MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Sabtu, Maret 7, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home Nasional

Society 5.0 : Digitalisasi Pemasyarakatan, Demi Masa Depan Narapidana*

Redaksi by Redaksi
19 Mei 2024
in Nasional
0

Achmad Aldi Al Faruq

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Narapidana merupakan seseorang yang sedang menjalani hukuman di penjara sebagai akibat kesalahan yang ia perbuat. Mereka harus diayomi dan dibina agar dapat menjalankan perannya sebagai warga masyarakat yang baik dan berguna.

Pembinaan narapidana diharapkan dapat meningkatkan kapasitas dan kualitas sumber daya manusia.

RelatedPosts

Mulai 28 Maret, Anak Usia di Bawah 16 Tahun Dilarang Miliki Akun Instagram-TikTok

Menhub Prediksi Pemudik Lebaran 2026 Lebih 150 Juta Orang

Pertamina Siagakan 345 Kapal Saat Ramadan dan Idul Fitri 1447 H

Seiring perubahan zaman dan permasalahan yang dihadapi seperti over crowding, gangguan ketertiban dan keamanan dan masalah kesehatan para narapidana, pemasyarakatan telah menjalani beberapa kali transformasi.

Tentu kondisi itu menjadi perhatian serius, narapidana bagaikan orang sakit yang perlu diobati agar mereka sadar bahwa pelanggaran hukum yang pernah dilakukannya adalah merusak dirinya, keluarganya, dan lingkungannya kemudian dibina dan dibimbing ke jalan yang benar.

Pemasyarakatan kini harus menyesuaikan dengan dinamika perkembangan zaman. Era baru saat ini yang mulai mengarah ke Society 5.0 dimana individu dan masyarakat akan terlibat secara aktif dalam transformasi digital dan menemukan solusi untuk masalah sosial dan lingkungan melalui teknologi.

Pemasyarakatan harus mengikuti perkembangan era Society 5.0 yang memadukan kehidupan dengan teknologi. Digitalisasi dalam pemasyarakatan diharapkan dapat berimplikasi terhadap kualitas narapidana yang lebih baik.

Society 5.0 merupakan sebuah konsep yang menekankan integrasi teknologi dalam semua aspek kehidupan, termasuk sistem pemasyarakatan.

Dalam konteks ini Lembaga Pemasyarakatan bisa mengadopsi teknologi untuk dapat meningkatkan rehabilitasi narapidana, pengawasan terhadap narapidana yang lebih efisien, dan integrasi yang lebih baik kepada masyarakat ketika mereka bebas.

Dengan memanfaatkan teknologi dapat mempermudah Lembaga Pemasyarakatan dalam mencapai tujuannya. Misalnya, penggunaan kecerdasan buatan dalam penentuan program rehabilitasi yang sesuai dengan kebutuhan individu, atau pengembangan sistem pemantauan yang lebih canggih untuk meminimalkan pelanggaran dan memperkuat reintegrasi sosial.

Implementasi konsep Society 5.0 dalam lembaga pemasyarakatan dapat menjadi revolusi dalam cara kita memperlakukan dan merehabilitasi narapidana.

Society 5.0, yang menggabungkan teknologi canggih dengan pendekatan yang berpusat pada manusia, menawarkan peluang besar untuk menciptakan sistem pemasyarakatan yang lebih efisien, manusiawi, dan efektif.

Masa depan narapidana, serta keseluruhan keamanan dan kesejahteraan masyarakat, dapat ditingkatkan melalui penerapan teknologi ini.

Implementasi konsep Society 5.0 dapat menjadi titik awal transformasi pemasyarakatan. Dengan mengimplementasikan konsep Society 5.0, pemasyarakatan dapat membina para narapidana melalui teknologi canggih agar masa depan narapidana yang lebih baik.

Digitalisasi pemasyarakatan memungkinkan untuk menggunakan ilmu pengetahuan yang berbasis modern seperti AI, robot, IoT, dan lain sebagainya dalam pelaksanaan pembinaan narapidana.

Dengan menggunakan teknologi Internet of Things (IoT) dan kecerdasan buatan (AI), Lembaga Pemasyarakatan dapat memantau lingkungan dengan lebih efektif.

Sensor dan kamera cerdas dapat mendeteksi perilaku mencurigakan atau insiden kekerasan, sehingga memungkinkan intervensi cepat oleh petugas. Teknologi ini tidak hanya meningkatkan keamanan tetapi juga mengurangi beban kerja staf, memungkinkan mereka untuk fokus pada tugas-tugas rehabilitasi yang lebih penting.

Transformasi digitalisasi pemasyarakatan ini dapat diterapkan di Lembaga Pemasyarakatan. Digitalisasi dapat diterapkan pada sistem pengamanan lapas berupa sistem control digital.

Di bidang kesehatan, dapat mengembangkan layanan yang bisa dilakukan oleh robot seperti pemeriksaan awal kesehatan narapidana, bahkan dapat memaksimalkan kegiatan pembinaan kemandirian dan pembinaan kepribadian narapidana.

