MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Kamis, Mei 7, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home News

Temui Wali Nanggroe, ini Rekomendasi DAS BIN untuk Aceh

Redaksi by Redaksi
8 Januari 2022
in News
0
Temui Wali Nanggroe, ini Rekomendasi DAS BIN untuk Aceh

pertemuan antara DAS BIN dengan Wali Nanggroe Aceh Paduka Yang Mulia Tgk. Malik Al Haythar. (foto: untuk masakini.co)

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Dewan Analisis Strategis Badan Intelijen Negara (DAS BIN) menyampaikan sejumlah rekomendasi untuk Aceh ke depan. Rekomendasi tersebut seperti disampaikan dalam pertemuan antara DAS BIN dengan Wali Nanggroe Aceh Paduka Yang Mulia Tgk. Malik Al Haythar, Jumat (7/1/2022) di Meuligoe Wali Nanggroe, Lampeuneret, Aceh Besar.

Kabag Humas dan Kerjasama Wali Nanggroe M. Nasir Syamaun, MPA menyampaikan, pada pertemuan tersebut hadir langsung Ketua DAS BIN Letjen TNI (Purn) DR. M. Munir yang didampingi Staf Ahli Bidang Ideologi dan Politik Mayjen TNI Gamal Haryo Putro, dan Kabinda Aceh Brigjend TNI M. Abduh Ras.

RelatedPosts

Pelajar SMKN 1 Banda Aceh Dalami Pelatihan Pembuatan Film

Pengangguran Aceh Bertambah 7.430 Orang, Tembus 156 Ribu Jiwa

77 Rumah di Lhokseumawe Hangus Terbakar

Sementara Wali Nanggroe didampingi Staf Khusus H. Kamaruddin Abu Bakar (Abu Razak), Teuku Kamaruzzaman, S.H (Ampon Man) dan DR. M. Raviq. Turut hadir juga Ketua Komisi I DPRA Tgk. Muhammad Yunus.

“Dewan Analisis Strategis BIN melakukan kajian terkait Aceh dengan hasil kajian meliputi empat aspek. Diantaranya sumber daya manusia, sumber daya alam, sosial budaya, dan letak geografis Aceh,” kata M. Nasir menerangkan pertemuan tersebut.

Beberapa hasil kajian DAS BIN yang disampaikan kepada Wali Nanggroe, kata M. Nasir, diantaranya; pengelolaan SDA Aceh yang belum maksimal, optimalisasi pengelolaan jalur Selat Malaka yang merupakan salahsatu jalur utama trasportasi laut, dengan pemanfaatan pelabuhan di Aceh untuk memiliki daya saing dengan Negara Singapura sebagai tempat bersandarnya kapal-kapal transportasi.

“Hasil kajian dari Dewan Analisis Strategis BIN juga menghasilkan rekomendasi tentang pengelolaan industri seperti kopi, buah pala, dan komoditas lainnya agar Aceh memiliki sentra pengolahan komoditas, agar memiliki daya saing di pasar internasional dan berdampak ekonomi di Aceh,” sebut M. Nasir.

Menanggapi masukan dari DAS BIN, Wali Nanggroe mengatakan akan menyampaikan masukan tersebut kepada Pemerintah Aceh dalam bentuk rekomendasi Wali Nanggroe. “Kita berharap kepada Ketua DAS BIN untuk menyampaikan rekomendasi tersebut kepada Kepala BIN dan Presiden untuk menjadi bahan pertimbangan dalam menyampaikan laporan kajian tentang Aceh,” kata Wali Nanggroe pada pertemuan itu.

Sementara itu, Staf Khusus Wali Nanggroe juga menyampaikan beberapa masukan kepada DAS BIN, baik yang terkait dengan perdamaian Aceh, tata kelola pertanahan Aceh, dan tata kelola Pemerintah Aceh.

“Konsep-konsep pembangunan Aceh yang harusnya selaras dengan konsep pembangunan nasional dalam wujud nyata implementasi MoU Helsinki,” kata Ampon Man.

“Juga terkait penyelesaian Bendera Aceh dan kesejahteraan keluaraga Kombatan GAM,” kata Abu Razak.

“Konsep pembangunan Pemerintah Aceh yang harusnya sesuai dengan UU Pemerintah Aceh dan MoU Helsinki. Perlunya sinkronisasi regulasi-regulasi yang ada terkait Pembangunan Aceh di masa depan agar sesuai dengan standar yang telah disepakati oleh Aceh dan Republik Indonesia,” kata DR. M. Raviq.

Menanggapi masukan dari para Staf Khusus Wali Nanggroe, Ketua DAS BIN menyebutkan masukan-masukan tersebut akan menjadi bahan kajian Tim DAS BIN dalam laporan kepada Kepala BIN dan kepada Presiden.

Tags: acehBadan Intelijen NegaraWali Nanggroe
Previous Post

Awali Putaran Kedua Liga 1, Persiraja Banda Aceh Kalah Lagi

Next Post

Nelayan Ajukan Suntik Mati ke Pengadilan, Ini Kata Pemkot Lhokseumawe

Related Posts

Kacang Koro Jadi Alternatif Pangan, Tempe Lokal Dikembangkan di Aceh

by Aininadhirah
29 April 2026
0

MASAKINI.CO – Kacang koro mulai dilirik sebagai alternatif pangan lokal yang potensial di Aceh. Komoditas ini dinilai mampu menjadi bahan...

LKPJ 2025 Dipaparkan, Pendapatan Aceh Tembus Target

by Riska Zulfira
7 April 2026
0

MASAKINI.CO - Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, memaparkan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun Anggaran 2025 dalam Rapat Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat...

Stok Hewan Meugang Idul Fitri di Aceh Aman, Sapi Capai 16.381 Ekor

Untuk Kedua Kali, Presiden Salurkan Sapi Meugang ke Aceh Jelang Idulfitri

by Riska Zulfira
18 Maret 2026
0

MASAKINI.CO - Presiden Prabowo Subianto kembali menyalurkan bantuan sapi untuk tradisi meugang di Aceh menjelang Idulfitri 1447 Hijriah. Ini menjadi...

Next Post
Nelayan di Lhokseumawe Ajukan Permohonan Suntik Mati ke Pengadilan

Nelayan Ajukan Suntik Mati ke Pengadilan, Ini Kata Pemkot Lhokseumawe

Generasi Muda Aceh Diajak Manfaatkan Peluang di Era Disrupsi

Generasi Muda Aceh Diajak Manfaatkan Peluang di Era Disrupsi

Discussion about this post

CERITA

Dari Kuli Panggul ke Pencerita Visual, Perjalanan Sunyi Yulzi di Balik Lensa

1 Mei 2026

Berawal dari Angka Impor, Lahir Tempe Koro dari Dapur Aceh

1 Mei 2026

Latela Donut Olah Labu Jadi Produk Kekinian, Laris di Bazar Banda Experience

23 April 2026

Rumah Dibakar Ayah, Ibu dan Dua Anak Selamat dari Amukan Dini Hari

7 April 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co