MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Selasa, Mei 5, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home Headline

Rindu Trisna di Ruang Isolasi Corona

"Mama apa nggak sayang lagi sama kami? Kok nggak pulang-pulang?" tanya seorang bocah pada ibunya. Inilah kisah perempuan perkasa di medan perang Corona.

Masa Kini by Masa Kini
25 Maret 2020
in Headline, News
0
Rindu Trisna di Ruang Isolasi Corona

Trisna Sari, perawat di RICU, RSUZA.

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Sambil bersantai di ruang tamu, ia berselancar di dunia maya. Lamat-lamat, perempuan itu larut dalam ragam kisah mengerikan, Wuhan. Kota di Provinsi Hubei, timur China.

Kota terbesar ketujuh di negeri Panda itu mendadak sepi. Generasi baru Corona, Covid-19 telah menelan ribuan korban jiwa. Sekejab saja. Wuhan menjelma jadi kota mati.

RelatedPosts

Enam Demonstran Diamankan Polisi Usai Insiden Penurunan Bendera

Aksi Mahasiswa Tolak Pergub JKA Berakhir Ricuh, Massa Klaim Ada Korban Luka

40 Persen Jemaah Haji Aceh Lansia, Tertua Capai 101 Tahun

“Ketika tahu pertama kali, respon saya pada Covid-19 ini awalnya biasa saja,” kata Trisna Sari.

Di balik telpon suaranya bergetar. Trisna tak menduga virus itu berkembang pesat. Menebar ketakutan ke seluruh penjuru dunia. 168 negara telah terjangkit, hingga Rabu (25/3) pagi.

“Kok cepat sekali ya menyebarnya virus ini,” pikirnya. Ia sempat menganggap Corona, ‘angin lalu.’

Trisna tak pernah membayangkan dirinya kini berada di garda depan. Ini perang berat; melawan virus yang mulai menyerang negeri Serambi Mekah.

Kisah mendebarkan dimulai awal Maret lalu. Keringat dingin membasahi tubuhnya. Pesan singkat masuk di Grup Whatsapp Respiratory Intensive Care Unit (RICU), Rumah Sakit Zainoel Abidin. Seseorang menyampaikan kabar, ada pasien masuk dengan riwayat sakit mirip Covid-19.

“Ya Allah dinas pula hari ini,” ucapnya membatin. “Dari rumah saya udah deg-degan sendiri, panik sendiri, takut sendiri, lemas, ya Allah.”

Di balut takut, Trisna meninggalkan rumahnya di kawasan Lueng Bata, Banda Aceh tancap gas sepeda motor menuju ruang dinasnya. Ia perawat tangguh. Sangat mencintai ruang penuh ketegangan RICU.

“Ruangan ini memberi saya banyak pelajaran hidup. Saya tetap akan memilih di sini.”

Di balik ruang isolasi, Trisna menyimpan banyak kisah. Termasuk jalan hidupnya yang terjal. Lebih dua pekan sudah ia menyimpan rindu. Ingin memeluk buah hatinya.

Ibu muda ini memiliki seorang putra masih berusia tujuh tahun. Sementara si bungsu, perempuan berusia empat tahun. Keduanya saat ini bersama suami di Lhokseumawe.

“Si bungsu tuh, kalau lagi telponan kadang sering tanya, ‘mama apa nggak sayang lagi sama kami? Kok nggak pulang-pulang?” kata perempuan berusia 33 tahun tersebut, menirukan protes anak bungsunya.

RSUZA tempat Trisna bekerja belum ada pasien yang dinyatakan positif mengidap Covid-19. Namun Pasien Dalam Pengawasan (PDP) tiap hari terus berdatangan.

Trisna mengakui semakin cemas. Seandainya nanti ada yang positif, para perawat itu secara otomatis juga akan diisolasi sementara selama 14 hari.

“Saya takut. Sangat-sangat takut. Seandainya ada yang positif, kami-kami ini tentu juga akan diisolasi. Sudah pasti saya tidak bisa berjumpa dengan anak-anak untuk waktu yang lebih lama.”[Alfath Asmunda]

Tags: CoronaCovid-19Kisah PerawatRSUZATrisna SariVirus
Previous Post

Pemerintah Aceh Siapkan Laboratorium Pemeriksaan Corona

Next Post

Unsyiah Beri Rekomendasi Kepada Pemerintah Cegah Penyebaran Corona

Related Posts

Santos Umumkan Neymar Positif Covid-19, Liga Brasil Libur Sebulan

by Ali L
8 Juni 2025
0

MASAKINI.CO - Klub Brasil, Santos, mengonfirmasi bahwa Neymar telah dinyatakan positif Covid-19. Kabar ini diumumkan oleh klub melalui pernyataan resmi...

Bawa Virus, Bawang dan Pakaian Bekas Dimusnahkan di Aceh 

Bawa Virus, Bawang dan Pakaian Bekas Dimusnahkan di Aceh 

by Riska Zulfira
13 Maret 2025
0

MASAKINI.CO - Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Aceh memusnahkan 1.765 karung atau 45 ton bawang merah dan...

Pemakaman Jenazah Punya Riwayat Terpapar Covid-19 di Aceh Tenggara Sempat Ditolak Keluarga

Musk Klaim USAID Danai Penelitian Senjata Biologis

by Ahmad Mufti
3 Februari 2025
0

MASAKINI.CO - Elon Musk menuduh Badan Pembangunan Internasional AS (USAID) mendanai penelitian senjata biologis. Pengusaha miliarder itu juga menyebutkan lembaga...

Next Post
Unsyiah Beri Rekomendasi Kepada Pemerintah Cegah Penyebaran Corona

Unsyiah Beri Rekomendasi Kepada Pemerintah Cegah Penyebaran Corona

Relawan MRI Semprot Disinfektan di Lapas Bireuen

Kalak BPBA Jadi Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 di Aceh

Discussion about this post

CERITA

Dari Kuli Panggul ke Pencerita Visual, Perjalanan Sunyi Yulzi di Balik Lensa

1 Mei 2026

Berawal dari Angka Impor, Lahir Tempe Koro dari Dapur Aceh

1 Mei 2026

Latela Donut Olah Labu Jadi Produk Kekinian, Laris di Bazar Banda Experience

23 April 2026

Rumah Dibakar Ayah, Ibu dan Dua Anak Selamat dari Amukan Dini Hari

7 April 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co