MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Rabu, Maret 11, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home Headline

Alam Memberi Tanpa Pamrih di Sigantang Sira

Masa Kini by Masa Kini
11 September 2021
in Headline
0
Alam Memberi Tanpa Pamrih di Sigantang Sira

Maimunzir saat menghibur peserta Kemah Jurnalistik FJL Aceh di Bukit Sigantang Sira, Aceh Selatan. (foto: masakini.co/Missanur Refasesa)

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Pria berhidung mancung itu masuk ke Sigantang Sira waktu matahari hampir sepenggala. Bersamanya, turut hadir beberapa orang lainnya. Mereka semua “orang penting” di jajaran Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan.

Dia adalah Teungku Amran, Bupati Aceh Selatan. Senyumnya merekah usai turun dari kuda besi yang baru saja meliuk-liuk menanjak bukit Sigantang Sira, Sabtu (11/9).

RelatedPosts

Gamis Melayu “Bini Orang” Jadi Primadona Lebaran Tahun 2026

Sampel MBG Simpang Mamplam Diuji BBPOM Aceh, Hasil Keluar 4–5 Hari

Nyaris 200 Anak Diduga Keracunan MBG di SP Mamplam, Polisi Segel Lokasi

Senyum sang bupati dilempar kepada puluhan jurnalis yang sudah menunggunya di sana. Spontan, seorang jurnalis memainkan gitar. Dipetiknya senar sambil melantunkan tembang yang tercipta sebelum beberapa jam kedatangan Teungku Amran.

“Belajar sama-sama, bertanya sama-sama, kerja sama-sama, semua orang itu guru, alam raya sekolahku, sejahteralah bangsaku.”  

Lirik itu keluar dari suara bariton Maimunzir. Pria ini selain akrab dengan kamera video untuk kerja jurnalistik, juga berkawan dekat dengan mikrofon dan alat musik.

Maimunzir bilang, lagu tersebut dibuatnya untuk semua yang ada di Sigantang Sira sebagai pengingat bahwa alam adalah mahaguru.

“Biar kita semua sadar saat ini kita berguru sama mahaguru, saat inilah, di alam Aceh Selatan,” katanya.

Lantunan lagu jurnalis cum seniman itu semakin membuat senyum Teungku Amran bak kelopak bunga disiram embun pagi. Merekah sempurna.

“Lagunya bagus,” puji Teungku Amran. Dia kemudian merapat duduk bersama puluhan pewarta yang tergabung dalam Forum Jurnalis Lingkungan (FJL) Aceh.

Mereka duduk di bawah tenda. Bercakap-cakap sambil menyantap kudapan. Pertemuan santai tersebut berlangsung hangat, sesekali suara tawa pecah berderai. Teungku Amran tampak menikmati persamuhan itu.

Bukan tanpa alasan FJL Aceh mengundang sang bupati ke Sigantang Sira. Sebagai orang nomor satu di Aceh Selatan, tentu Teungku Amran punya pengaruh lewat kebijakannya mengelola lingkungan agar lebih baik di daerah tersebut.

FJL Aceh tak menyia-nyiakan kesempatan itu. Lewat kegiatan Kemah Jurnalistik yang diisi dengan saling tukar pengetahuan terkait isu-isu lingkungan, mereka mengundang Teungku Amran.

Acara yang digelar selama tiga hari itu mendatangkan 21 jurnalis dari seluruh Tanah Seulanga. FJL Aceh juga melibatkan puluhan mahasiswa dari sejumlah kampus di Aceh yang tertarik mengikuti isu lingkungan.

Jurnalis yang berhimpun di sana punya misi agar pemangku kebijakan menaruh perhatian serius kala mengurusi persoalan yang tak hanya berdampak terhadap alam, namun juga manusia yang mendiaminya.

Selain itu, FJL Aceh juga konsen mengkampanyekan lokasi wisata yang berbasis ekowisata dan pro terhadap kelestarian lingkungan.

