MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Rabu, November 4, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home Nasional

Kemenkes Tekankan Deteksi Dini untuk Capai Nol Kematian Dengue 2030

Ahlul Fikar by Ahlul Fikar
14 Juni 2026
in Nasional
0

Nyamuk Aedes aegypti merupakan jenis nyamuk yang membawa virus dengue penyebab penyakit demam berdarah | Foto: via Infopublik.id

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Kementerian Kesehatan menilai kemampuan masyarakat mengenali gejala awal dan tanda bahaya dengue menjadi kunci menekan angka kematian akibat penyakit tersebut. Penguatan edukasi publik dinilai penting untuk mewujudkan target nol kematian akibat dengue pada 2030.

Direktur Penyakit Menular Kementerian Kesehatan, Prima Yosephine Berliana Tumiur Hutapea, mengatakan dengue masih menjadi salah satu tantangan kesehatan masyarakat terbesar di Indonesia karena tingginya jumlah kasus dan luasnya penyebaran penyakit.

RelatedPosts

Harga BBM Pertamina Tidak Berubah per 1 November 2026, Pertalite Tetap Rp10.000

Kemenhut Tetapkan Dua Perusahaan sebagai Tersangka Kasus Kebakaran Hutan

Prabowo Beri Bonus Rp3 Miliar untuk Atlet Peraih Emas Asian Games 2026

“Deteksi dini dan pencegahan harus berjalan beriringan. Masyarakat perlu memahami kapan harus waspada dan kapan harus segera mencari pertolongan medis,” kata Prima, mengutip infopublik.id, Minggu (14/6/2026).

Data Kementerian Kesehatan mencatat, sepanjang 2025 terdapat 161.752 kasus dengue dengan 673 kematian. Sementara hingga Mei 2026, jumlah kasus telah mencapai 39.672 dengan 105 kematian yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia.

Menurut Prima, tingginya kasus dengue menunjukkan bahwa pengendalian penyakit tersebut masih perlu diperkuat melalui pendekatan yang lebih terpadu dan melibatkan banyak pihak.

Pemerintah, kata dia, telah menjalankan berbagai strategi pengendalian dengue, mulai dari pengendalian vektor nyamuk, penguatan surveilans, peningkatan tata laksana klinis, gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) 3M Plus, hingga pemanfaatan inovasi seperti Wolbachia dan vaksin dengue.

Namun, berbagai upaya tersebut dinilai belum cukup tanpa dukungan edukasi masyarakat yang kuat. Prima menegaskan, masyarakat perlu memahami pola demam dan tanda bahaya dengue agar pasien dapat segera dibawa ke fasilitas kesehatan sebelum kondisinya memburuk.

Selain deteksi dini, Kementerian Kesehatan juga terus mendorong partisipasi masyarakat dalam gerakan 3M Plus, yakni menguras tempat penampungan air, menutup rapat wadah penyimpanan air, serta mendaur ulang barang bekas yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk.

Prima mengakui target nol kematian akibat dengue pada 2030 bukan sasaran yang mudah dicapai. Untuk itu, diperlukan penguatan tata kelola program, sistem pelaporan kasus, akses diagnosis, pengendalian vektor, hingga dukungan pembiayaan yang berkelanjutan.

Ia menegaskan, keberhasilan menekan angka kematian akibat dengue tidak bisa hanya mengandalkan sektor kesehatan. Pemerintah daerah, dunia pendidikan, akademisi, organisasi profesi, media, hingga masyarakat sipil perlu terlibat dalam membangun kesadaran kolektif terhadap bahaya dengue.

“Pendekatan yang kolaboratif dan berbasis bukti harus menjadi fondasi utama kita dalam setiap kebijakan dan implementasi program,” ujarnya.

Melalui penguatan sistem kesehatan dan perubahan perilaku masyarakat, pemerintah berharap target nol kematian akibat dengue pada 2030 dapat tercapai.

Tags: Demam Berdarahdenguedeteksi diniKemenkeszero dengue deaths 2030
Previous Post

Baitul Mal Banda Aceh Tuntaskan Pembangunan 30 Rumah Layak Huni untuk Warga Miskin

Next Post

Mengapa PKL Tidak Langsung Ditertibkan? Satpol PP-WH Banda Aceh Jelaskan Tahapannya

Related Posts

Afdhal Minta Keuchik Jadi Garda Awal Deteksi Gangguan Kamtibmas di Gampong

by Redaksi
29 September 2026
0

MASAKINI.CO – Wakil Wali Kota Banda Aceh Afdhal Khalilullah meminta para keuchik lebih aktif mendeteksi berbagai persoalan di lingkungan gampong...

Kemenkes Ingatkan Warga Tak Buru Antivirus Influenza Tanpa Resep

by Riska Zulfira
26 September 2026
0

MASAKINI.CO – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengingatkan masyarakat tidak membeli atau menggunakan obat antivirus tanpa resep dokter di tengah meningkatnya kepanikan...

Ahli Peringatkan Kerusakan Hati Sering Terlambat Disadari, Deteksi Dini Jadi Kunci Cegah Sirosis

by Ahlul Fikar
2 Juni 2026
0

MASAKINI.CO – Kerusakan hati kerap berkembang secara perlahan tanpa gejala yang jelas hingga memasuki stadium lanjut. Kondisi ini membuat deteksi...

Next Post

Mengapa PKL Tidak Langsung Ditertibkan? Satpol PP-WH Banda Aceh Jelaskan Tahapannya

Cuaca Ekstrem Berpotensi Terjadi di Aceh, Banda Aceh Masuk Wilayah Rawan Angin Kencang

Discussion about this post

CERITA

Di Sudut Punti, Rindu yang Panjang Menemukan Tempat untuk Pulang

2 November 2026

Menyusuri Kisah di Balik Nama Pulau Rubiah

28 Oktober 2026

Dari Lumpur Banjir, Kebun Edukasi MIN 42 Bireuen Tumbuhkan Semangat Baru

27 Oktober 2026

Gampong Nusa, Merawat Tradisi Aceh Lewat Wisata Budaya dan Permainan Masa Kecil

26 Oktober 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co