MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Jumat, Agustus 7, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home Headline

Kisah Radhie, Petani Milenial dari Aceh Besar

Redaksi by Redaksi
30 September 2021
in Headline
0
Kisah Radhie, Petani Milenial dari Aceh Besar

Radhie Nour Ambiya petani milenial di Aceh Besar. (foto: Media Center Aceh Besar)

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Pantang menyerah dan terus mengasah semangat, itulah sosok Radhie. Petani yang tergolong sangat muda ini telah berhasil menjadi penyedia beberapa komuditi unggulan untuk kebutuhan pasar yang dikonsumsi sehari-hari masyarakat.

Pemuda kelahiran 10 Maret 1991 ini berdomisili di Tungkop, Aceh Besar. Radhie Nour Ambiya merupakan alumni SMK-PP Saree Aceh 2008 jurusan perkebunan. Dia melanjutkan pendidikannya dengan kuliah usai mendapat beasiswa D3 di Politeknik Agro Industri Subang, Jawa Barat dan selesai 2011.

RelatedPosts

BMKG Ungkap Penyebab Angin Kencang di Aceh, 14 Wilayah Berpotensi Terdampak

Kejari Tangkap DPO Kasus Migas di Tapaktuan

Semen Langka dan Mahal di Sejumlah Daerah Aceh, SBA Beri Penjelasan

Sejak 2013, Radhie memanfaatkan lahan seluas 3.000 meter persegi di Gampong Angan, Darussalam, Aceh Besar untuk menanam beberapa komuditi sayuran unggulan. Radhie menanam kangkung, bayam, sawi, selada, terong, tomat, cabe dan kacang.

“Saat ini, saya sudah stay produksi untuk bisa dipanen setiap hari, karena sudah saya bagi lahan menjadi 3 blok. Setiap blok memiliki 30 bedeng,” kata Radhie.

Dibantu seorang yang dia pekerjakan, Radhie mampu menanam dan memanen setiap hari sayuran untuk dijual kepada pengepul.

Sehari-hari, pendapatannya berkisar Rp200.000 hingga Rp500.000.

Selain didistribusikan lewat pengepul, hasil tanamannya juga kerap dibeli masyarakat sekitar.

Radhie memberi pengalaman bagi pelanggannya dengan memanen langsung sayuran yang mereka beli. Itu membuat pelanggan senang.

“Sayuran yang saya jual pun kini sudah merambah pasar online,” akunya.

Dia menjelaskan, metode berkebun yang ia terapkan saat ini sudah mandiri dengan menciptakan benih sendiri.

Begitu juga dengan pupuk organik yang mampu diolahnya menjadi padat dan cair. “Awalnya menggunakan pupuk kimia 25 persen, tapi saat ini kita sudah menggunakan pupuk organik olahan padat dan cair,” jelas Radhie.

Pemuda anak kedua dari delapan bersaudara pasangan Suardi Ishak dan Mushallina ini mengaku, tak ada kendalah yang berarti dalam bertani. Dia bahagia menjalani profesinya itu.

“Soal air, tinggal menggalirinya dari sumur dan membuat penampungan. Soal hama babi misalnya, tinggal dengan memagar kebun,” ungkapnya.

Dia juga mengaku tak kesulitan soal pemasaran. Kuncinya, tutur Radhie, “Bukalah jaringan dan bacalah pasar.”

Berbekal ilmu pertanian yang dipahaminya, beberapa waktu lalu Radhie diikutsertakan oleh Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Aceh untuk magang di Shongkla, Thailand.

Tambahan ilmu dari situ, kini ia bisa mandiri dengan berkebun dan menuai hasil.

Radhie berpesan, kepada para milenial di Aceh, untuk menerapkan ilmu apapun yang telah diperolah dan tak gampang pesimis sebelum mencoba.

“Praktekkan ilmu apapun yang kita miliki, pasti akan bermanfaat tak hanya bagi pribadi dan orang lain, tetapi juga menjadi sedekah jariah bagi guru yang telah mengajarkan kita,” pungkasnya.

Tags: Aceh BesarKebunmilenialpemudapetani
Previous Post

Sambangi Pidie, Ketua PKK Aceh Ajak Emak-emak Sukseskan Vaksinasi

Next Post

Pegawai UPT Disperindagkop Lhokseumawe, Diduga Pungli Pedagang

Related Posts

4 Pelajar Tenggelam di Pantai Ujong Batee, Satu Tewas dan Tiga Masih Dalam Pencarian 

by Riska Zulfira
1 Agustus 2026
0

MASAKINI.CO – Empat remaja asal Perumnas Ujong Batee, Aceh Besar dilaporkan terseret arus laut di kawasan wisata Pantai Ujong Batee,...

Satpol PP Aceh Besar Perketat Pengawasan Bukit Lamreh Usai Dugaan Pemerasan Wisatawan

by Riska Zulfira
19 Juni 2026
0

MASAKINI.CO – Satpol PP dan Wilayatul Hisbah (WH) Aceh Besar memperketat pengawasan di kawasan wisata Bukit Lamreh, Kecamatan Mesjid Raya,...

Lima Hari Hilang di Gunung Seulawah, Pendaki Asal Aceh Utara Ditemukan Selamat

by Riska Zulfira
6 Juni 2026
0

MASAKINI.CO – Setelah lima hari dinyatakan hilang di kawasan Gunung Seulawah, Aceh Besar, pendaki asal Aceh Utara, Faiz Hidayat (23),...

Next Post
Pegawai UPT Disperindagkop Lhokseumawe, Diduga Pungli Pedagang

Pegawai UPT Disperindagkop Lhokseumawe, Diduga Pungli Pedagang

Jurnalis di Aceh Dikriminalisasi, Koalisi Kebebasan Pers Surati Kapolri

Jurnalis di Aceh Dikriminalisasi, Koalisi Kebebasan Pers Surati Kapolri

Discussion about this post

CERITA

Sepuluh Tahun Menjaga Tradisi Merah Putih, Kisah Safura Merawat Rezeki dari Lapak Bendera

4 Agustus 2026

Liberika Tangse, Kopi Langka Beraroma Nangka

20 Juli 2026

Dari Lhoknga, Anyaman Bambu Menganyam Jalan ke Pasar Dunia

19 Juli 2026

Kehilangan Kaki dan Suami, Asmiati Menyimpan Harapan untuk Kembali Berdiri

17 Juli 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co