MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Selasa, Maret 10, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home Nasional

Pakar: Vaksin Berbayar Bertentangan Status Bencana Nasional

Redaksi by Redaksi
14 Desember 2020
in Nasional, News
0
Ahli Virologi : Tiga Syarat Vaksin Aman Digunakan

Ilustrasi

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Epidemiolog Universitas Griffith Australia Dicky Budiman meminta pemerintah mencabut lebih dulu status Covid-19 sebagai bencana nasional bila vaksinasi masih dibagi dalam skema gratis dan mandiri alias berbayar.

Menurutnya, penetapan bencana nasional yang termuat dalam Keputusan Presiden Nomor 12 Tahun 2020 itu sudah sewajarnya mengamini aturan dalam kondisi wabah dan darurat bencana, dimana pemerintah berperan wajib dalam memberikan pelayanan kesehatan secara gratis kepada seluruh rakyat Indonesia.

RelatedPosts

UIN Ar-Raniry Buka Penjaringan Calon Rektor Periode 2026-2030

BGN Minta SPPG Publikasikan Menu MBG Setiap Hari di Media Sosial

30 Sekolah di Pidie Jaya Terima Dana Revitalisasi Rp19,5 Miliar

“Kalau ada vaksin yang mandiri atau dikomersialkan, itu bertentangan dengan PMK Nomor 12 Tahun 2017 dan kondisi bencana nasional. Kalau mau dilakukan mekanisme begitu [vaksin mandiri dan gratis] dicabut dulu status bencana nasionalnya agar tidak menyalahi aturan,” kata Dicky seperti dilansir CNNIndonesia.com, Senin (14/12).

Dicky pun menyebut dalam Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 12 Tahun 2017 itu sudah termaktub bagaimana program imunisasi atau vaksinasi harus dilakukan dalam kondisi negara dilanda wabah penyakit.

Imunisasi tersebut dikategorikan sebagai imunisasi khusus yang dalam Pasal 9 Ayat (1) berbunyi ‘Imunisasi khusus dilaksanakan untuk melindungi seseorang dan masyarakat terhadap penyakit tertentu pada situasi tertentu,’.

“Ini pandemi Covid-19 sama, bencana non-alam yang sesuai regulasi kita, sesuai PMK 12 tahun 2017 itu dalam situasi khusus ada namanya vaksinasi khusus,” jelas Dicky.

“Logikanya saja kalau misalnya saja ada bencana alam banjir dan tsunami, apa kita harus bayar ya, cara beretika bagaimana?” imbuhnya.

Tak hanya itu, ia juga mengkritisi kriteria pemberian vaksin gratis yang sampai saat ini belum terlihat jelas. Baginya, prioritas pemberian vaksin gratis terhadap golongan kurang mampu masih gamang.

Sebab, di tengah pandemi saat ini, puluhan juta orang terdampak dan berada di atas ambang kemiskinan.

Selain itu, Dicky pun sadar bahwa sebagian masyarakat Indonesia masih menganggap enteng Virus Corona dan enggan divaksinasi meskipun hal itu dilakukan secara gratis misalnya.

“Dalam situasi pandemi ini, angka kemiskinan melonjak, jumlah penduduk dalam kategori rawan miskin atau di batas miskin itu puluhan juta [orang] dan mereka engap-engap,” kata Dicky.

Sebelumnya, pemerintah mengaku akan fokus menargetkan penyuntikan covid-19 kepada 173 juta penduduk atau setara dengan 70 persen penduduk di tanah air. Sedangkan 30 persen lainnya tidak perlu menjalani vaksinasi, atau bisa dikatakan upaya ini dilakukan untuk memunculkan kekebalan komunitas atau herd immunity.

“Vaksin gratis itu berpengaruh sekali. Minimal herd immunity itu menurut saya untuk Indonesia harus 90 persen. Karena menetapkan standar yang tercapai tidak akan 90 persen, jadi kita harus menetapkan target setinggi mungkin,” jelasnya.

Kendati demikian, bila memang vaksinasi mandiri harus dilakukan karena faktor anggaran, Dicky meminta pemerintah serius dalam primary prevention Covid-19. Yakni, tes, telusur, dan tindak lanjut (3T).

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan vaksinasi Covid-19 bakal dibagi dalam dua skema pemberian, yang pertama pemberian vaksin gratis untuk target penerima berbagai golongan, terutama tenaga kesehatan.

Sedangkan golongan lainnya yang tidak termasuk prioritas penerima vaksin bakal diminta melakukan vaksinasi secara mandiri alias berbayar.

Gagasan itu kemudian mendapat penolakan dari sejumlah Ahli kesehatan masyarakat RI, epidemiolog hingga masyarakat luas. Petisi menuntut pemerintah mengratiskan vaksin Covid-19 pun muncul di situs www.change.org.[]

CNN

Tags: dosis vaksin COVID-19Epidemiologherd immunityMenteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartartovaksin covid-19vaksin gratis
Previous Post

BSU 636 Guru Honorer Madrasah Cair

Next Post

Registrasi Akun LTMPT untuk SNMPTN-SBMPTN Dimulai 4 Januari 2021

Related Posts

Dinilai Tak Beretika, AMPG Aceh Serukan Kader Muda Tinggalkan Haris Pratama

Dinilai Tak Beretika, AMPG Aceh Serukan Kader Muda Tinggalkan Haris Pratama

by Alfath Asmunda
28 Juli 2022
0

MASAKINI.CO - Ketua Pengurus Daerah I Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) Aceh, Ilham Akbar, menyerukan kepada kader AMPG di seluruh...

ASN Pemerintah Aceh Antusias Ikut Vaksinasi Covid-19

Selama Ramadan, Gerai Vaksin Covid-19 Tetap Buka di Aceh

by Redaksi
3 April 2022
0

MASAKINI.CO - Kepolisan Daerah (Polda) Aceh terus menggenjot pelaksanaan vaksinasi covid-19 sampai target yang ditentukan nasional, yakni 70 persen agar...

Sumpah Pemuda Jadi Momentum BRI Percepat Herd Immunity di Indonesia

Sumpah Pemuda Jadi Momentum BRI Percepat Herd Immunity di Indonesia

by Redaksi
1 November 2021
0

MASAKINI.CO - BRI terus secara aktif mendukung program vaksinasi yang telah dicanangkan oleh Pemerintah untuk membentuk Herd Immunity secara nasional...

Next Post
Registrasi Akun LTMPT untuk SNMPTN-SBMPTN Dimulai 4 Januari 2021

Registrasi Akun LTMPT untuk SNMPTN-SBMPTN Dimulai 4 Januari 2021

Sampah Plastik Masih Nodai Indahnya Pantai

Minimalisasi Pencemaran Lingkungan, Intip Cara Desa di Jawa Timur Ini Olah Sampah Jadi BBM

Discussion about this post

CERITA

Sepi Pembeli, Nurmala Tetap Setia Menjual Wajan Tanah Liat

9 Maret 2026

Belajar Menerima “Tidak”: Pelajaran Kedewasaan dari Sebuah Penolakan

8 Maret 2026

Kisah Saidah: Hanya Sempat Menyusui Sehari, Lalu Kehilangan Selamanya

3 Maret 2026

Singkirkan 4.000 Peserta, Reza Wakili Indonesia ke Rusia

27 Februari 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co