MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Rabu, Juli 15, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home News

Disdik Aceh: Penilaian Rektor USK Terhadap Mutu Pendidikan Aceh Tak Konstruktif

Redaksi by Redaksi
29 Juni 2021
in News
0
Disdik Aceh: Penilaian Rektor USK Terhadap Mutu Pendidikan Aceh Tak Konstruktif

Kepala Bidang Pembinaan Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Dinas Pendidikan Aceh, Muksalmina. (foto: istimewa)

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Alhudri melalui Plt. Kepala Bidang Pembinaan Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK), Muksalmina, menyayangkan pernyataan Rektor Universitas Syiah Kuala (USK) yang tidak konstruktif menilai terkait mutu pendidikan Aceh.

“Saat ini kita sedang bekerja keras untuk terus membangun mutu dan kualitas pendidikan di Aceh. Alhamdulilah kerja keras tersebut kini sudah mulai menunjukkan hasil. Perlahan tapi pasti anak-anak didik kita sudah mulai banyak diterima pada perguruan tinggi negeri,” kata Muksalmina, Selasa (29/6/2021).

RelatedPosts

USK Himpun Peneliti Internasional Bahas Infrastruktur Tangguh Hadapi Perubahan Iklim

Illiza Serahkan LKPJ APBK 2025, DPRK Soroti Dampak Anggaran bagi Masyarakat

UIN Ar-Raniry Tambah Enam Guru Besar, Jumlah Profesor Kini Capai 66 Orang

Selain itu, dia menyebut guru PNS yang sudah memiliki sertifikat pendidik semakin bertambah banyak. Juga beberapa capain prestasi lainnya baik di tingkat nasional maupun internasional yang dicapai oleh para guru dan siswa.

“Penempatan rangking pendidikan Aceh di tingkat 24 oleh rektor USK menurut kami tidak memiliki landasan empiris yang cukup kuat, kita tidak tahu apa penyataan ini merupakan pernyataan pribadi beliau ataupun atas nama bapak rektor USK,” ungkapnya.

Menurutnya, USK adalah sebuah lembaga pendidikan bukanlah lembaga survey, sehingga penyataan tersebut akan dapat menyesatkan opini publik.

“Menurut hemat kami, peringkat pendidikan suatu daerah tidak bisa serta merta ditentukan dengan hanya melihat satu dimensi saja. Jika kita mengukur mutu pendidikan hanya berdasarkan kemampuan anak jenjang SMA menjawab soal SBMPTN itu sangat keliru,” ujarnya.

Lebih lanjut, Muksalmina menjelaskan pendidikan Aceh memiliki landasan Dinul Islam sehingga banyak lulusan SMA yang berprestasi juga melanjutkan pendidikan ke pondok pesantren atau pendidikan keagamaan, baik didalam maupun luar negeri dan ada juga yang masuk ke sekolah kedinasan.

“Sedangkan lulusan SMK juga banyak yang langsung bekerja setelah tamat dari sekolah. Karena mereka sudah memiliki suatu keahlian dan langsung diterima di Industri Dunia Usaha dan Dunia Kerja (IDUKA) atau membuka usaha mandiri,” sebutnya.

Pihaknya berharap agar rektor USK dapat membangun sinergitas yang baik dengan semua stakeholder pendidikan yang ada di Aceh. Karena, selama ini kerjasama antara USK dan Disdik terus terjalin melalui pelaksanaan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) mahasiswa FKIP di satuan pendidikan jenjang SD, SMP dan SMA seluruh Aceh.

“Guru-guru kita tetap membimbing mereka dengan baik dan tekun tanpa kita membebankan biaya apapun. Sehingga mereka dapat merasakan langsung dunia pendidikan sebelum menerima gelar sarjana, namun saat pak rektor terus menerus menyudutkan hasil kerja keras guru-guru kita di sekolah tentu ini akan sangat melukai hati mereka,” tuturnya.

Meski demikian, Muksalmina juga mengakui semua pihak merasakan kesulitan pada masa pandemi Covid-19, tidak terkecuali para guru, mereka harus menyesuaikan pola pembelajaran secara daring yang mana sistem ini tidak pernah mereka dapat di bangku kuliah. Namun mereka harus berjibaku kembali mengikuti pelatihan-pelatihan untuk mengoptimalkan proses pendidikan secara daring.

“Mungkin USK bisa mengambil perannya dengan mengupgrade ilmu kembali kepada para lulusannya dengan kondisi dunia pendidikan terkini, ini akan lebih bermanfaat dari pada mencoba membuat rangking-rangkingan pendidikan yang tidak perlu,” pungkasnya.

Reporter: Ahlul Fikar

Tags: acehDinas Pendidikan AcehpendidikanRektor USK
Previous Post

Kisah Farida Meraih Sukses Berkat Jadi Agen BRILink

Next Post

Pemerintah Aceh Komit Kelola SDA sesuai UUPA

Related Posts

Aceh Kekurangan Guru SLB, Sejumlah Anak Berkebutuhan Khusus Terpaksa Antre Sekolah

by Riska Zulfira
24 Juni 2026
0

MASAKINI.CO – Keterbatasan tenaga pendidik khusus masih menjadi tantangan besar dalam layanan pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus di Aceh. Meski tahun...

Aceh Dapat Tambahan SLB Negeri Baru Tahun Ini

by Riska Zulfira
23 Juni 2026
0

MASAKINI.CO – Provinsi Aceh akan memiliki tambahan satu Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri pada 2026. Kehadiran sekolah baru tersebut diharapkan...

Puluhan Sekolah Terdampak Bencana di Aceh Belum Direlokasi karena Terkendala Lahan

by Riska Zulfira
23 Juni 2026
0

MASAKINI.CO – Proses pemulihan sekolah terdampak bencana di Aceh masih menghadapi kendala ketersediaan lahan. Dari 63 sekolah yang harus direlokasi...

Next Post
Pemerintah Aceh Komit Kelola SDA sesuai UUPA

Pemerintah Aceh Komit Kelola SDA sesuai UUPA

Lagi, Warga Aceh Timur Terpapar Gas PT Medco

Kembali Jatuh Korban, DPRA Minta PT Medco Ditutup Sementara

Discussion about this post

CERITA

Pemkab Aceh Besar Umumkan Hasil Seleksi Administrasi JPT Pratama, 50 Peserta Lolos

14 Juli 2026

Keberanian yang Mengantar Ghaisya ke Podium Emas

8 Juli 2026

Menunggu Rezeki di Bawah Tenda Musim Durian

28 Juni 2026

Dari Lahan Penggembalaan ke Destinasi Favorit, Savana Indrapuri Sedot Ribuan Pengunjung

24 Mei 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co