MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Kamis, Mei 28, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home Nasional

Anggaran Obat Gangguan Jiwa Naik Lima Kali Lipat, Kemenkes Perluas Akses Pengobatan Skizofrenia

Ahmad Mufti by Ahmad Mufti
28 Mei 2026
in Nasional
0

Flyer cara deteksi dini gangguan kejiwaan. | Foto: Kemenkes

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Kementerian Kesehatan meningkatkan anggaran pengadaan obat kesehatan jiwa hampir lima kali lipat pada 2026, dari sebelumnya sekitar Rp11 miliar menjadi Rp50 miliar. Langkah itu difokuskan untuk memperluas akses pengobatan bagi penyandang skizofrenia dan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) di layanan kesehatan primer.

Direktur Pelayanan Kesehatan Kelompok Rentan Kemenkes, Imran Pambudi, mengatakan peningkatan anggaran tersebut menjadi upaya pemerintah memperkuat layanan kesehatan jiwa yang selama ini masih terbatas, terutama di tingkat puskesmas.

RelatedPosts

Transformasi Digital Melaju, Indosat Ingatkan Ancaman Siber di Indonesia Kian Mengkhawatirkan

Satgas PASTI Hentikan 953 Entitas Pinjol dan Investasi Ilegal hingga Maret 2026

Operasi 10 Negara Bongkar 138 Ribu Kasus Penipuan, Kerugian Tembus Rp13,2 Triliun

“Tahun ini kita mendapatkan anggaran untuk pengadaan obat-obatan jiwa sekitar Rp50 miliar. Jadi meningkat hampir lima kali lipat dibanding tahun sebelumnya,” kata Imran dalam Webinar Hari Kesehatan Jiwa Sedunia 2026 di Jakarta, Selasa (25/5/2026).

Ia menjelaskan, tema Hari Kesehatan Jiwa 2026 yakni “Bersama Melawan Stigma, Meningkatkan Deteksi Dini dan Memperluas Akses Pengobatan Skizofrenia” dipilih karena masih tingginya stigma dan diskriminasi terhadap penyandang gangguan jiwa di Indonesia.

Menurutnya, persoalan skizofrenia bukan hanya masalah medis, tetapi juga menyangkut persoalan sosial dan kemanusiaan. Banyak pasien dan keluarganya enggan mencari pertolongan karena takut dikucilkan masyarakat.

“Stigma yang berkembang membuat banyak penyandang skizofrenia terlambat mendapatkan penanganan. Padahal deteksi dini dan pengobatan yang tepat dapat meningkatkan kualitas hidup mereka secara signifikan,” ujarnya.

Kemenkes mencatat hingga semester I 2026 baru sekitar 130 ribu ODGJ berat yang mendapatkan layanan kesehatan. Jumlah itu masih sekitar 25 persen dari estimasi total kasus gangguan jiwa berat di Indonesia.

Untuk memperluas layanan, pemerintah juga meningkatkan jumlah puskesmas yang mampu menangani gangguan jiwa menjadi sekitar 6 ribu fasilitas kesehatan. Selain itu, Kemenkes mendorong sistem rujuk balik dan penyediaan obat psikotik di apotek satelit agar pengobatan pasien tidak terputus setelah keluar dari rumah sakit.

Imran juga menyoroti masih tingginya kasus pasung di Indonesia. Sepanjang tahun lalu tercatat sekitar 2.200 kasus pasung, sementara hingga Maret 2026 sudah mencapai sekitar 1.200 kasus.

Menurutnya, praktik pasung masih terjadi karena minimnya akses pengobatan dan rendahnya penerimaan masyarakat terhadap ODGJ.

“Orang sampai dipasung karena tidak mendapatkan akses pengobatan dan keluarganya tidak mampu menerima kondisi tersebut,” katanya.

Kemenkes mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menghapus stigma terhadap penyandang gangguan jiwa dan menciptakan lingkungan yang lebih suportif.

“Kesehatan jiwa adalah tanggung jawab bersama. Setiap individu berhak hidup sehat, bermartabat, dan diterima di lingkungannya,” tutur Imran.

Tags: KemenkesKesehatan JiwaODGJPasungSkizofrenia
Previous Post

Satpol PP-WH Banda Aceh Jaring 26 Orang dalam Operasi Penegakan Syariat Islam

Related Posts

Diduga Gangguan Jiwa, Perempuan di Aceh Besar Jatuh ke Sumur 10 Meter

by Riska Zulfira
21 Mei 2026
0

MASAKINI.CO – Seorang perempuan bernama Yunita (50), warga Dusun Mon Ceubeuh, Gampong Reudeup, Kecamatan Montasik, Aceh Besar, berhasil diselamatkan setelah...

Rumoh Jiwa Malaka Perkuat Layanan Home Care untuk ODGJ Berat

Rumoh Jiwa Malaka Perkuat Layanan Home Care untuk ODGJ Berat

by Redaksi
23 April 2026
0

MASAKINI.CO - Puskesmas Malaka terus berinovasi dalam meningkatkan layanan kesehatan jiwa melalui program “Rumoh Jiwa Malaka”, yang menghadirkan pendekatan home...

Ismatul Rahmi pemeran Hasanah dalam dokudrama NOEH | Foto: dok pribadi

Air Mata Hasanah, Luka yang Tak Terlihat dalam Film Noeh

by Aininadhirah
17 Februari 2026
0

MASAKINI.CO - Kesedihan itu tidak selalu datang dengan suara keras. Kadang ia hadir dalam diam, dalam tatapan yang kosong, atau...

Discussion about this post

CERITA

Dari Lahan Penggembalaan ke Destinasi Favorit, Savana Indrapuri Sedot Ribuan Pengunjung

24 Mei 2026

Dari Dapur Rumahan ke Tanah Suci, Keumamah Aceh Diburu Jemaah Haji

19 Mei 2026

Menabung dari Lumpur Sawah, Halimah Berangkat Haji di Usia 85 Tahun

12 Mei 2026

Ranup yang Perlahan Asing di Tanahnya Sendiri

7 Mei 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co