MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Rabu, Mei 6, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home Nasional

Warga Miskin Naik? Pemerintah Bisa Lakukan 5 Kebijakan Antisipasi Lonjakan Angkanya

Masa Kini by Masa Kini
5 Mei 2020
in Nasional, News
0

Presiden Jokowi bersama Presiden China Xi Jinping.[xinhua]

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Ekonom dari lembaga Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Akhmad Akbar Susamto dan Muhammad Ishak Razak memberikan rekomendasi kepada pemerintah cara untuk mengantisipasi lonjakan kemiskinan di Indonesia akibat pademi virus corona (Covid-19). Mereka memprediksi bahwa angka kemiskinan Indonesia pada triwulan II 2020 akan bertambah signifikan bisa mencapai 12 juta orang.

Berdasarkan kajian Akhmad Akbar Susamto dan Muhammad Ishak Razak, setidaknya ada lima cara atau upaya yang bisa tempuh oleh pemerintah untuk mengantisipasi lonjakan angka kemiskinan akibat Covid-19.

RelatedPosts

Kejari Aceh Timur Eksekusi Cambuk 5 Terpidana Jinayat, Kasus Ikhtilat hingga Judi

Muara Dangkal Hambat Nelayan, KKP Turun Tangan Survei 13 Pelabuhan di Aceh

Harga Beras di Banda Aceh Stabil

Pertama, mengantisipasi lonjakan angka kemiskinan akibat pandemi yang diperkirakan akan lebih besar dibandingkan dengan jumlah bantuan sosial yang disiapkan pemerintah saat ini. Target penerima Program Keluarga Harapan (PKH) yang dianggarkan pemerintah selama pandemi adalah 10 juta keluarga dengan alokasi anggaran Rp37,4 triliun atau Rp3,7 juta per tahun.

Sementara, Kartu Sembako ditargetkan sebanyak 20 juta keluarga dengan anggaran Rp43,6 triliun, yang terdiri dari Rp200 ribu per bulan selama sembilan bulan, termasuk Rp600 ribu untuk 1,776 juta keluarga di Jabodetabek selama tiga bulan.

“Selain itu, ada transfer cash dari Program Kartu Prakerja untuk 5,6 juta peserta senilai Rp600 ribu selama empat bulan. Di samping terus memperbaharui data penduduk miskin dan rentan miskin yang layak mendapatkan bantuan sosial, pemerintah perlu meningkatkan anggaran Bantuan Sosial dan memperluas jumlah penerima bantuan kepada penduduk yang jatuh miskin akibat Covid-19,” kata
Muhammad Ishak Razak di Jakarta, Selasa (5/5/2020).

Ishak menyebutkan, langkah kedua ialah mengintegrasikan penyaluran Bantuan Sosial (Bansos) sehingga menjadi lebih sederhana, melakukan penyeragaman nilai bantuan, di samping terus melakukan pemutakhiran data penerima Bantuan Sosial.

Pasalnya, di banyak tempat, berbagai bentuk Bansos yang berbeda-beda jenis dan jumlahnya telah menimbulkan ketegangan sosial di sejumlah daerah. Hal ini diperparah dengan basis data Bantuan Sosial, khususnya Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), yang digunakan oleh pemerintah daerah yang belum mencakup masyarakat yang sebelumnya tidak terdata namun kondisi ekonominya memburuk selama pandemi.

“Salah satu alternatif yang dapat ditempuh pemerintah adalah menggandeng bank-bank pemerintah untuk melakukan transfer Bantuan Sosial secara langsung melalui rekening khusus untuk setiap penerima bantuan. Selain penyalurannya lebih efisien, penerima bantuan tidak tumpang tindih. Di samping itu, potensi berkurangnya jumlah bantuan dapat dihindari,” ujarnya.

Selanjutnya, langkah ketiga ialah mengurangi beban pengeluaran masyarakat khususnya masyarakat miskin dan hampir miskin, terutama dengan menurunkan biaya-biaya yang dikontrol pemerintah (administered prices).

Langkah ini bisa ditempuh dengan berbagai cara, seperti menurunkan harga BBM yang menjadi salah satu komponen terbesar pengeluaran penduduk miskin (5 persen untuk penduduk miskin di kota dan 4 persen untuk penduduk miskin di desa), menambah jumlah rumah tangga penerima diskon pemotongan tarif listrik sehingga mencakup minimal seluruh pelanggan 900VA.

Selain golongan R1/450VA (24 juta pelanggan) yang mendapatkan listrik gratis selama tiga bulan, golongan rumah tangga R1/900VA yang mendapat pemotongan 50 persen hanya sebanyak 7,2 juta pelanggan dari total 22,1 juta.

“Menurunkan harga LPG tiga kilogram yang kebanyakan dikonsumsi oleh masyarakat menengah bawah dan memberikan diskon atau menggratiskan tarif air untuk rumah tangga khususnya di daerah-daerah yang menerapkan PSBB,” paparnya.

Akhmad melanjutkan, strategi keempat ialah dengan meningkatkan insentif bagi petani, peternak, dan nelayan melalui skema pembelian produk oleh pemerintah dan perbaikan jalur logistik hasil pertanian, peternakan, dan perikanan.

