MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Minggu, September 6, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home Daerah

Aceh Salah Satu Kesultanan Islam yang Paling Sukses di Nusantara

Masa Kini by Masa Kini
15 Februari 2020
in Daerah
0

Suasana seminar keacehan.[istimewa]

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) bersama Yayasan Sukma Bangsa dan Forum bersama (Forbes) DPR dan DPD RI perwakilan Aceh mengelar seminar Keacehan ‘Kearifan masa lalu kejayaan masa depan’, di Aula Gedung FKIP, Unsyiah, Banda Aceh, Sabtu (15/2).

Seminar diisi para pemateri yang merupakan pakar sejarah dan akademisi Unsyiah,yaitu DR Qismullah Yusuf, Mawardi Umar MA, DR Syaifullah Muhammad, dan DR Alfi Rahman.

RelatedPosts

Pemko Banda Aceh Perkuat Ekosistem Talenta Digital, BAA dan GSIH Jadi Fokus

Bank Aceh Syariah Salurkan Zakat Rp400 Juta, Baitul Mal Aceh Besar Siapkan Program untuk Mustahik

19 Kepala KUA Aceh Besar Dilantik, Fokus Perkuat Layanan Keagamaan Masyarakat

Seminar Pre-Event acara Kenduri Kebangsaan 2020 yang akan berlangsung di Kabupaten Bireuen dan juga dihadiri Presiden RI Joko Widodo, untuk memperoleh ide-ide serta masukan yang dapat direkomendasikan kepada pemerintah untuk membangun Aceh di masa depan.

Peniliti sejarah Aceh Mawardi Umar MA mengungkapkan, kemiskinan di Aceh sangat ironi di bumi yang memiliki hasil kekayaan alam melimpah dan tanah yang subur. Apalagi, Aceh pernah berjaya pada masa Kesultanan Iskandar Muda.
“Aceh pernah menjadi salah satu kesultanan Islam yang paling sukses di Nusantara, baik di bidang politik, ekonomi dan intelektual,” sebutnya.

Menurut Mawardi Umar, pada abad ke 17, Aceh menjadi kekuatan politik dan ekonomi terkuat di bagian barat Nusantara yang mampu membendung perkembangan kolonial Portugis.

“Keungulan yang dimiliki Aceh tersebut pelahan mengalami kemunduran yang diawali masuknya kolonial Belanda hingga terjadi pelawanan puluhan tahun. Hampir seluruh infrastruktur ekonomi hancur dan sosial budaya mengalami kemunduran,” ujarnya.

Mawardi menilai, kejayaan masa lalu Aceh tidak terlepas dari kecerdasan rakyat Aceh yang saat itu memanfaatkan keuntungan posisi geografis Aceh sebagai pintu masuk Selat Malaka. Ini sangat penting peranananya sebagai jalur pelayaran internasional.

“Aceh saat itu tidak hanya sebagai pusat pemerintah yang kuat, namun juga menjadi pusat perdagangan dan peradaban,” jelasnya.

Hal senada juga dikatakan Qismullah Yusuf, staf pengajar Ilmu Sejarah Unsyiah. Menurutnya, Aceh masa lampau juga telah melakukan hubungan diplomasi dengan negara-negara di Eropa seperti Inggris, Turki, dan Belanda.

“Pada Abad 16-17 Kesulatanan Aceh mengirim empat orang utusannya ke Belanda yang di pimpin Tuanku Abdul Hamid untuk mengakui kedaulatan Belanda setelah bebas dari Spanyol. Akhirnya, pada 10 Agustus 1602, Tuanku Abdul Hamidi meninggal di Amsterdam,” sebut Qismullah.

Pada sisi lain, kekayaan alam Aceh seperti pala, cengkeh, kopi gayo, dan nilam juga salah satu komoditas yang berpeluang mengembalikan Aceh pada kejayaan di masa mendatang seperti di masa kesulatanan Aceh lampau.

“Nilam salah satu komoditi unggul yang dapat diolah seperti minyak wangi yang dapat meningkatkan nilai tambah ekonomi untuk di ekspor,” kata Syaifullah Muhammad, Kepala Pusat Atsiri Research Center (ARC) Universitas Syiah Kuala.

Sementara itu, Peneliti Tsunami Mitigation Reserch Center (TDMRC) Universitas Syiah Kuala, Alfi Rahman menyebutkan, keruntuhan kejayaan Aceh selain akibat masuknya kolonialisme Belanda,juga akibat faktor bencana alam gempa dan tsunami.

Hasil penelitian di gua Ek Leuntie, Aceh Besar peneliti menemukan tsunami 26 Desember 2004 silam bukan yang pertama kalinya terjadi di Aceh. Namun, tsunami pernah terjadi di Aceh ratusan tahun sebelumnya. Seperti di Kepulauan Simeulue, pengetahuan masyarakat lokal menyebutkan dengan istilah Smong.

“Kisah Smong salah satu budaya lokal masyarakat Simeulue yang disebut nafi-nafi atau cerita tutur tentang kisah masa lalu yang masih dilestarikan,” jelas Alfi rahman

Diharapkan dengan berbagai kejadian masa lalu, Aceh ke depan bisa bangkit untuk mengembalikan kejayaan di masa mendatang. Kejayaan tersebut tidak terlepas dari sejarah dan budaya serta kearifan lokal yang harus dilesatarikan.

Tags: acehJoko WidodoJokowikerajaan acehkesultanan acehKesultanan Iskandar MudaPresiden RIUnsyiah
Previous Post

20 Persen Ekspor Nilam Indonesia Kontribusi Aceh

Next Post

Wali Kota Sabang Berharap Putra Daerah Ramai Lulus PNS

Related Posts

Mendikdasmen Resmikan Revitalisasi 59 Sekolah di Simeulue

by Ahlul Fikar
26 Agustus 2026
0

MASAKINI.CO – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti meresmikan 59 satuan pendidikan di Kabupaten Simeulue, Aceh, yang telah...

BMKG Peringatkan Potensi Cuaca Ekstrem hingga Akhir Mei

by Riska Zulfira
23 Mei 2026
0

MASAKINI.CO – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai potensi cuaca ekstrem yang masih berpeluang terjadi di...

Kacang Koro Jadi Alternatif Pangan, Tempe Lokal Dikembangkan di Aceh

by Aininadhirah
29 April 2026
0

MASAKINI.CO – Kacang koro mulai dilirik sebagai alternatif pangan lokal yang potensial di Aceh. Komoditas ini dinilai mampu menjadi bahan...

Next Post

Wali Kota Sabang Berharap Putra Daerah Ramai Lulus PNS

Sempat Hilang di Hutan, Marya Ditemukan Selamat

Discussion about this post

CERITA

Jumadin Bawa Kupiah Meukeutop Aceh Menatap Pasar Dunia

25 Agustus 2026

Dari Banda Aceh ke Pelosok Papua, Reza Mencari Potensi yang Tersembunyi di Teluk Wondama

12 Agustus 2026

Sepuluh Tahun Menjaga Tradisi Merah Putih, Kisah Safura Merawat Rezeki dari Lapak Bendera

4 Agustus 2026

Liberika Tangse, Kopi Langka Beraroma Nangka

20 Juli 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co