MASAKINI.CO – Sedikitnya 1.600 orang meninggal di kedua belah pihak setelah serangan militan Hamas ke Israel. Jumlah korban diperkirakan akan terus bertambah seiring serangan udara Israel di Jalur Gaza.
Hari ketiga usai Israel menyatakan perang, masih ditemukan 100 mayat di kota-kota Israel selatan khususnya di komunitas pertani Beeri. Sementara di Gaza, puluhan ribu orang meninggalkan rumah setelah Israel meratakan bangunan.
Hamas dan militannya lainnya telah menahan lebih 130 tentara yang diculik dari Israel. Sementara tank dan drone Israel dikerahkan menjaga perbatasan Gaza.
Israel juga telah evakuasi warga lebih selusin kota di dekat Gaza. 300 ribu tentara cadangan dimobilisasi dalam waktu singkat.
“Kami baru mulai menyerang Hamas,” kata Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu dalam pidato yang disiarkan televisi secara nasional, seperti dikutip Arab News, Selasa (10/10/2023).
“Apa yang akan kita lakukan terhadap musuh-musuh kita dalam beberapa hari mendatang akan berdampak pada mereka dari generasi ke generasi.”
Menanggapi serangan udara Israel, juru bicara sayap bersenjata Hamas, Abu Obeida, mengatakan pada Senin malam bahwa kelompok itu akan membunuh seorang warga sipil Israel yang ditawan, setiap kali Israel menargetkan warga sipil di rumah mereka di Gaza, “tanpa peringatan sebelumnya.”
Menteri Luar Negeri Israel, Eli Cohen memperingatkan Hamas agar tidak menyakiti salah satu sandera, dengan mengatakan, “kejahatan perang ini tidak akan diampuni.” Netanyahu menunjuk seorang mantan komandan militer untuk menangani krisis sandera dan orang hilang.










Discussion about this post