MASAKINI.CO – Sejumlah kabupaten/kota di Aceh tercatat belum menyampaikan laporan Standar Pelayanan Minimal (SPM) Triwulan I Tahun 2026. Kondisi tersebut menjadi salah satu perhatian dalam Lokakarya dan Bimbingan Teknis Pendataan serta Penghitungan Target Kebutuhan Pemenuhan SPM Pascabencana Regional I yang digelar Pemerintah Aceh di Lhokseumawe, 21–22 Mei 2026.
Kegiatan yang diikuti 50 peserta dari 10 kabupaten/kota itu bertujuan memperkuat kapasitas pemerintah daerah dalam menyusun data dan target pelayanan dasar pascabencana, khususnya setelah dampak bencana hidrometeorologi yang terjadi pada 2025.
Kepala Biro Pemerintahan dan Otonomi Daerah Setda Aceh, Bob Mizwar, mengatakan gangguan akibat bencana tidak hanya merusak infrastruktur, tetapi juga memengaruhi akses masyarakat terhadap layanan dasar yang wajib dipenuhi pemerintah daerah.
“Bencana hidrometeorologi tidak hanya menyebabkan kerusakan infrastruktur dan fasilitas umum, tetapi juga mengganggu akses masyarakat terhadap layanan dasar yang menjadi hak setiap warga negara,” kata Bob, Sabtu (23/5/2026).
Dalam forum tersebut, pemerintah daerah didorong untuk memperbarui data penerima layanan, memetakan kebutuhan pelayanan pascabencana, serta menyusun target capaian SPM yang realistis sesuai kondisi dan kemampuan anggaran daerah. Data yang akurat dinilai menjadi dasar penting dalam penentuan kebijakan dan alokasi program pelayanan dasar bagi masyarakat terdampak bencana.
Pemerintah Aceh juga memaparkan capaian pelaksanaan SPM di daerah. Kabupaten Bener Meriah tercatat memiliki realisasi anggaran SPM tertinggi hingga saat ini dengan capaian 41,57 persen. Sementara untuk pelaporan SPM Triwulan I Tahun 2026, capaian tertinggi diraih Kota Langsa dengan nilai 69,46 persen.
Meski demikian, masih ada sejumlah daerah yang belum menyampaikan laporan SPM Triwulan I. Pemerintah Aceh meminta kabupaten/kota segera menuntaskan pelaporan tersebut karena menjadi bagian penting dalam evaluasi dan perencanaan pelayanan dasar.
“Keberhasilan pemenuhan SPM pascabencana sangat bergantung pada kualitas data dan sinergi antar pemangku kepentingan,” ujar Bob.









Discussion about this post