MASAKINI.CO – Pasokan listrik di Aceh mulai berangsur normal setelah gangguan pada jaringan transmisi Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) 275 kilovolt Muara Bungo–Sungai Rumbai di Jambi menyebabkan pemadaman di sejumlah wilayah.
Hingga Sabtu (23/5/2026), PLN mencatat sebanyak 79 persen jaringan distribusi atau penyulang listrik di Aceh telah kembali beroperasi.
General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Aceh, Eddi Saputra, mengatakan proses pemulihan terus dilakukan secara bertahap dengan mengerahkan ratusan personel ke berbagai daerah terdampak. Fokus utama saat ini adalah menormalkan gardu induk yang belum beroperasi agar seluruh pelanggan dapat kembali menikmati layanan listrik secara penuh.
Dari total 21 gardu induk yang tersebar di Aceh, sebanyak 19 gardu induk telah kembali bertegangan. Sementara dua gardu induk lainnya, yakni GI Samadua dan GI Blangpidie, masih dalam proses penormalan. Adapun GI Singkil telah berhasil dioperasikan kembali dan kini sedang dilakukan penyambungan beban secara bertahap.
“Saat ini tersisa dua gardu induk yang masih dalam tahap penormalan, yaitu GI Samadua dan GI Blangpidie. Untuk GI Singkil sudah bertegangan dan sedang dilakukan pembebanan secara bertahap,” kata Eddi.
Di Banda Aceh, kondisi pasokan listrik juga terus membaik. Dari kebutuhan beban listrik harian yang berkisar antara 80 hingga 90 megawatt (MW), PLN telah mampu menyuplai sekitar 61 MW. Pasokan tersebut berasal dari Gardu Induk Banda Aceh, Ulee Kareng, Krueng Raya, dan Jantho yang telah kembali beroperasi.
Untuk mempercepat pemulihan, PLN turut mengoperasikan seluruh pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) yang tersedia di Banda Aceh. PLTD Lueng Bata, Ulee Kareng, dan Krueng Raya saat ini ikut menopang sistem kelistrikan guna mengurangi dampak pemadaman bagi masyarakat. Selain itu, pembangkit di Aceh Tengah dan Kota Fajar juga telah diaktifkan untuk membantu pasokan listrik di wilayah terkait.
PLN juga mengerahkan genset bergerak ke wilayah Meulaboh dan sekitarnya sebagai langkah darurat untuk menjaga pasokan listrik pada fasilitas-fasilitas penting, termasuk layanan publik dan objek vital yang membutuhkan pasokan listrik secara berkelanjutan.
Di tengah proses pemulihan tersebut, PLN memastikan sistem kelistrikan di Pulau Sabang dan Kabupaten Simeulue tetap aman dan tidak terdampak gangguan. Kedua wilayah itu masih menerima pasokan listrik secara normal karena menggunakan sistem yang terpisah dari jaringan yang mengalami gangguan.
Eddi menyebutkan ratusan petugas masih bekerja di lapangan untuk mempercepat pemulihan sistem. PLN juga terus melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah dan berbagai pihak terkait agar seluruh wilayah yang masih mengalami pemadaman dapat segera kembali teraliri listrik.
“Kami terus berupaya semaksimal mungkin agar pasokan listrik di Aceh segera pulih sepenuhnya. Kami juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas ketidaknyamanan yang terjadi,” ujarnya.








Discussion about this post