MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Rabu, Mei 6, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home Nasional

Warga Miskin di Indonesia Diprediksi Naik 12,3 Juta Orang Dampak dari COVID-19

Masa Kini by Masa Kini
5 Mei 2020
in Nasional, News
0

Jamaah khusyuk menjalankan salat.[M Aulia]

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia memprediksi
bahwa angka kemiskinan Indonesia pada triwulan II 2020 akan bertambah signifikan dan bisa mencapai 12 juta orang. Ini karena wabah virus corona (Covid-19) melanda Tanah Air.

“Akibat pandemi Covid-19 pada tahun ini, CORE Indonesia memperkirakan jumlah penduduk di bawah garis kemiskinan berpotensi bertambah 5,1 juta hingga 12,3 juta orang pada Triwulan II 2020,” kata Ekonom CORE Indonesia, Akhmad Akbar Susamto dan Muhammad Ishak Razak di Jakarta, Selasa (5/5/2020).

RelatedPosts

77 Rumah di Lhokseumawe Hangus Terbakar

Kejari Aceh Timur Eksekusi Cambuk 5 Terpidana Jinayat, Kasus Ikhtilat hingga Judi

Muara Dangkal Hambat Nelayan, KKP Turun Tangan Survei 13 Pelabuhan di Aceh

Akhmad menjelaskan, dalam skenario berat, jumlah pertambahan penduduk miskin berpotensi mencapai 5,1 juta orang, dengan asumsi bahwa penyebaran Covid-19 akan semakin luas pada Mei 2020. Akan tetapi tidak sampai memburuk sehingga kebijakan PSBB hanya diterapkan di wilayah tertentu di pulau Jawa dan satu dua kota di luar pulau Jawa.

“Total jumlah penduduk di bawah garis kemiskinan berdasarkan skenario ini menjadi 30,8 juta orang, atau 11,7 persen dari total penduduk Indonesia,” ungkapnya.

Jika skenario sangat berat, kata dia, potensi pertambahan penduduk miskin mencapai 12,2 juta orang, dengan asumsi bahwa penyebaran Covid-19 tak terbendung lagi dan kebijakan PSBB diberlakukan secara luas baik di pulau Jawa maupun luar Jawa, dengan standar yang sangat ketat.

Total jumlah penduduk di bawah garis kemiskinan berdasarkan skenario ini menjadi 37,9 juta orang, atau 14,35 persen dari total penduduk Indonesia.

“Prediksi dengan tiga skenario ini dibangun dengan asumsi bahwa puncak pandemi terjadi pada triwulan II 2020 dan setelahnya berangsur-angsur mereda. Apabila situasi ekonomi memburuk dalam waktu yang lebih panjang, maka peningkatan jumlah penduduk miskin akan lebih besar lagi,” tuturnya.

Dia menambahkan, persebaran Covid-19 yang saat ini masih terpusat di wilayah perkotaan menyebabkan potensi peningkatan kemiskinan lebih besar terjadi di perkotaan. Untuk skenario berat, potensi pertambahan jumlah penduduk miskin di perkotaan mencapai 3 juta, sementara di pedesaan 2,6 juta orang.

Sedangkan skenario lebih berat, potensi pertambahan jumlah penduduk miskin di perkotaan mencapai 6 juta, sementara di pedesaan 2,8 juta orang. “Untuk skenario sangat berat, potensi pertambahan jumlah penduduk miskin di perkotaan dapat mencapai 9,7 juta, sementara di pedesaan hanya 3 juta orang,” jelasnya.

Menurut dia, yang perlu menjadi catat dan dipahami ialah, apabila potensi penyebaran wabah dari wilayah perkotaan ke pedesaan tidak dapat dicegah, di antaranya melalui pembatasan mobilitas orang dari kota ke desa, lonjakan jumlah kasus Covid-19 di wilayah pedesaan tak dapat dihindari.

Dampaknya, potensi pertambahan jumlah penduduk miskin di pedesaan akan lebih besar dibanding prediksi di atas.

“Artinya, beban pemerintah untuk mengatasi persoalan kemiskinan, baik melalui subsidi, bantuan sosial dan lainnya, menjadi semakin besar,” tambahnya.

