Produksi Aneka Produk Nilam, Geunara Raup Omzet Rp3 Juta Per Bulan

Parfum produk kelompok wisata Desa Geunteut, Kecamatan Lhoong, Aceh Besar.

Bagikan

Produksi Aneka Produk Nilam, Geunara Raup Omzet Rp3 Juta Per Bulan

Parfum produk kelompok wisata Desa Geunteut, Kecamatan Lhoong, Aceh Besar.

MASAKINI.CO – Muhammad Aulia (29), Pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) asal Desa Geunteut, Kecamatan Lhoong, Aceh Besar mampu raup omzet hingga Rp3 juta perbulan dari usaha menjual parfum berbahan baku minyak nilam.

Parfum yang diberi nama Geunara ini merupakan singkatan dari Geunteut Nilam Aceh Raya. Diambil dari nama desanya yang merupakan salah satu penghasil komoditas unggulan nilam di Provinsi Aceh.

Ia yang sekaligus menjadi Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) di desa setempat. Aulia mengaku mendapatkan pengetahuan tentang pembuatan produk parfum dari pelatihan yang dilakukan oleh Atsiri Research Center (ARC) Universitas Syiah Kuala (USK).

Ide melahirkan Geunara ini, kata Aulia merupakan karena keberadaan desa Geunteut yang ramai dikunjungi wisatawan, pasalnya Desa tersebut merupakan Desa Eduwisata.

“Awalnya pada tahun 2020, hingga kini produk turunan dari ARC ini masih berjalan,” kata Aulia kepada masakini.co, Rabu (21/6/2023).

Meracik produk dari minyak nilam ini, kata Aulia, tidak terlalu sulit, hal itu karena ia dapat langsung mendapatkan minyak nilam dari petani di desanya. Meskipun masih menjadi produk turunan ARC, kata Aulia pihaknya melakukan penyulingan sendiri kemudian baru diserahkan ke ARC.

“Karena dari hasil penyulingan masih banyak terdapat kandungan air, kemudian dibawa ke ARC dulu untuk proses penyaringan sehingga dapat menghasilkan minyak nilam yang kadarnya sesuai,” kata Aulia.

Seiring berkembangnya bisnis parfum Geunara, kini minyak nilam juga telah dijadikan produk unggulan lainnya seperti sabun cuci piring dan minyak angin atau balsem cair.

Produk-produk itu telah diperkenalkan pada masyarakat dan wisatawan yang berkunjung ke Desa Geunteut.

Untuk harganya sendiri, kata Aulia bervariasi, dimulai dari harga Rp100 ribu untuk parfum ukuran 30 ml, dan 14 ml seharga Rp50 ribu.

Sementara untuk produk minyak angin dibanderol dengan harga Rp15 ribu untuk ukuran 8 ml dan sabun cuci piring Rp12 ribu.

Sementara dari usaha sabun cuci piring dikelola oleh ibu-ibu dari Desa Geunteut dengan omzet Rp1,5 juga per bulan.

“Varian parfum kami masih tiga macam yaitu Meulu, Putro Ijo dan Kopi,” sebutnya.

Selain memasarkan produk pada tamu yang berkunjung, kata Aulia, mereka juga aktif memasarkan produknya melalui Instagram @geunarastore dan aktif di berbagai akun e-commers.

Hingga kini, geunara sudah banyak mendapatkan konsumen dari berbagai daerah di Aceh. Namun sayangnya, tenaga kerja yang dibutuhkan untuk mengembangkan usahanya masih kurang.

“Saat ini tidak ada tenaga kerja lagi, jadi harus melakukan serba sendiri, makanya terkadang produksi masih terbatas, hanya 30 pcs tiap bulannya,” pungkasnya.

TAG

Bagikan

Berita Terkait

Tinggalkan Komentar

Berita Terbaru

Berita terpopuler

Add New Playlist