MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Kamis, Agustus 27, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home Daerah

Fenomena Kulminasi di Banda Aceh, Waktu Salat Zuhur Tak Bergeser

Redaksi by Redaksi
8 September 2021
in Daerah
0
Fenomena Kulminasi di Banda Aceh, Waktu Salat Zuhur Tak Bergeser

Fenomena hari tanpa bayangan di Banda Aceh. (foto: untuk masakini.co)

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Tim Falakiyah Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh melakukan kalibrasi waktu salat pada saat fenomena hari tanpa bayangan di Kota Banda Aceh pada Rabu, (8/9/2021) sekira pukul 12.36.25 WIB atau saat masuknya waktu Zuhur.

Kalibrasi waktu salat dilakukan di lantai tiga Kanwil Kemenag Aceh dengan menggunakan peralatan sederhana seperti mizwala, istiwaaini, dan beberapa benda tegak tidak berongga seperti spidol yang ditegakkan di atas media datar.

RelatedPosts

Banda Aceh Masuk 10 Kota Mitra Nasional Garuda Spark Innovation Hub

Wagub Aceh Minta SKPA Terbuka ke Publik, Informasi Pemerintahan Harus Cepat dan Akuntabel

Seoul Dukung Banda Aceh Bangun Perpustakaan Outdoor di Taman Bustanussalatin

Kepala Bidang Penerangan Agama Islam Zakat dan Wakaf (Penaiszawa) Kanwil Kemenag Aceh, Azhari mengatakan, fenomena alam yang juga disebut kulminasi utama ini terjadi dua kali dalam setahun, dan seluruh wilayah di Aceh akan mengalami fenomena alam ini dalam waktu yang tidak bersamaan.

Azhari menjelaskan, berdasarkan hasil kalibrasi waktu salat yang dilakukan oleh Falakiyah Kemenag Aceh pada hari ini disimpulkan bahwa waktu salat Zuhur untuk Banda Aceh pada Rabu, 8 September tepat pada pukul 12.36 WIB.

“Sesuai tupoksi kami di Kementerian Agama, hari ini kami pastikan bahwa waktu Zuhur di Banda Aceh pada pukul 12.36 WIB karena pas bayang tadi 12.35 WIB, begitu pukul 12.36 WIB sudah tergelincir jadi dalam istilah fikih ini namanya waktu zawa jadi bergeser sedikit dari benda yang kita pancang maka itulah waktu Zuhur,” katanya.

Azhari menjelaskan fenomena alam ini dapat dimanfaatkan oleh masyarakat untuk menghitung waktu salat Zuhur dengan menambahkan 2-4 menit waktu ikhtiyat pada waktu kulminasi.

“Kalibrasi dilakukan saat waktu salat dengan meletakkan benda yang tegak di bawah sinar matahari. Pada saat matahari sedang berada di posisi lintang yang sama dengan pengamat di Aceh, matahari akan tepat berada di atas kepala pengamat tersebut dan bayangan yang dihasilkan akan tepat jatuh ke bawahnya,” katanya.

Sementara itu, Ahli Falakiyah Kanwil Kemenag Aceh Alfirdaus Putra mengatakan, kalibrasi waktu salat bisa dilakukan setiap hari.

Hanya saja, kata Firdaus, fenomena alam ini memudahkan masyarakat umum untuk melakukan kalibrasi waktu salat di tempat masing-masing.

“Kalau untuk penelitian setiap hari bisa, namun kalau untuk masyarakat umum yang paling mudah ketika terjadi waktu kulminasi ini karena masyarakat umum tidak menghitung, hanya melihat saja. Kalau hanya untuk melihat, hari ini paling cocok,” ujarnya.

Alfirdaus menjelaskan, kalibrasi waktu salat pada hari ini hanya untuk memastikan jadwal waktu salat yang beredar di masyarakat sudah tepat atau tidak.

“Waktu salat dikeluarkan oleh bermacam-macam organisasi, untuk membuktikan jadwal waktu salat itu benar atau tidak bisa dicek hari ini. Kalau tidak sesuai atau bergeser terlalu jauh konfirmasi ke Kementerian Agama akan kita berikan waktu salat yang tepat,” ungkap Firdaus.

Tags: acehhari tanpa bayanganKalibrasiSalat
Previous Post

KuALA Galang Dana untuk Keluarga Pokmaswas Konservasi

Next Post

Dirut BRI Terpilih Sebagai Best CEO dan BRI Raih 3 Penghargaan Infobank Awarding 2021

Related Posts

Mendikdasmen Resmikan Revitalisasi 59 Sekolah di Simeulue

by Ahlul Fikar
26 Agustus 2026
0

MASAKINI.CO – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti meresmikan 59 satuan pendidikan di Kabupaten Simeulue, Aceh, yang telah...

BMKG Peringatkan Potensi Cuaca Ekstrem hingga Akhir Mei

by Riska Zulfira
23 Mei 2026
0

MASAKINI.CO – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai potensi cuaca ekstrem yang masih berpeluang terjadi di...

Kacang Koro Jadi Alternatif Pangan, Tempe Lokal Dikembangkan di Aceh

by Aininadhirah
29 April 2026
0

MASAKINI.CO – Kacang koro mulai dilirik sebagai alternatif pangan lokal yang potensial di Aceh. Komoditas ini dinilai mampu menjadi bahan...

Next Post
Pasca Holding Ultra Mikro, Kinerja Saham BBRI Akan Makin Solid

Dirut BRI Terpilih Sebagai Best CEO dan BRI Raih 3 Penghargaan Infobank Awarding 2021

Sengkarut Masalah Penggunaan Pukat Harimau di Laut Aceh

Sengkarut Masalah Penggunaan Pukat Harimau di Laut Aceh

Discussion about this post

CERITA

Jumadin Bawa Kupiah Meukeutop Aceh Menatap Pasar Dunia

25 Agustus 2026

Dari Banda Aceh ke Pelosok Papua, Reza Mencari Potensi yang Tersembunyi di Teluk Wondama

12 Agustus 2026

Sepuluh Tahun Menjaga Tradisi Merah Putih, Kisah Safura Merawat Rezeki dari Lapak Bendera

4 Agustus 2026

Liberika Tangse, Kopi Langka Beraroma Nangka

20 Juli 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co