MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Senin, Agustus 31, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home Headline

Produksi Garam Lokal Tak Cukupi Kebutuhan Pasar

Masa Kini by Masa Kini
26 Agustus 2019
in Headline, News
0

Petani Lampanah, Kecamatan Seulimum, Aceh Besar produksi garam secara tradisional. [Ahlul Fikar]

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Produksi garam petani lokal di Aceh belum memenuhi kebutuhan industri. Menurut dosen Fakultas MIPA Universitas Syiah Kuala, Dr Suhrawardi Ilyas, M. Sc hal itu terjadi akibat tidak adanya keberlanjutan produksi, sehingga tidak bisa menjawab kebutuhan pasar.

“Industri atau pasar tidak mau jika hari ini ada produksi besok tidak ada,” ujarnya, Senin (26/8).

RelatedPosts

Pondok Karyawan Wisata Taman Rusa di Aceh Besar Terbakar

ISNU Aceh Minta Sarjana NU Buktikan Peran di Tengah Masyarakat

20 Hektare Lahan di Bener Meriah Terbakar

Di kemukiman Lampanah, Kecamatan Seulimum, Aceh Besar sedikitnya ada sekitar 70 petani garam. Perharinya seorang petani garam hanya mampu memproduksi 40 Kg garam perhari. Jika dikumpulkan menjadi 2.800 Kg perhari.

Para petani hanya bisa memproduksi garam secara optimal lima bulan di musim kemarau dalam setahun.

“Kalau pasar butuh 100 ton perhari, maka kita harus siap 100 ton, jika kita punya 300 ton perhari maka kita bisa simpan untuk waktu dimana kita tidak bisa produksi,” jelas Suhrawardi.

Selain sulit untuk memenuhi kebutuhan industri, garam petani lokal juga sulit menguasai pasar domistik. Penyebabnya, proses labelisasi dan packaging.

“Pemerintah perlu memobilisasi petani garam lokal, seperti melakukan labelisasi dan packaging agar mudah masuk pasar,” harapnya.

Sampai saat ini garam produksi Lampanah masih dijual ke pengepul dan industri kecil milik masyarakat seperti penjual ikan asin dengan harga Rp5 ribu perkilo. [Ahlul Fikar]

Tags: Aceh BesarKecamatan SeulimumLampanahProduksi Garam Lokal
Previous Post

AGF Resmikan Pembuat Garam Tenaga Surya

Next Post

Ibu Kota Baru, Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara

Related Posts

Api Lahap 3 Hektare Lahan Rumbia di Aceh Besar, Diduga Dipicu Pembakaran Sampah

by Ahmad Mufti
28 Agustus 2026
0

MASAKINI.CO – Kebakaran lahan rumbia terjadi di Gampong Leugeu, Kecamatan Darul Imarah, Kabupaten Aceh Besar, Jumat (28/8/2026). Api menghanguskan sekitar...

Bulog Salurkan 1,8 Juta Kg Beras untuk 60.027 Penerima di Aceh Besar

by Riska Zulfira
14 Agustus 2026
0

MASAKINI.CO – Sebanyak 60.027 keluarga penerima manfaat (PBP) di Kabupaten Aceh Besar akan menerima bantuan pangan berupa beras dari Perum...

Angin Kencang Masih Terjadi, Lima Pohon Tumbang dalam Sehari

by Riska Zulfira
7 Agustus 2026
0

MASAKINI.CO – Cuaca ekstrem masih terjadi di Aceh Besar. Hari ini, lima titik pohon tumbang dilaporkan terjadi akibat hembusan angin...

Next Post

Ibu Kota Baru, Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara

Unsyiah Kembali Luluskan Doktor Termuda

Unsyiah Kembali Luluskan Doktor Termuda

Discussion about this post

CERITA

Jumadin Bawa Kupiah Meukeutop Aceh Menatap Pasar Dunia

25 Agustus 2026

Dari Banda Aceh ke Pelosok Papua, Reza Mencari Potensi yang Tersembunyi di Teluk Wondama

12 Agustus 2026

Sepuluh Tahun Menjaga Tradisi Merah Putih, Kisah Safura Merawat Rezeki dari Lapak Bendera

4 Agustus 2026

Liberika Tangse, Kopi Langka Beraroma Nangka

20 Juli 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co