MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Sabtu, September 12, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home Headline

Aksi Kemanusiaan Belasan Jam di Selat Malaka

Alfath Asmunda by Alfath Asmunda
31 Desember 2021
in Headline
0
Aksi Kemanusiaan Belasan Jam di Selat Malaka

Ratusan orang etnis Rohingya saat tiba di pelabuhan Krueng Geukueh. (foto: Iskandar untuk masakini.co)

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Belasan jam yang menegangkan dan mengaduk-ngaduk rasa kemanusiaan, akhirnya, lebih dari seratus orang etnis Rohingya dalam satu kapal kayu yang terombang-ambing di perairan Aceh, pada Minggu (26/12/2021) lalu, berlabuh di daratan.

Sejak ditemukan pertama sekali oleh nelayan Bireuen, Aceh, belum jelas betul nasib anak-anak, perempuan, dan laki-laki dewasa dalam kapal tersebut. Pemerintah Indonesia awalnya akan mendorong kembali mereka ke laut, setelah membantu pasokan makanan dan memperbaiki mesin kapal yang dilaporkan rusak.

RelatedPosts

Nyaris Tersingkir dari Leeds, Xabi Alonso Akui Salah Pilih Starter Chelsea

Seksi Padang Tiji-Seulimeum Tol Sibanceh Ditutup Sementara untuk Uji Kelayakan Operasi

Pendaftaran Peserta PPSN VI Tahun 2026 Dibuka, Kanwil Kemenag Diminta Segera Daftarkan Kontingen

Namun tindakan itu urung dilakukan usai sejumlah pihak mendesak pemerintah membantu etnis Rohingya itu berlabuh ke daratan Aceh.

Pemerintah, melalui Deputi Bidang Koordinasi Keamanan dan Ketertiban Masyarakat Kemenko Polhukam, Irjen Pol Armed Wijaya, pada Rabu (29/12/2021) malam, akhirnya menyatakan akan menampung orang-orang Rohingya itu dan menarik kapalnya ke daratan Aceh.

Selaku Ketua Satgas Penanganan Pengungsi dari Luar Negeri (PPLN) Pusat, Irjen Pol Armed Wijaya manyampaikan, pertimbangan rasa kemanusiaan pada akhirnya meluluhkan hati para pemangku kebijakan yang duduk di Jakarta.

Lalu pada Kamis (30/12/2021) sekitar pukul 06.00 WIB, kapal KRI Parang-647 milik TNI AL menjemput etnis Rohingya itu di tengah laut.

Tiba di lokasi kapal Rohingya yang diikat nelayan Aceh di satu rumpon agar tak hanyut dan tenggelam, awak KRI Parang bergegas mengikat bagian depan kapal, untuk kemudian ditarik ke pelabuhan Krueng Geukueh, Aceh Utara.

Aksi kemanusiaan ini bukan tanpa halangan. Perairan laut Selat Malaka seharian dilanda hujan deras dan gelombang tinggi. Mereka berjalan dipayungi awan gelap. Kapal KRI Parang meliuk-liuk mencari celah agar gelombang tinggi tak menghantam lambung kapal.

Misi penyelamatan itu akhirnya berhasil menjangkau daratan sekitar pukul 00.00 WIB, Jumat (31/12/2021) dini hari. Hujan masih turun deras di Krueng Geukueh.

Kapal yang ditumpangi etnis Rohingya saat merapat ke dermaga pelabuhan Krueng Geukueh, Aceh Utara. (foto: Iskandar untuk masakini.co)

“Ini sudah sampai. Ada 4 bus yang menunggu di pelabuhan Krueng Geukueh. Suasana di sini hujan deras,” kata Iskandar, seorang aktivis kemanusiaan dari Yayasan Geutanyoe, yang fokus menangani pengungsi Rohingya, kepada masakini.co.

Merapat di pelabuhan Krueng Geukueh yang dahulu kala pernah sibuk dengan aktivitas kapal pengangkut gas cair dan pupuk, ratusan orang-orang Rohingya itu tampak mengalami dehidrasi.

Anak-anak etnis Rohingya dari dalam kapal menatap kosong ke orang-orang yang berada di tepian dermaga. Tak ada kata-kata yang terucap. Bahasa menjadi kendala.

