MASAKINI.CO – Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLKH) Aceh mengusulkan agar PT Medco E&P di Panton Rayeuk T, Kecamatan Banda Alam, Aceh Timur agar menyediakan alat monitoring untuk memantau kualitas udara angin.
“Karena memang adanya alat monitoring ini dapat mendeteksi langsung gas yang berpotensi dapat membahayakan,” kata sub seksi standarisasi dan peningkatan kapasitas lingkungan DLHK Aceh, Safrida Afriana, Sabtu (7/9/2023).
Menurutnya, rekomendasi itu perlu dilakukan guna meminimalisir terjadinya keracunan massal akibat pencemaran udara.
Apabila terjadi kebocoran dan telah memiliki alat monitoring, kata Safrida maka akan langsung terkoneksi dan memiliki data yang jelas.
“Jadi langsung terkonek karena yang memiliki servernya KLHK, kalau dikonekan maka akan data saat real time nya,”ujarnya.
Safrida mengatakan, usulan itu telah ditanggapi PT Medco, dimana mereka akan mengupayakan pengadaan alat tersebut.
“Jadi sekarang prosesnya sedang ditempuh untuk pengadaan alat,” katanya.
Tak hanya rekomendasi tersebut, DLHK juga telah meminta agar korban terdampak dilakukan pemeriksaan darah. Bahkan meminta PT Medco untuk melakukan simulasi bukan hanya sosialisasi.
“Jadi beberapa rekomendasi itu telah kita sampaikan saat pertemuan beberapa waktu lalu,” imbuhnya.










Discussion about this post