MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Kamis, Mei 28, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home News

Taliban berkuasa kembali di Afghanistan, Siapa Saja Pemimpinnya?

Masa Kini by Masa Kini
18 Agustus 2021
in News
0
Taliban berkuasa kembali di Afghanistan, Siapa Saja Pemimpinnya?

Sejumlah milisi Taliban berjaga di sepanjang jalan dekat Lapangan Zanbaq, Kota Kabul. (sumber foto: AFP/BBCIndonesia.com)

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Taliban telah mengejutkan dunia setelah menguasai kembali Afghanistan hanya dalam waktu 10 hari, cepat mengambil alih kendali kota-kota besar dan kecil. Masih belum jelas siapa yang nantinya akan mengambil tampuk pemerintahan baru. Berikut beberapa pemimpin Taliban yang dihimpun dari BBC Indonesia.

Hibatullah Akhundzada

RelatedPosts

40 Mobil Hias Meriahkan Pawai Takbiran, Ribuan Warga Tumpah Ruah di Lambaro

Jemaah Haji Asal Aceh Tamiang Wafat di Arafah, Total Dua Jemaah Aceh Meninggal di Tanah Suci

Harga Sawit Anjlok, Pemerintah Minta 139 PKS Segera Sesuaikan Pembelian TBS Petani

Dia menjadi panglima tertinggi Taliban pada Mei 2016. Pada periode 1980an, dia terlibat dalam perlawanan Islam melawan kampanye militer Soviet di Afghanistan, tapi reputasinya lebih dari sekadar pemimpin agama dibandingkan pemimpin militer. Akhundzada bekerja sebagai kepala Pengadilan Syariah pada 1990an.

Setelah pertama kali mendapat kekuasaan pada 1990an, Taliban mempromosikan dan mendukung hukuman sesuai dengan interpretasi mereka yang sempit mengenai hukum Islam: mereka mengeksekusi pembunuh dan penzina di muka umum, dan memotong anggota tubuh pencuri.

Di bawah kepemimpinan tertutup Mullah Mohammed Omar (yang diperkirakan meninggal pada 2013), Taliban juga melarang adanya televisi, musik, bioskop, rias wajah, dan melarang perempuan berusia 10 atau lebih untuk duduk di bangku sekolah.

Akhundzada diyakini berusia 60an, dan menjalani sebagian besar hidupnya di Afghanistan.

Bagaimana pun, menurut para pakar, dia mempertahankan hubungan dekat dengan apa yang disebut “Quetta Shura” – Para pemimpin Taliban Afghan yang dikatakan berbasis di kota Quetta, Pakistan.

Sebagai panglima tertinggi kelompok tersebut, Akhundzada bertanggung jawab atas urusan politik, militer dan agama.

Abdul Ghani Baradar

Mullah Abdul Ghani Baradar adalah satu dari empat tokoh laki-laki yang mendirikan Taliban pada 1994. Dia menjadi ujung tombak pemberontakan setelah Taliban digulingkan oleh invasi AS pada 2001.

Tapi dia ditangkap dalam operasi gabungan AS-Pakistan di Kota Karachi, Pakistan Selatan, Februari 2010. Dia menjalani hukuman penjara selama delapan tahun, sampai akhirnya dibebaskan sebagai bagian dari rencana untuk memfasilitasi proses perdamaian. Dia telah menjadi kepala kantor politik di Qatar sejak Januari 2019.

Pada 2020, Baradar menjadi pemimpin pertama Taliban yang berkomunikasi secara langsung dengan presiden AS setelah melakukan perbincangan dengan Donald Trump. Hari ini, Abdul Ghani Baradar adalah pemimpin politik utama Taliban.

“Kami memperoleh kemenangan yang tak disangka-sangka.. sekarang, ini adalah tentang bagaimana kami melayani dan melindungi rakyat kami,” kata Baradar dalam sebuah pernyataan yang direkam di Doha, ibu kota Qatar, di mana dia menjadi bagian dari tim negosiasi Taliban dalam perundingan damai.

Mohammad Yaqoob

Mohammad Yaqoob adalah anak dari pendiri Taliban, Mullah Mohammed Omar. Dia diyakini berusia kurang lebih dari 30 tahun, dan masih mengambil peran sebagai pemimpin operasi militer Taliban.

Setelah kematian mantan pemimpin Taliban, Akhtar Mansour pada 2016, sejumlah militan menginginkan Yaqoob menjadi panglima tertinggi yang baru, tapi sebagian lainnya merasa bahwa dia masih terlalu muda dan kurang pengalaman. Menurut laporan media lokal, Yaqoob tinggal di Afghanistan.

