MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Minggu, Agustus 30, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home Headline

Cara Warga Meunasah Tutong Merawat Tradisi Nenek Moyang

Alfath Asmunda by Alfath Asmunda
23 April 2022
in Headline
0
Cara Warga Meunasah Tutong Merawat Tradisi Nenek Moyang

Warga Meunasah Tutong, Ingin Jaya, Aceh Besar, menggelar buka puasa bersama, Sabtu 23/4/2022. (foto: masakini.co/Ahmad Mufti)

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Hampir seribu orang mulai meriung di halaman dan bagian dalam Meunasah Gampong Tutong, jelang waktu berbuka puasa. Anak-anak heboh mencari lapak masing-masing. Begitu juga orang dewasa. Semuanya laki-laki.

Mereka mengerubungi idang, kumpulan beragam macam makanan yang disusun dalam talam dan dibungkus kain. Idang merupakan tradisi yang telah turun-temurun hadir dalam kehidupan masyarakat Aceh.

RelatedPosts

Pasokan Semen di Aceh Mulai Stabil, SIG Tambah Pasokan

Akun WhatsApp Warga Mendadak Diblokir, Meta Akui Ada Kesalahan Sistem

56 Peserta dari Aceh Siap Berlaga di MTQ Nasional

Sore itu, Sabtu (23/4/2022) warga Gampong Meunasah Tutong, Kecamatan Ingin Jaya, Kabupaten Aceh Besar menggelar buka puasa bersama. Meunasah dipilih jadi tempat kegiatan tahunan warga tersebut.

Satu bangunan serbaguna berkelir putih tampak telah dipenuhi warga. Begitu juga halaman meunasah. Penuh sesak oleh warga yang duduk bersila sambil menunggu sirine tanda waktu berbuka puasa tiba.

“Buka puasa bersama ini memang sudah menjadi tradisi di gampong kami. Turun-temurun dari nenek moyang dulu,” kata Keuchik Gampong Meunasah Tutong, Fauzi.

Dia menyebut, di Aceh Besar tradisi buka puasa bersama di satu gampong memang selalu ramai, sebab turut mengundang warga dari gampong-gampong tetangga. Biasanya, gampong yang diundang masih berada dalam satu kemukiman.

Menurut Fauzi, buka puasa bersama kali ini di Meunasah Tutong, pihaknya mengundang 7 gampong di kemukiman Lamgarot. lalu ada juga tamu undangan lainnya seperti dari dayah-dayah yang berdiri di sekitar gampong. Tua muda saling berbaur sembari berbagi cerita sambil menunggu waktu buka puasa.

Untuk menjamu tetamu yang hadir, warga Meunasah Tutong dimotori para pemuda, menghidangkan satu menu spesial yang akrab di lidah warga Aceh Besar pada umumnya. Menu itu bernama kuah beulangong.

Dua ekor sapi disembelih warga lalu dimasak dalam belanga besar. Makanan khas yang kaya rempah-rempah tersebut dimasak laki-laki gampong di Meunasah. Hidangan spesial itu dikerjakan secara bergotong-royong sejak siang hari.

Sementara ibu-ibu di rumah, menyiapkan beragam makanan yang disusun dalam idang dan kemudian dibawa oleh suami-suami mereka ke Meunasah.

Fauzi mengatakan, untuk menyelenggarakan kegiatan buka puasa bersama ini, warganya sepakat saling meuripee atau patungan. Tiap rumah hanya dipatok Rp50 ribu. Selain itu, pemerintahan gampong turut menyumbang dana demi menambal yang kurang-kurang.

Jelang azan magrib, keriuhan sejenak terhenti di Meunasah Tutong. Dari balik pengeras suara, sirine di wilayah Aceh Besar dan sekitarnya meraung-raung memberi tanda bahwa waktu berbuka puasa telah tiba.

Warga yang telah lama duduk bersila di atas tikar dan menghadap kudapan masing-masing, sontak menyantap satu per satu hidangan yang tersedia. Hening beberapa menit benar-benar terjadi. Terlebih di barisan anak-anak, yang tampak lahap menyantap kuah beulangong dan makanan lainnya.

Bagi warga Meunasah Tutong, buka puasa bersama dengan mengundang desa tetangga mereka ini merupakan bentuk supaya silaturahmi antar sesama warga awet terjaga. Di samping itu, juga untuk memuliakan anak-anak yatim yang ada di kampung tersebut lewat beragam makanan yang tersedia. Mereka adalah ‘tamu kehormatan’.

Begitulah cara warga yang bermukim hanya sepelemparan batu dari bantaran Krueng Aceh itu untuk merawat tradisi nenek moyang dalam memuliakan bulan suci Ramadan.

Tags: Aceh BesarBuka Puasa BersamaGampong Meunasah TutongIdang TalamKuah BeulangongRamadanTradisi Nenek Moyang
Previous Post

Qari dan Qariah Aceh Raih Juara di MTQ Nasional TNI AD

Next Post

Pimpin FoJA, Zahlul Akbar Ingin Kembangkan Fotografi di Aceh Jaya

Related Posts

Api Lahap 3 Hektare Lahan Rumbia di Aceh Besar, Diduga Dipicu Pembakaran Sampah

by Ahmad Mufti
28 Agustus 2026
0

MASAKINI.CO – Kebakaran lahan rumbia terjadi di Gampong Leugeu, Kecamatan Darul Imarah, Kabupaten Aceh Besar, Jumat (28/8/2026). Api menghanguskan sekitar...

Bulog Salurkan 1,8 Juta Kg Beras untuk 60.027 Penerima di Aceh Besar

by Riska Zulfira
14 Agustus 2026
0

MASAKINI.CO – Sebanyak 60.027 keluarga penerima manfaat (PBP) di Kabupaten Aceh Besar akan menerima bantuan pangan berupa beras dari Perum...

Angin Kencang Masih Terjadi, Lima Pohon Tumbang dalam Sehari

by Riska Zulfira
7 Agustus 2026
0

MASAKINI.CO – Cuaca ekstrem masih terjadi di Aceh Besar. Hari ini, lima titik pohon tumbang dilaporkan terjadi akibat hembusan angin...

Next Post
Pimpin FoJA, Zahlul Akbar Ingin Kembangkan Fotografi di Aceh Jaya

Pimpin FoJA, Zahlul Akbar Ingin Kembangkan Fotografi di Aceh Jaya

Jadi Brand Ambassador BRI, Cinta Laura: Perempuan Bisa Memulai Bisnis

Jadi Brand Ambassador BRI, Cinta Laura: Perempuan Bisa Memulai Bisnis

Discussion about this post

CERITA

Jumadin Bawa Kupiah Meukeutop Aceh Menatap Pasar Dunia

25 Agustus 2026

Dari Banda Aceh ke Pelosok Papua, Reza Mencari Potensi yang Tersembunyi di Teluk Wondama

12 Agustus 2026

Sepuluh Tahun Menjaga Tradisi Merah Putih, Kisah Safura Merawat Rezeki dari Lapak Bendera

4 Agustus 2026

Liberika Tangse, Kopi Langka Beraroma Nangka

20 Juli 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co