Ia melanjutkan, anjloknya pertumbuhan ekonomi serta penerapan restriksi sosial dan mobilitas di berbagai wilayah sebagai akibat pandemi Covid-19 tidak hanya berpotensi mengakibatkan hilangnya lapangan kerja dalam jumlah besar, tetapi juga meningkatkan kemiskinan secara masif.

Potensi lonjakan jumlah penduduk miskin sangat beralasan mengingat begitu banyaknya masyarakat Indonesia yang memiliki tingkat kesejahteraan mendekati batas kemiskinan, walaupun tidak berada di bawah garis kemiskinan.

“Jumlah penduduk di bawah garis kemiskinan sendiri selama ini memang cenderung mengalami penurunan, dan pada Maret 2019 mencapai 25,1 juta jiwa atau 9,4 persen dari total penduduk Indonesia. Namun, jumlah penduduk rentan miskin dan hampir miskin mencapai 66,7 juta jiwa (25 persen dari total penduduk Indonesia), atau lebih dari dua setengah kali lipat jumlah penduduk di bawah garis kemiskinan,” bebernya.

“Masyarakat golongan rentan dan hampir miskin ini umumnya bekerja di sektor informal dan banyak yang sangat bergantung pada bantuan-bantuan pemerintah. Dengan menyebarnya pandemi dan diterapkannya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), banyak golongan masyarakat yang mengalami penurunan pendapatan dan bahkan harus kehilangan mata pencahariannya, khususnya yang bekerja di sektor informal,” pungkasnya. [Ahkul Fikri]

Tags: Angka KemiskinanCovid-19Indonesiakemiskinankemiskinan IndonesiaMiskinpandemi coronaVirusVirus Corona
Previous Post

Sembuh dan Sempat Pulang ke Bireuen, Ajudan Wagub Sumut Kembali Positif Corona

Next Post

Warga Miskin Naik? Pemerintah Bisa Lakukan 5 Kebijakan Antisipasi Lonjakan Angkanya

Related Posts

BPS Sebut Jumlah Penduduk Miskin di Aceh Turun

BPS Sebut Jumlah Penduduk Miskin di Aceh Turun

by Aininadhirah
7 Februari 2026
0

MASAKINI.CO – Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Aceh, Agus Andria, menyampaikan persentase penduduk miskin di Aceh mengalami penurunan pada...

5 Negara Paling Suka Tidur di Dunia, Indonesia Urutan Pertama

5 Negara Paling Suka Tidur di Dunia, Indonesia Urutan Pertama

by Ulfah
3 Februari 2026
0

MASAKINI.CO – Tidur bukan hanya sekadar istirahat. Menurut penelitian, tidur memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan fisik dan mental seseorang....

Harga Beras Mahal, Ancam Daya Beli dan Kemiskinan di Depan Mata

Harga Beras Mahal, Ancam Daya Beli dan Kemiskinan di Depan Mata

by Riska Zulfira
30 Juli 2025
0

MASAKINI.CO - Lonjakan harga beras yang terjadi belakangan ini di Aceh dinilai bukan semata akibat meningkatnya permintaan, melainkan karena terganggunya...

Next Post

Warga Miskin Naik? Pemerintah Bisa Lakukan 5 Kebijakan Antisipasi Lonjakan Angkanya

Hotel di Hongkong Bakal Ditutup, Pemerintah Pulangkan Peserta Magang Asal Indonesia

Hotel di Hongkong Bakal Ditutup, Pemerintah Pulangkan Peserta Magang Asal Indonesia

Discussion about this post

CERITA

Dari Kuli Panggul ke Pencerita Visual, Perjalanan Sunyi Yulzi di Balik Lensa

1 Mei 2026

Berawal dari Angka Impor, Lahir Tempe Koro dari Dapur Aceh

1 Mei 2026

Latela Donut Olah Labu Jadi Produk Kekinian, Laris di Bazar Banda Experience

23 April 2026

Rumah Dibakar Ayah, Ibu dan Dua Anak Selamat dari Amukan Dini Hari

7 April 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co