Sirajuddin Haqqani

Sirajuddin Haqqani adalah salah satu wakil pimpinan tertinggi Taliban. Setelah kematian ayahnya, Jalaluddin Haqqani, dia menjadi pemimpin baru dari jaringan Haqqani, yang telah dihubung-hubungkan dengan sejumlah serangan paling kejam di Afghanistan saat melawan pasukan pemerintah dan sekutu Barat dalam beberapa tahun terakhir.

Jaringan Haqqani merupakan salah satu yang paling kuat dan ditakuti di dalam kelompok Taliban. Sebagian orang mengatakan, geng mereka lebih berpengaruh dibandingkan kelompok ISIS di Afghanistan.

Kelompok tersebut, yang dilabeli oleh AS sebagai organisasi teroris, berperan mengawasi keuangan dan aset militer Taliban di sepanjang perbatasan Pakistan-Afghanistan. Haqqani diyakini berusia sekitar 45 tahun, dan keberadaannya tidak diketahui.

Abdul Hakeem

Pada September 2020, Taliban menunjuk Abdul Hakem sebagai kepala tim negosiasi Taliban yang baru di Doha. Dia diyakin berusia sekitar 60 tahun. Ia dilaporkan mengelola sebuah madrasah – sekolah Islam – di Quetta, Pakistan, sekaligus mengawasi sistem peradilan Taliban.

Banyak pemimpin senior Taliban dilaporkan mengungsi ke Quetta, untuk menggerakan para militan dari sana. Tapi Islamabad telah membantah tentang keberadaan “Quetta Shura”.

Hakeem juga mengepalai dewan ulama yang kuat diyakini sebagai salah satu yang paling dekat dengan panglima tertinggi, Akhundzada.

Sumber: BBC Indonesia

Tags: AfghanistanPemerintahanPerangTaliban
Previous Post

Pemkot Sabang Terus Gencarkan Vaksinasi & Sosialisasi Pencegahan Covid-19

Next Post

LSGK Minta Pembunuh Gajah di Aceh Timur Dihukum Sampai Ada Efek Jera

Related Posts

Jamaah Masjid Baiturrahman Lhokseumawe Galang Dana untuk Palestina

Jamaah Masjid Baiturrahman Lhokseumawe Galang Dana untuk Palestina

by Alfath Asmunda
23 Oktober 2023
0

MASAKINI.CO - Jamaah Masjid Baiturrahman (MBR) Lhokseumawe menggalang donasi untuk rakyat Palestina. Selama sepekan penggalangan dana dilakukan, berhasil terkumpul uang...

Belanda Akan Kembalikan Ratusan Benda Bersejarah Milik Indonesia

Belanda Akan Kembalikan Ratusan Benda Bersejarah Milik Indonesia

by Alfath Asmunda
6 Juli 2023
0

MASAKINI.CO - Pemerintah Belanda bakal mengembalikan ratusan benda bersejarah yang pernah 'dirampas' negara itu dari Indonesia dan Sri Lanka saat...

Perang Saudara Pecah di Sudan, 26 Warga Aceh Dievakuasi ke Tanah Air

Perang Saudara Pecah di Sudan, 26 Warga Aceh Dievakuasi ke Tanah Air

by Alfath Asmunda
29 April 2023
0

MASAKINI.CO - Sebanyak 26 dari 56 warga asal Aceh yang dievakuasi dari Sudan telah tiba di Jakarta, Jumat (28/4/2023) kemarin....

Next Post
Mahout di CRU Cot Girek Diserang Gajah Liar

LSGK Minta Pembunuh Gajah di Aceh Timur Dihukum Sampai Ada Efek Jera

Di Tengah Pandemi, BRI Mencatatkan 5,7 Milyar Transaksi e-Channel Selama Triwulan II 2021

Di Tengah Pandemi, BRI Mencatatkan 5,7 Milyar Transaksi e-Channel Selama Triwulan II 2021

Discussion about this post

CERITA

Dari Lahan Penggembalaan ke Destinasi Favorit, Savana Indrapuri Sedot Ribuan Pengunjung

24 Mei 2026

Dari Dapur Rumahan ke Tanah Suci, Keumamah Aceh Diburu Jemaah Haji

19 Mei 2026

Menabung dari Lumpur Sawah, Halimah Berangkat Haji di Usia 85 Tahun

12 Mei 2026

Ranup yang Perlahan Asing di Tanahnya Sendiri

7 Mei 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co