MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Jumat, September 25, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home Headline

Kisah Radhie, Petani Milenial dari Aceh Besar

Redaksi by Redaksi
30 September 2021
in Headline
0
Kisah Radhie, Petani Milenial dari Aceh Besar

Radhie Nour Ambiya petani milenial di Aceh Besar. (foto: Media Center Aceh Besar)

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Pantang menyerah dan terus mengasah semangat, itulah sosok Radhie. Petani yang tergolong sangat muda ini telah berhasil menjadi penyedia beberapa komuditi unggulan untuk kebutuhan pasar yang dikonsumsi sehari-hari masyarakat.

Pemuda kelahiran 10 Maret 1991 ini berdomisili di Tungkop, Aceh Besar. Radhie Nour Ambiya merupakan alumni SMK-PP Saree Aceh 2008 jurusan perkebunan. Dia melanjutkan pendidikannya dengan kuliah usai mendapat beasiswa D3 di Politeknik Agro Industri Subang, Jawa Barat dan selesai 2011.

RelatedPosts

Rex Peunayong Kembali Dihidupkan Jadi Pusat Kuliner di Banda Aceh

Dari Teras Rumah, Nova Mengubah Hobi Memotret Makanan Jadi Profesi

Debit Mata Ie Menurun, Pelayanan Air Bersih Sejumlah Pelanggan Aceh Besar Terdampak

Sejak 2013, Radhie memanfaatkan lahan seluas 3.000 meter persegi di Gampong Angan, Darussalam, Aceh Besar untuk menanam beberapa komuditi sayuran unggulan. Radhie menanam kangkung, bayam, sawi, selada, terong, tomat, cabe dan kacang.

“Saat ini, saya sudah stay produksi untuk bisa dipanen setiap hari, karena sudah saya bagi lahan menjadi 3 blok. Setiap blok memiliki 30 bedeng,” kata Radhie.

Dibantu seorang yang dia pekerjakan, Radhie mampu menanam dan memanen setiap hari sayuran untuk dijual kepada pengepul.

Sehari-hari, pendapatannya berkisar Rp200.000 hingga Rp500.000.

Selain didistribusikan lewat pengepul, hasil tanamannya juga kerap dibeli masyarakat sekitar.

Radhie memberi pengalaman bagi pelanggannya dengan memanen langsung sayuran yang mereka beli. Itu membuat pelanggan senang.

“Sayuran yang saya jual pun kini sudah merambah pasar online,” akunya.

Dia menjelaskan, metode berkebun yang ia terapkan saat ini sudah mandiri dengan menciptakan benih sendiri.

Begitu juga dengan pupuk organik yang mampu diolahnya menjadi padat dan cair. “Awalnya menggunakan pupuk kimia 25 persen, tapi saat ini kita sudah menggunakan pupuk organik olahan padat dan cair,” jelas Radhie.

Pemuda anak kedua dari delapan bersaudara pasangan Suardi Ishak dan Mushallina ini mengaku, tak ada kendalah yang berarti dalam bertani. Dia bahagia menjalani profesinya itu.

“Soal air, tinggal menggalirinya dari sumur dan membuat penampungan. Soal hama babi misalnya, tinggal dengan memagar kebun,” ungkapnya.

Dia juga mengaku tak kesulitan soal pemasaran. Kuncinya, tutur Radhie, “Bukalah jaringan dan bacalah pasar.”

Berbekal ilmu pertanian yang dipahaminya, beberapa waktu lalu Radhie diikutsertakan oleh Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Aceh untuk magang di Shongkla, Thailand.

Tambahan ilmu dari situ, kini ia bisa mandiri dengan berkebun dan menuai hasil.

Radhie berpesan, kepada para milenial di Aceh, untuk menerapkan ilmu apapun yang telah diperolah dan tak gampang pesimis sebelum mencoba.

“Praktekkan ilmu apapun yang kita miliki, pasti akan bermanfaat tak hanya bagi pribadi dan orang lain, tetapi juga menjadi sedekah jariah bagi guru yang telah mengajarkan kita,” pungkasnya.

Tags: Aceh BesarKebunmilenialpemudapetani
Previous Post

Sambangi Pidie, Ketua PKK Aceh Ajak Emak-emak Sukseskan Vaksinasi

Next Post

Pegawai UPT Disperindagkop Lhokseumawe, Diduga Pungli Pedagang

Related Posts

Lamteh Aceh Besar Disiapkan Jadi Sentra Pembibitan Mangrove

by Redaksi
25 September 2026
0

MASAKINI.CO – Gampong Lamteh, Kecamatan Peukan Bada, Aceh Besar, diproyeksikan menjadi sentra pembibitan mangrove untuk mendukung pemulihan kawasan pesisir Aceh....

Menkeu: Beras Ilegal Bisa Rugikan Petani dan Konsumen

by Ali L
22 September 2026
0

MASAKINI.CO – Masuknya beras secara ilegal ke Indonesia dinilai dapat merugikan petani sekaligus mengganggu upaya pemerintah menjaga swasembada pangan. Menteri...

Uang Rp100 Juta Dicuri Saat Pemilik Salat di Masjid Lambaro, Pelaku Ditangkap di Aceh Timur

by Riska Zulfira
21 September 2026
0

MASAKINI.CO – Uang tunai Rp100 juta yang disimpan di bawah jok mobil raib saat pemiliknya menunaikan salat Dzuhur di Masjid...

Next Post
Pegawai UPT Disperindagkop Lhokseumawe, Diduga Pungli Pedagang

Pegawai UPT Disperindagkop Lhokseumawe, Diduga Pungli Pedagang

Jurnalis di Aceh Dikriminalisasi, Koalisi Kebebasan Pers Surati Kapolri

Jurnalis di Aceh Dikriminalisasi, Koalisi Kebebasan Pers Surati Kapolri

Discussion about this post

CERITA

PFI Malang Rekam Cerita di Balik Pangan Lewat Pameran Foto

25 September 2026

Dari Teras Rumah, Nova Mengubah Hobi Memotret Makanan Jadi Profesi

16 September 2026

Jumadin Bawa Kupiah Meukeutop Aceh Menatap Pasar Dunia

25 Agustus 2026

Dari Banda Aceh ke Pelosok Papua, Reza Mencari Potensi yang Tersembunyi di Teluk Wondama

12 Agustus 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co