MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Jumat, Juni 26, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home News

Mencabut Akar Kekerasan Seksual Terhadap Perempuan dan Anak di Aceh

Ahlul Fikar by Ahlul Fikar
31 Maret 2022
in News
0
Mencabut Akar Kekerasan Seksual Terhadap Perempuan dan Anak di Aceh

BPPA menggelar webinar terkait tingginya kasus kekerasan seksual terhadap perempuan dan anak di Aceh, Kamis 31/3/2022. (foto: BPPA)

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Tingginya angka kasus kekerasan seksual terhadap perempuan dan anak di Aceh belakangan ini, sejumlah pihak diajak saling bekerja sama melakukan pengawasan demi mencabut akar kekerasan tersebut.

Hal itu mengemuka dalam diskusi webinar bulanan yang digelar Badan Penghubung Pemerintah Aceh (BPPA) dengan tema “Upaya Pengentasan Kekerasan Seksual Terhadap Anak dan Perempuan di Provinsi Aceh”, pada Kamis (31/3/2022).

RelatedPosts

Harga Emas Hari Ini Masih Bertahan

Korban Jiwa Ledakan KMP Aceh Hebat 2 Bertambah Jadi Dua Orang

Satpol PP-WH Banda Aceh Imbau Masyarakat Tinggalkan Tanggul Lamnyong dan Alue Naga Jelang Magrib

“Ini merupakan kewajiban kita bersama dalam mengawasi setiap ada kekerasan seksual baik terhadap perempuan maupun anak,” kata Kepala BPPA Almuniza Kamal, diwakili salah staf BPPA Rifky Zakaria.

Menurutnya, perlu dilakukan sosialisasi baik itu oleh pemerintah, LSM, serta masyarakat yang mengerti terkait dengan hal kekerasan seksual terhadap perempuan dan anak.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Aceh (DP3A) Nevi Ariyanti, mengatakan untuk menurunkan angka kekerasan seksual terhadap perempuan dan anak memang merupakan salah satu arahan Presiden RI. “Karena masuk kedalam urusan pemberdayaan perempuan dan masuk dalam urusan perlindungan khusus anak,” katanya.

Nevi menyebut, meskipun dalam laporan yang DP3A terima angka kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak mengalami penurunan dari tahun 2017-2022, namun ada kemungkinan cenderung naik karena dinilai banyak yang tidak melaporkan.

“Kami meyakini kasus yang tidak dilaporkan banyak, karena budaya kita banyak pertimbangan salah satunya budaya malu,” sebutnya.

Pihaknya berharap masyarakat tak perlu malu melaporkan kasus-kasus tersebut, apalagi kasus dengan bermain fisik yang dinilai wajib dilaporkan. Sehingga disarankan melapor melalui pusat pelayanan lembaga (Puspaga).

Selain itu, Nevi mengharapkan dalam pengurusan kekerasan terhadap perempuan dan anak, salah satunya meningkatkan pemahaman pemerintah aparat penegak hukum, serta masyarakat tentang pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak.

“Korban kekerasan juga perlu mendapat perlindungan khusus dan perlu dipenuhi hak-haknya,” jelasnya.

Hal serupa disampaikan Komisioner Komnas Perempuan Maria Ulfah Anshor. Dia mencatat, kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Indonesia cenderung mengalami peningkatan setiap tahunnya sejak 2012 hingga sekarang.

“Tapi kasusnya menurun pada tahun 2020. Bukan tidak berarti kekerasan terhadap perempuan berkurang, karena ini diawal-awal masa pandemi Covid-19, kita ketahui banyak lembaga layanan tutup,” katanya.

Sehingga, tambahnya, pada saat itu Komnas Perempuan mengalihkan dengan membuka layanannya secara online, yang kemudian di tahun kedua pandemi akses pelaporan mulai dikenali publik.

“Karena hampir semua tempat pengaduan sekarang menggunakan dua sistem, yakni online dan offline,” sebutnya.

Tags: acehBPPAKekerasanKekerasan Seksual Terhadap AnakKomnas Perempuanperempuan
Previous Post

BRI Capai Penjualan Sukuk Ritel Seri016 Senilai Rp2,3 Triliun

Next Post

YSI-ICF Bantu Pengungsi Rohingya di Bireuen

Related Posts

BMKG Peringatkan Potensi Cuaca Ekstrem hingga Akhir Mei

by Riska Zulfira
23 Mei 2026
0

MASAKINI.CO – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai potensi cuaca ekstrem yang masih berpeluang terjadi di...

Kacang Koro Jadi Alternatif Pangan, Tempe Lokal Dikembangkan di Aceh

by Aininadhirah
29 April 2026
0

MASAKINI.CO – Kacang koro mulai dilirik sebagai alternatif pangan lokal yang potensial di Aceh. Komoditas ini dinilai mampu menjadi bahan...

LKPJ 2025 Dipaparkan, Pendapatan Aceh Tembus Target

by Riska Zulfira
7 April 2026
0

MASAKINI.CO - Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, memaparkan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun Anggaran 2025 dalam Rapat Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat...

Next Post
YSI-ICF Bantu Pengungsi Rohingya di Bireuen

YSI-ICF Bantu Pengungsi Rohingya di Bireuen

Penjaringan Rektor UIN Ar-Raniry Ditutup, 7 Profesor Mendaftar

Penjaringan Rektor UIN Ar-Raniry Ditutup, 7 Profesor Mendaftar

Discussion about this post

CERITA

Dari Lahan Penggembalaan ke Destinasi Favorit, Savana Indrapuri Sedot Ribuan Pengunjung

24 Mei 2026

Dari Dapur Rumahan ke Tanah Suci, Keumamah Aceh Diburu Jemaah Haji

19 Mei 2026

Menabung dari Lumpur Sawah, Halimah Berangkat Haji di Usia 85 Tahun

12 Mei 2026

Ranup yang Perlahan Asing di Tanahnya Sendiri

7 Mei 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co