Teungku Amran pun mengaku setuju dengan pandangan FJL Aceh tersebut. Menurutnya, tempat pelesir yang menerapkan konsep ekowisata sudah menjadi kebutuhan di tengah masyarakat saat ini.

“Saya mendukung dan konsisten mengembangkan ekowisata. Karena ke depannya yang diharapkan adalah wisata yang terbuka alamnya, dan ini Sigantang Sira sangat cocok,” kata Teungku Amran.

Mendengar ucapan sang bupati, pemilik Sigantang Sira Teungku Abrar Muda kian optimis mengembangkan lokasi itu ke depannya.

Dia bilang, Sigantang Sira bukan sekedar tempat pelesir untuk melepas penat semata. Melainkan ada edukasi kepada pengunjung tentang lingkungan.

Di samping itu, Bukit Sigantang Sira yang terletak di Kecamatan Trumon ini juga telah dikonsep menjadi salah satu kawasan riset dunia pendidikan di Aceh. Di sana, beragam biodiversity tersedia menunggu para periset datang.

“Namun yang paling penting, Sigantang Sira ini harus berdampak positif bagi warga sekitar,” ujar Teungku Abrar Muda. “Semoga angka pengangguran di Aceh Selatan dapat berkurang,” tambahnya lagi.

Dia ingin melihat senyum kebahagiaan masyarakat Aceh Selatan atas kehadiran Sigantang Sira.

“Saya yakin ini akan menjadi salah satu pusat wisata di Aceh,” katanya.

Sekali lagi, lirik lagu spontan Maimunzir yang menyebut bahwa alam adalah guru kian benderang terpancar dari Bukit Sigantang Sira. Sebagaimana guru, pahlawan tanpa tanda jasa itu, demikian jugalah alam. Memberi tanpa pamrih.

Reporter: Missanur Refasesa

Tags: acehAceh SelatanBukit Sigantang SiraEkowisataFJL Aceh
Previous Post

Paulo Henrique Persembahkan Kemenangan Perdana Persiraja di Liga 1

Next Post

Wakil Rakyat Pidie Bantu Korban Kebakaran Tangse

Related Posts

Hujan Guyur Wilayah Aceh Selatan, Simpang Mutiara Sempat Tergenang Banjir

by Aininadhirah
12 Februari 2026
0

MASAKINI.CO - Derasnya hujan yang mengguyur wilayah Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Selatan, menyebabkan banjir di Desa Simpang Mutiara pada Rabu...

Lebih dari Dua Bulan Pascabencana, 13 Desa di Aceh Masih Gelap Tanpa Listrik

by Riska Zulfira
11 Februari 2026
0

MASAKINI.CO - Sebanyak 13 desa di wilayah terdampak bencana di Aceh hingga kini masih belum teraliri listrik. Padahal, bencana telah...

Meugang, Tradisi Turun-Temurun Aceh Menyambut Ramadan

by Aininadhirah
4 Februari 2026
0

MASAKINI.CO - Setiap dua hari menjelang Ramadan, Aceh memasuki babak waktu yang berbeda. Jalanan menuju pasar menjadi lebih padat, suara...

Next Post
Wakil Rakyat Pidie Bantu Korban Kebakaran Tangse

Wakil Rakyat Pidie Bantu Korban Kebakaran Tangse

Banjir Bonus Pemain Persiraja Usai Kalahkan PSS Sleman

Banjir Bonus Pemain Persiraja Usai Kalahkan PSS Sleman

Discussion about this post

CERITA

Culture Shock Ramadan Banda Aceh bagi Mahasiswa Non-Muslim

11 Maret 2026

Sepi Pembeli, Nurmala Tetap Setia Menjual Wajan Tanah Liat

9 Maret 2026

Belajar Menerima “Tidak”: Pelajaran Kedewasaan dari Sebuah Penolakan

8 Maret 2026

Kisah Saidah: Hanya Sempat Menyusui Sehari, Lalu Kehilangan Selamanya

3 Maret 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co