MASAKINI.CO – Komposisi tenaga kerja di Aceh hingga Februari 2026 masih didominasi oleh lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA). Hal ini disampaikan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Aceh, Agus Andria, berdasarkan hasil Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas).
Agus mengungkapkan bahwa lulusan SMA menempati porsi terbesar dalam struktur tenaga kerja dengan persentase mencapai 36,70 persen. Sebaliknya, lulusan diploma I/II/III menjadi kelompok dengan jumlah paling kecil, yakni hanya 4,02 persen.
“Distribusi ini menunjukkan bahwa tenaga kerja di Aceh masih didominasi oleh pendidikan menengah, dan pola ini relatif sama dibandingkan Februari tahun sebelumnya,” ujar Agus, Rabu (6/5/2026).
Secara keseluruhan, jumlah penduduk usia kerja di Aceh tercatat sebanyak 4,19 juta orang pada Februari 2026. Angka ini meningkat 66.510 orang dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Dari total tersebut, sebanyak 2,66 juta orang masuk dalam kategori angkatan kerja, sedangkan 1,53 juta lainnya tergolong bukan angkatan kerja.
“Adapun dari total angkatan kerja, sebanyak 2,5 juta orang tercatat bekerja dan 156.230 orang lainnya masih menganggur. Jika dibandingkan tahun lalu, jumlah penduduk bekerja menurun 55.340 orang, sementara jumlah pengangguran meningkat 7.430 orang,” jelasnya.
Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) pada Februari 2026 berada di angka 63,44 persen, menurun dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Jika dilihat berdasarkan jenis kelamin, TPAK laki-laki mencapai 81,45 persen, jauh lebih tinggi dibandingkan perempuan yang hanya 45,50 persen.
Sementara itu, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Aceh tercatat sebesar 5,88 persen. Angka tersebut menunjukkan bahwa dari setiap 100 orang angkatan kerja, sekitar lima hingga enam orang masih belum memperoleh pekerjaan.
“Angka ini juga menunjukkan peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya,” ujarnya.
Dari sisi lapangan usaha, sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan masih menjadi penyerap tenaga kerja terbesar dengan kontribusi 41,39 persen. Posisi berikutnya ditempati sektor perdagangan besar dan eceran sebesar 13,41 persen, serta sektor pendidikan sebesar 6,97 persen.
Untuk status pekerjaan, mayoritas penduduk bekerja berstatus sebagai buruh, karyawan, atau pegawai dengan persentase 31,44 persen.
“Di sisi lain, pekerja informal masih mendominasi dengan porsi 64,15 persen, sementara pekerja formal hanya 35,85 persen,” kata Agus.
Jika dilihat dari jam kerja, sebagian besar tenaga kerja termasuk dalam kategori pekerja penuh dengan persentase 60,47 persen. Sementara itu, sisanya merupakan pekerja tidak penuh, yang terdiri dari setengah pengangguran sebesar 10,69 persen dan pekerja paruh waktu sebesar 28,84 persen.









Discussion about this post