MASAKINI.CO – Akademisi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Syiah Kuala (USK), DR. Effendi Hasan mengusulkan Pilkada Aceh 2024 digelar secara tidak langsung agar melahirkan pemimpin yang lebih berintegritas.
Usulan itu disampaikan Effendi dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) Rancangan Qanun Aceh tahun 2023 yang dipimpin langsung oleh Ketua Komisi I DPR Aceh, Iskandar Usman Al-Farlaky, Senin (9/10/2023).
“Mengingat Aceh memiliki kewenangan khusus dan jika berkaca pada pemilihan langsung sebelumnya bahwa demokrasi dari Pilkada selama ini banyak menimbulkan konflik di masyarakat,” kata Effendi.
Ia menilai, Pilkada yang diselenggarakan secara langsung juga tidak menghemat biaya. Apalagi hal itu diperburuk dengan banyaknya pemimpin daerah yang tersandung kasus korupsi.
“Sudah saatnya kita mencoba mengevaluasi kembali bahwa Pilkada secara langsung juga tidak melahirkan pemimpin yang berintegritas, juga tidak menghemat biaya,” ucapnya.
Berdasarkan kajian-kajian akademisi, tuturnya, Pilkada yang dilaksanakan secara tidak langsung juga dapat lebih efektif dan efisien.
“Saya pikir dalam konteks ini kita mencoba mengambil terobosan dan itu juga masih dalam konteks demokrasi,” imbuhnya.










Discussion about this post