300 ton perhari maka kita bisa simpan untuk waktu dimana kita tidak bisa produksi,” jelas Suhrawardi.

Selain sulit untuk memenuhi kebutuhan industri, garam petani lokal juga sulit menguasai pasar domistik. Penyebabnya, proses labelisasi dan packaging.

“Pemerintah perlu memobilisasi petani garam lokal, seperti melakukan labelisasi dan packaging agar mudah masuk pasar,” harapnya.

Sampai saat ini garam produksi Lampanah masih dijual ke pengepul dan industri kecil milik masyarakat seperti penjual ikan asin dengan harga Rp5 ribu perkilo. [Ahlul Fikar]

Tags: Aceh BesarKecamatan SeulimumLampanahProduksi Garam Lokal
Previous Post

AGF Resmikan Pembuat Garam Tenaga Surya

Next Post

Ibu Kota Baru, Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara

Related Posts

Rencong Aceh, Dari Senjata Bersejarah Menjadi Simbol Identitas yang Terlindungi

Rencong Aceh, Dari Senjata Bersejarah Menjadi Simbol Identitas yang Terlindungi

by Ulfah
1 Mei 2026
0

MASAKINI.CO – Aceh dikenal sebagai “Tanoh Rencong”. Rencong merupakan senjata khas Aceh memiliki nilai sejarah dan filosofi yang kuat, serta...

Temuan 20 Hektare Ladang Ganja di Aceh Besar, Tiga Hektare Dimusnahkan

by Riska Zulfira
29 April 2026
0

MASAKINI.CO -  Polda Aceh menemukan sekitar 20 hektare ladang ganja di wilayah pedalaman Aceh Besar dalam Operasi Antik Seulawah 2026....

Pemkab Aceh Besar Kucurkan Rp20 Miliar, Pulo Aceh Dikebut dari Jalan hingga Irigasi

by Redaksi
28 April 2026
0

MASAKINI.CO - Pemerintah Kabupaten Aceh Besar menggelontorkan anggaran lebih dari Rp20 miliar untuk mempercepat pembangunan di Kecamatan Pulo Aceh pada...

Next Post

Ibu Kota Baru, Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara

Unsyiah Kembali Luluskan Doktor Termuda

Unsyiah Kembali Luluskan Doktor Termuda

Discussion about this post

CERITA

Dari Kuli Panggul ke Pencerita Visual, Perjalanan Sunyi Yulzi di Balik Lensa

1 Mei 2026

Berawal dari Angka Impor, Lahir Tempe Koro dari Dapur Aceh

1 Mei 2026

Latela Donut Olah Labu Jadi Produk Kekinian, Laris di Bazar Banda Experience

23 April 2026

Rumah Dibakar Ayah, Ibu dan Dua Anak Selamat dari Amukan Dini Hari

7 April 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co