Digitalisasi pemasyarakatan telah menjadi suatu era yang sangat relevan dalam strategi pelaksanaan program koreksi berbasis komunitas (CBC) di Lembaga Pemasyarakatan.

Revolusi industri yang sedang berlangsung telah membawa perubahan gaya hidup dan perilaku yang signifikan, dan organisasi harus memanfaatkan teknologi digital untuk meningkatkan efektivitas program-programnya. Dalam konteks pemasyarakatan, digitalisasi dapat membantu meningkatkan interaksi antara perbaikan dan masyarakat, serta memperbaiki proses reintegrasi sosial penyesuaian.

Penelitian yang dilakukan oleh Muh. Akhsan dan Mitro Subroto Politeknik Ilmu Pemasyarakatan menunjukkan bahwa digitalisasi kehumasan dapat digunakan untuk melancarkan program CBC.

Mereka berpendapat bahwa asimilasi sebagai bentuk reintegrasi sosial harus fokus pada interaksi dengan masyarakat, sehingga balas dendam dapat melakukan pekerjaan yang dapat membantu mereka hidup secara normal sebagai anggota masyarakat setelah bebas dari tersingkir.

Dalam upaya meningkatkan kualitas hidup kompensasi, Lembaga Pemasyarakatan telah melakukan berbagai kegiatan, seperti pemberian remisi umum dan kegiatan pemeriksaan kesehatan. Pemberian remisi umum, seperti yang dilakukan di Lembaga Pemasyarakatan Tegalandong, membantu mengurangi masa hukuman yang diterima berkat dan memungkinkan mereka untuk kembali hidup secara normal.

Kegiatan pemeriksaan kesehatan, seperti yang dilakukan di Lapas Batang, membantu memastikan bahwa keadilan mendapatkan pelayanan kesehatan yang layak dan optimal. Selain itu, sosialisasi teknis pemasyarakatan juga menjadi penting dalam meningkatkan kualitas pemasyarakatan.

Kegiatan sosialisasi teknis seperti yang dilakukan oleh Lapas Batang membantu meningkatkan keterampilan staf dan memastikan bahwa setiap Lembaga Pemasyarakatan atau Rumah Tahanan di wilayahnya mampu menjalankannya secara optimal. Dalam rangka meningkatkan kualitas hidup kompensasi, digitalisasi pemasyarakatan harus dilakukan secara efektif dan efisien.

Mengadopsi Society 5.0 dalam sistem pemasyarakatan tidak hanya akan meningkatkan kondisi kehidupan dan rehabilitasi narapidana, tetapi juga akan membawa manfaat besar bagi masyarakat secara keseluruhan. Dengan menciptakan sistem yang lebih aman, efisien, dan berpusat pada manusia, kita dapat memastikan bahwa narapidana memiliki peluang yang lebih baik untuk memperbaiki diri dan kembali ke masyarakat sebagai individu yang produktif.

Masa depan narapidana, dengan demikian, akan menjadi lebih cerah, dan keamanan serta kesejahteraan masyarakat akan terjamin. Society 5.0 adalah langkah maju yang diperlukan untuk menciptakan sistem pemasyarakatan yang lebih adil dan efektif.

*) Opini, Achmad Aldi Al Faruq (4791). Politeknik Ilmu Pemasyarakatan

Tags: Lembaga PemasyarakatanPoliteknik Ilmu PemasyarakatanSociety 5.0
Previous Post

Mualem Sebut Bacalon Pendampingnya Ditentukan Ketua Tuha Peut 

Next Post

Elon Musk ke Bali Dijemput Menko Luhut

Related Posts

Pemilu 2024: Refleksi Demokrasi di Indonesia*

by Redaksi
20 Mei 2024
0

MASAKINI.CO - Indonesia merupakan negara demokrasi. Pemilihan umum (Pemilu) merupakan salah satu sarana utama demokrasi yang menjembatani aktualisasi hak dan...

Next Post
Elon Musk ke Bali Dijemput Menko Luhut

Elon Musk ke Bali Dijemput Menko Luhut

BRI Peduli Salurkan Bantuan CSR di SDN 01 dan 02 Gunung Geulis Bogor

BRI Peduli Salurkan Bantuan CSR di SDN 01 dan 02 Gunung Geulis Bogor

Discussion about this post

CERITA

Kisah Saidah: Hanya Sempat Menyusui Sehari, Lalu Kehilangan Selamanya

3 Maret 2026

Singkirkan 4.000 Peserta, Reza Wakili Indonesia ke Rusia

27 Februari 2026
Ismatul Rahmi pemeran Hasanah dalam dokudrama NOEH | Foto: dok pribadi

Air Mata Hasanah, Luka yang Tak Terlihat dalam Film Noeh

17 Februari 2026

Menembus Batas Negeri, Perjalanan Naufal Maulana Menggapai Beasiswa Pemerintah Rusia

14 Februari 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co