MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Rabu, Mei 27, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home Daerah

Hal-hal yang Berpotensi ‘Menodai’ Pilkada Aceh 2024

Riska Zulfira by Riska Zulfira
13 Juli 2024
in Daerah
0

Ilustrasi | Logistik Pemilu 2024 dimuat ke dalam ke kapal menuju Pulo Aceh, Senin (12/2/2024). (foto: Riska Zulfira/masakini.co)

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Pengamat Politik dari Universitas Syiah Kuala (USK) Banda Aceh, Saifuddin Bantasyam menyebut potensi tingkat kerawanan yang bakal menodai penyelenggaraan Pilkada Aceh 2024 akan lebih tinggi dibanding Pemilu lalu.

Sebab, kata Saifuddin, bakal ada persaingan yang sangat intens antar calon kepala daerah seluruh kabupaten/kota di Aceh. Selain itu, isu ketidaknetralan penyelenggara dan politik uang juga akan kembali mewarnai kontestasi Pilkada.

RelatedPosts

Blang Bintang Juara Pawai Takbiran Idul Adha Aceh Besar

Wagub Aceh Salat Idul Adha di Baiturrahman, Umat Diajak Teladani Keikhlasan Nabi Ibrahim

Sekda Aceh Lepas Pawai Takbir Keliling Sambut Idul Adha 1447 H

Meski saat ini tahapan-tahapan awal Pilkada sudah berlangsung dengan lancar tanpa ada satu pun protes dari pihak terkait “namun bukan berarti ke depan akan baik-baik saja, beda dengan Pemilu presiden dan legislatif,” kata Saifuddin Bantasyam kepada masakini.co, Sabtu (13/7/2024).

Dia menuturkan berkaca pada Pemilu legislatif pada Februari 2024 lalu, persoalan keberpihakan penyelenggara dan politik uang dapat menodai Pilkada kali ini. Bahkan sebelumnya, isu kenetralan penyelenggara terlihat diabaikan.

Dalam indeks kerawanan, kata dia, di samping aspek atau dimensi kontestasi, juga berperan dimensi-dimensi lain. Misalnya adalah konteks sosial politik, keberlangsung Pilkada itu sendiri, dan kemudian partisipasi pemilih.

Menurutnya, kondisi sosial politik di Aceh dalam dua tahun belakangan ini relatif kondusif. Publik bebas menyampaikan pandangan-pandangannya baik langsung atau melalui media sosial. Tak ada konflik antar-golongan, agama, suku, dan ras.

Namun, secara tradisional, beberapa kawasan di bagian utara dan timur Aceh, dianggap kawasan yang keras sehingga perlu diantisipasi menyambut Pilkada.

Saifuddin menerangkan sebelumnya aspek teknis administratif bisa ditangani dengan baik oleh KIP Aceh dan KIP kabupaten/kota. Menurutnya ini telah menyumbangkan tingkat partisipasi publik yang baik saat pemilihan dilaksanakan.

“Jika itu bisa dipertahankan maka tingkat kerawanan juga akan dapat ditekan, apalagi jika panitia pengawas bekerja profesional dibantu pengawasan oleh publik,” ucapnya.

Selain itu, upaya penekanan tingkat kerawanan Pilkada juga dapat dilakukan dengan aktif berkoordinasi antara lembaga terlibat. KIP harus selalu bersikap adil dan sesuai dengan aturan.

Demikian juga para pasangan calon, termasuk pasangan calon independen harus dapat mengendalikan para pendukungnya, khususnya saat berlangsung kampanye. Lalu kesadaran publik dalam menggunakan media sosial juga sangat penting, publik harus memastikan kebenaran berita yang diterima.

“Diharapkan tak ada bentrokan fisik, pembakaran, penganiayaan dan lain-lain tindakan yang dilarang oleh hukum baik yang berkaitan dengan kepemiluan maupun pidana,” ujarnya.

“Narasi-narasi yang agitatif harus dihindari, serta sharing foto atau video yang menghina dan menghasut harus dihindari,” pungkas Saifuddin Bantasyam.

Tags: acehkip acehPilkada 2024Politik
Previous Post

Apa Kabar Lahan untuk Mantan Kombatan GAM?

Next Post

Sudah 14 Jemaah Haji Aceh Meninggal di Tanah Suci

Related Posts

BMKG Peringatkan Potensi Cuaca Ekstrem hingga Akhir Mei

by Riska Zulfira
23 Mei 2026
0

MASAKINI.CO – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai potensi cuaca ekstrem yang masih berpeluang terjadi di...

Kacang Koro Jadi Alternatif Pangan, Tempe Lokal Dikembangkan di Aceh

by Aininadhirah
29 April 2026
0

MASAKINI.CO – Kacang koro mulai dilirik sebagai alternatif pangan lokal yang potensial di Aceh. Komoditas ini dinilai mampu menjadi bahan...

LKPJ 2025 Dipaparkan, Pendapatan Aceh Tembus Target

by Riska Zulfira
7 April 2026
0

MASAKINI.CO - Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, memaparkan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun Anggaran 2025 dalam Rapat Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat...

Next Post
Sudah 14 Jemaah Haji Aceh Meninggal di Tanah Suci

Sudah 14 Jemaah Haji Aceh Meninggal di Tanah Suci

Banda Aceh Menyambut Hangat Kepulangan Kontingen POPDA ke XVII

Discussion about this post

CERITA

Dari Lahan Penggembalaan ke Destinasi Favorit, Savana Indrapuri Sedot Ribuan Pengunjung

24 Mei 2026

Dari Dapur Rumahan ke Tanah Suci, Keumamah Aceh Diburu Jemaah Haji

19 Mei 2026

Menabung dari Lumpur Sawah, Halimah Berangkat Haji di Usia 85 Tahun

12 Mei 2026

Ranup yang Perlahan Asing di Tanahnya Sendiri

7 Mei 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co