MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Rabu, Juni 24, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home Nasional

Anggaran KIPK Naik, Mahasiswa Terima Rp 12 Juta Per Semester

Alokasi 200 Ribu Mahasiswa

Redaksi by Redaksi
19 Maret 2021
in Nasional, News
0
Guru Honorer Akan Dapat Bantuan Rp 1,8 Juta dari Kemendikbud

Mendikbud Nadiem Makarim

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Mendikbud Nadiem Makarim dalam rapat kerja bersama Komisi IX DPR kemarin (18/3), mengungkapkan dapat segera dilaksanakannya pembelajaran tatap muka (PTM).

Menurut Nadiem, Indonesia sangat tertinggal dalam kebijakan pembukaan sekolah. Dari 23 negara di kawasan Asia Timur dan Pasifik, 85 persen sudah membuka sekolah untuk PTM.

RelatedPosts

Aceh Dapat Tambahan SLB Negeri Baru Tahun Ini

BSI Matangkan Pembukaan Kantor di Arab Saudi, Perkuat Layanan Haji dan Umrah

UIN Ar-Raniry Wisuda 2.060 Lulusan, Mahasiswa Korea Selatan Turut Raih Gelar Magister

Nadiem yakin pembukaan sekolah lebih aman setelah vaksinasi guru dan tenaga kependidikan rampung. Sebab, menurut data, risiko tinggi Covid-19 umumnya didapati pada kelompok usia 31–51 tahun.

Sementara itu, risiko pada anak relatif rendah dan secara umum bergejala ringan. Selain itu, transmisi Covid-19 pada anak sebetulnya terjadi dalam kegiatan sosial di luar ruang kelas, bukan di dalam kelas. Itu pun mereka tertular dari orang dewasa.

”Dari sisi fatality rate, orang muda, apalagi anak-anak, sangat-sangat kecil. Semua riset global menunjukkan bahwa rate infection anak-anak lebih rendah daripada orang-orang dewasa atau yang lebih dewasa,” paparnya. Karena itu, vaksinasi tahap awal untuk guru dan tenaga kependidikan sudah tepat.

Nadiem juga meminta kepala satuan pendidikan, pemerintah daerah, dan kanwil Kemenag untuk memantau pelaksanaan PTM. Bila ditemukan kasus konfirmasi positif, PTM terbatas tersebut wajib dihentikan sementara.

Dalam kesempatan yang sama, alumnus Harvard University tersebut turut menjabarkan soal kebijakan kartu Indonesia pintar kuliah (KIPK). Nadiem mengungkapkan, kebijakan itu mengalami beberapa perubahan.

Pertama, bila sebelumnya besaran KIPK dipukul rata untuk semua mahasiswa, mulai tahun ini tidak lagi. Mahasiswa tak lagi menerima bantuan Rp 2,4 juta per semester.

”Sebelumnya, semua anak mau masuk universitas apa pun diberi standar Rp 2,4 juta per semester. Padahal, ada sekolah yang sampai Rp 10 juta, Rp 12 juta per semester, dan ada yang lebih tinggi,” jelasnya.

Hal itu, kata dia, membuat anak-anak kurang mampu yang sejatinya berprestasi tak lagi percaya diri masuk ke kampus mahal. Padahal, KIPK dibuat dengan intensi untuk social mobility. Dengan begitu, bisa meningkatkan pembiayaan anak-anak kurang mampu di seluruh Indonesia agar dapat bermimpi besar.

”Tapi, ketika dipukul rata, jadinya impian kita untuk anak kurang mampu bisa mencapai eselon tertinggi dari prestasi dan pekerjaan tertinggi tidak tercapai,” terangnya.

Melihat kondisi itu, Kemendikbud sepakat menaikkan anggaran KIPK dari Rp 1,3 triliun menjadi Rp 2,5 triliun. Namun, mekanismenya berbeda. Penyaluran kini dilakukan dengan memperhatikan akreditasi program studi tempat mahasiswa diterima.

Misalnya, prodi A. Dana KIPK akan diberikan dengan kisaran Rp 8 juta–Rp 12 juta per semester. Kemudian, program B Rp 4 juta per semester dan program C Rp 2,4 juta per semester. ”Jumlah penerimanya tidak berubah, 200 ribu mahasiswa,” ungkapnya.

Hal itu juga diikuti besaran biaya hidup yang akan disesuaikan dengan indeks kemahalan. Dia mencontohkan, mahasiswa yang kuliah di Jakarta tentu akan menerima dana lebih besar karena biaya hidup lebih mahal. Dengan perubahan itu, dia berharap anak-anak yang dulu tidak berani masuk ke universitas mahal kini bisa mencapainya.

JAWAPOS

Tags: kartu Indonesia pintar kuliah (KIPK)mahasiswaMendikbud Nadiem Makarimpembelajaran tatap muka (PTM)
Previous Post

Sri Mulyani : Investor Mumet Tanam Modal di Indonesia

Next Post

Korsleting Listrik, Rumah di Aceh Utara Ludes Terbakar

Related Posts

Mahasiswa Diajak Aktif Melapor, Pemko Banda Aceh Dorong Pengawasan Pelayanan Publik Lewat Aplikasi Digital

by Redaksi
18 Juni 2026
0

MASAKINI.CO – Pemerintah Kota Banda Aceh mendorong mahasiswa untuk lebih aktif mengawasi pelayanan publik melalui pemanfaatan platform pengaduan digital. Langkah...

Polisi Bongkar Gudang Rokok Ilegal di Asrama, Dua Mahasiswa Diamankan

by Riska Zulfira
24 April 2026
0

MASAKINI.CO - Peredaran rokok ilegal di Banda Aceh terbongkar. Dua mahasiswa asal Bireuen diamankan aparat Satreskrim Polresta Banda Aceh setelah...

842 Mahasiswa UIN Ar-Raniry Terdampak Banjir Terima Pembayaran UKT Tahap I

842 Mahasiswa UIN Ar-Raniry Terdampak Banjir Terima Pembayaran UKT Tahap I

by Ulfah
23 Februari 2026
0

MASAKINI.CO — Sebanyak 842 mahasiswa UIN Ar-Raniry yang terdampak banjir dan longsor di Aceh telah menerima pembayaran Uang Kuliah Tunggal...

Next Post
Korsleting Listrik, Rumah di Aceh Utara Ludes Terbakar

Korsleting Listrik, Rumah di Aceh Utara Ludes Terbakar

Potret Natalina Merawat Kucing Jalanan

Potret Natalina Merawat Kucing Jalanan

Discussion about this post

CERITA

Dari Lahan Penggembalaan ke Destinasi Favorit, Savana Indrapuri Sedot Ribuan Pengunjung

24 Mei 2026

Dari Dapur Rumahan ke Tanah Suci, Keumamah Aceh Diburu Jemaah Haji

19 Mei 2026

Menabung dari Lumpur Sawah, Halimah Berangkat Haji di Usia 85 Tahun

12 Mei 2026

Ranup yang Perlahan Asing di Tanahnya Sendiri

7 Mei 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co