Tapi sorot matanya, tutur Iskandar, seakan mengisyaratkan ingin memuntahkan ribuan kata terima kasih.

Menurut Iskandar, seratus lebih etnis Rohingya itu dibawa menggunakan 4 bus menuju camp Balai Latihan Kerja (BLK) Kota Lhokseumawe yang berada di Kecamatan Muara Dua. Di sana mereka akan ditampung.

“Mereka juga akan dikarantina selama 10 hari di sana,” ujarnya.

Selain itu, sebut Iskandar, etnis Rohingya ini akan diperiksa kesehatannya sesuai dengan standar penanganan Covid-19 oleh Satgas penanganan pengungsi.

Pengalaman yang dilalui Iskandar dari menangani pengungsi Rohingya yang pernah terdampar di Aceh, kebanyakan mereka mengalami sejumlah masalah kesehatan usai tiba di darat.

Dia mengatakan, orang-orang Rohingya di dalam kapal yang baru merapat di dermaga Krueng Geukueh, tampak lemah dan pucat pasi.

Terpaan hujan, badai, angin, gelombang, dan sekelumit hal mencekam lainnya di Selat Malaka, menjadi momok yang meruntuhkan kesehatan mereka kala mengadu nasib mencari daratan yang menerima tanpa kekerasan dan penyiksaan.

“Seperti yang sudah-sudah pernah kita tangani, kemungkinan mereka juga mengalami ISPA, dan Skabies,” jelas Iskandar.

Kini orang-orang Rohingya itu telah menginjak daratan Lhokseumawe. Tanah kota dimana 16 tahun silam juga mencekam bagi penghuninya, nyaris seperti etnis Rohingya alami saat ini, sebelum udara dingin di Helsinki menorehkan tinta damai. Mengakhiri perang dan penderitaan orang-orang yang mendiami tanah Serambi Mekkah.

Tags: acehAksi KemanusiaanKRI Parang-647LhokseumawePelabuhan Krueng GeukuehpengungsirohingyaSelat MalakaYayasan Geutanyoe
Previous Post

Meski Lengser dari Kadis, Ridwandi Raih Penghargaan SKPK Pidie Inovasi Terbaik

Next Post

Alihkan Uang yang Bukan Miliknya, Nasabah BRI Terancam Pasal Pencucian Uang

Related Posts

11 Rumah Warga Gayo Lues Terbakar, 46 Jiwa Mengungsi ke KOPDES

by Riska Zulfira
27 Agustus 2026
0

MASAKINI.CO – Sebanyak 11 rumah warga di Gampong Lukup Baru, Kecamatan Rikit Gaib, Kabupaten Gayo Lues, terbakar.  Akibat kejadian tersebut,...

Mendikdasmen Resmikan Revitalisasi 59 Sekolah di Simeulue

by Ahlul Fikar
26 Agustus 2026
0

MASAKINI.CO – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti meresmikan 59 satuan pendidikan di Kabupaten Simeulue, Aceh, yang telah...

Haji Uma Ingatkan Warga Aceh Waspadai Tawaran Kerja di Kamboja dan Laos

by Aininadhirah
6 Juli 2026
0

MASAKINI.CO – Anggota DPD RI asal Aceh, H. Sudirman atau Haji Uma, kembali mengingatkan masyarakat agar tidak mudah tergiur tawaran...

Next Post
2022 BRI Optimistis Kredit Perbankan Tumbuh Lebih Tinggi

Alihkan Uang yang Bukan Miliknya, Nasabah BRI Terancam Pasal Pencucian Uang

Penghujung Tahun 2021, Banjir Kembali Landa Aceh Timur

Penghujung Tahun 2021, Banjir Kembali Landa Aceh Timur

Discussion about this post

CERITA

Jumadin Bawa Kupiah Meukeutop Aceh Menatap Pasar Dunia

25 Agustus 2026

Dari Banda Aceh ke Pelosok Papua, Reza Mencari Potensi yang Tersembunyi di Teluk Wondama

12 Agustus 2026

Sepuluh Tahun Menjaga Tradisi Merah Putih, Kisah Safura Merawat Rezeki dari Lapak Bendera

4 Agustus 2026

Liberika Tangse, Kopi Langka Beraroma Nangka

20 Juli 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co

 

Memuat Komentar...