Di tengah persebaran pandemi Covid-19 saat ini, para petani, peternak, dan nelayan yang terus berproduksi kini menghadapi minimnya serapan pasar. Jika insentif di sektor ini tidak segera dan secara khusus diberikan, maka mereka berpotensi menambah jumlah penduduk kemiskinan.

“Sektor pertanian saat ini masih menjadi penyerap tenaga kerja terbanyak hingga 34,58 juta orang atau 27,3 persen tenaga kerja nasional per Agustus 2019. Selain itu, Kebijakan tersebut juga akan membantu pemerintah mengamankan ketersediaan stok pangan nasional khususnya selama berlangsungnya masa pandemi,” ungkapnya.

Sementara upaya terkahir yaitu meningkatnya intervensi pemerintah untuk mengatasi pandemi ini akan berdampak pada peningkatan anggaran belanja pemerintah. Meskipun terdapat ruang untuk memperlebar defisit, pemerintah dapat mengoptimalkan realokasi anggaran yang telah disusun dan menerapkan beberapa kebijakan alternatif.

“Di antaranya, melakukan realokasi sebagian anggaran belanja modal dan belanja barang APBN, dan melakukan pembagian beban (burden sharing) antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah dengan mengalihkan sebagian anggaran Transfer Ke Daerah dan Dana Desa, untuk dialokasikan menjadi anggaran Bantuan Sosial. Selain itu, sebagaimana yang dilakukan oleh beberapa negara berkembang lainnya, pemerintah juga perlu melakukan renegosiasi pembayaran utang luar negeri kepada kreditur asing baik lembaga ataupun negara,” jelasnya.

Kemudian melakukan realokasi anggaran penanganan covid-19 senilai Rp150 triliun (dari total pembiayaan Rp405 triliun) yang semula diperuntukkan untuk mendukung Program Pemulihan Ekonomi Nasional yang belum dijelaskan rinciannya, untuk kegiatan anggaran social safety-net dan peningkatan anggaran penanggulangan Covid-19.

Selanjutnya melakukan realokasi anggaran program Kartu Prakerja yang digunakan untuk membayar program pelatihan senilai Rp5,63 triliun, yang tidak relevan dengan kebutuhan masyarakat saat ini, khususnya angkatan kerja yang menganggur akibat PHK.

“Lagi pula, kebanyakan materi yang ditawarkan dapat diperoleh secara gratis di internet. Dengan demikian, dana tersebut dapat dialokasikan untuk memberikan bantuan sosial yang lebih dibutuhkan penduduk miskin dah hampir miskin, khususnya dalam bentuk penyediaan kebutuhan pokok,” tutupnya. [Ahlul Fikri]

Tags: Angka Kemiskinanangka kemiskinan di IndonesiaCovid-19kemiskinanKemiskinan 2020kemiskinan IndonesiaMiskinPandemiVirusVirus Corona
Previous Post

Warga Miskin di Indonesia Diprediksi Naik 12,3 Juta Orang Dampak dari COVID-19

Next Post

Hotel di Hongkong Bakal Ditutup, Pemerintah Pulangkan Peserta Magang Asal Indonesia

Related Posts

BPS Sebut Jumlah Penduduk Miskin di Aceh Turun

BPS Sebut Jumlah Penduduk Miskin di Aceh Turun

by Aininadhirah
7 Februari 2026
0

MASAKINI.CO – Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Aceh, Agus Andria, menyampaikan persentase penduduk miskin di Aceh mengalami penurunan pada...

Harga Beras Mahal, Ancam Daya Beli dan Kemiskinan di Depan Mata

Harga Beras Mahal, Ancam Daya Beli dan Kemiskinan di Depan Mata

by Riska Zulfira
30 Juli 2025
0

MASAKINI.CO - Lonjakan harga beras yang terjadi belakangan ini di Aceh dinilai bukan semata akibat meningkatnya permintaan, melainkan karena terganggunya...

Angka Kemiskinan di Aceh Turun, Tapi di Wilayah Perkotaan Naik

Angka Kemiskinan di Aceh Turun, Tapi di Wilayah Perkotaan Naik

by Riska Zulfira
25 Juli 2025
0

MASAKINI.CO - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Aceh mencatat bahwa angka kemiskinan di Aceh mengalami penurunan. Pada Maret 2025 angka...

Next Post
Hotel di Hongkong Bakal Ditutup, Pemerintah Pulangkan Peserta Magang Asal Indonesia

Hotel di Hongkong Bakal Ditutup, Pemerintah Pulangkan Peserta Magang Asal Indonesia

Penuhi Biosafety Level 2, Unsyiah Siap Uji Specimen Swab Corona

Discussion about this post

CERITA

Dari Kuli Panggul ke Pencerita Visual, Perjalanan Sunyi Yulzi di Balik Lensa

1 Mei 2026

Berawal dari Angka Impor, Lahir Tempe Koro dari Dapur Aceh

1 Mei 2026

Latela Donut Olah Labu Jadi Produk Kekinian, Laris di Bazar Banda Experience

23 April 2026

Rumah Dibakar Ayah, Ibu dan Dua Anak Selamat dari Amukan Dini Hari

7 April 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co