MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Minggu, April 12, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home News

Enam Kebiasaan Mengganggu Kesehatan Mental

Masa Kini by Masa Kini
15 Juli 2024
in News
0

Ilustrasi wanita kaget | gratispik/freepik

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018, menemukan ada 20 persen dari jumlah penduduk Indonesia yang rentan mengalami gangguan kesehatan mental, sehingga didapatkan prevalensi orang dengan gangguan jiwa sekitar 1 dari 5 orang.

Menurut WHO, kesehatan mental adalah kesejahteraan sesorang dalam mengelola stress. Kemampuan beradaptasi dengan baik, bekerja dengan produktif, dan berkontribusi untuk lingkungannya.

RelatedPosts

Harga Emas Hari Ini Naik atau Turun?

BMKG Keluarkan Peringatan Siaga Bencana Hidrometeorologi di Aceh

39 Gempa Guncang Aceh Sepekan, Mayoritas Dangkal dan Tak Dirasakan

Ada enam kebiasaan yang dapat mengganggu kesehatan mental bagi anak, remaja, hingga dewasa, antara lain sebagai berikut:

Pesimis, alih-alih melihat sisi positif, orang pesimis cenderung fokus pada aspek negatif dalam suatu situasi, mereka akan terus memikirkan kesalahannya dan meyakini bahwa mereka tidak akan pernah berhasil di masa depan. Hal ini dapat menyebabkan penarikan diri dari interaksi sosial hingga menyebabkan depresi.

Perfeksionis, di balik sisi positifnya, perfeksionis berlebih juga dapat berdampak buruk bagi Kesehatan mental, lho. Keinginan seseorang untuk melakukan suatu hal dengan sempurna dapat meningkatkan kecemasan dan perasaan tertekan untuk mencapai standar yang tinggi.

Demi mengejar kesempurnaan, perfeksionisme sering mengabaikan kebutuhan diri sendiri dan berakibat kelelahan fisik dan mental, hingga burnout.

Obsesif, sifat ini seringkali diiringi dengan kecemasan dan ketakutan yang berlebihan. Hal ini jelas dapat mengganggu aktivitas sehari-hari dan kehilangan fokus. Penting untuk diingat tidak semua orang yang mengalami obsesi akan mengalami masalah kesehatan mental.

Namun dalam beberapa kasus, obsesi dapat memicu perilaku kompulsif (tindakan berulang yang dilakukan untuk meredakan kecemasan), seperti seseorang yang terobsesi dengan kebersihan mungkin akan mencuci tangan berulang kali secara berlebihan.

Memendam amarah memang terlihat seperti cara yang mudah untuk menyelesaikan konflik. Namun, ketikan kita memendam amarah tubuh akan melepaskan hormon stress seperti adrenalin dan kortisol, hormon ini dapat meningkatkan detak jantung, tekanan darah, dan ketegangan otot.

Jika hal ini terjadi dalam jangka panjang akan berujung pada masalah fesehatan fisik dan mental.

Bergadang, dapat menggangu keseimbangan hormon dalam tubuh, termasuk hormon serotonin dan dopamine yang mengatur suasana hati sehingga menyebabkan masalah emosional, seperti mudah marah, sulit berkonsentrasi, mudah lupa, hingga melemahkan sistem kekebalan tubuh.

Kurang aktivitas, seringkali dikaitkan dengan kesehatan fisik, namun kurang beraktivitas juga dapat berdampak buruk bagi Kesehatan mental.

Ketika bergerak atau berolahraga, tubuh akan melepaskan hormon kebahagiaan sehingga suasana hati menjadi relaks.

Kurang aktivitas fisik juga dapat membuat kita kesulitan tidur nyenyak. Hal ini dikarenakan perasaan lelah yang timbul usai berolahraga akan memudahkan kita untuk tertidur.

Penulis: Siti Jihan Fadhila, mahasiswi Fakultas Keperawatan, Universitas Syiah Kuala (USK).

 

Tags: kesehatanMentalSiti Jihan FadhilaUniversitas Syiah KualaUSK
Previous Post

Peneliti Temukan Bekas Benteng dan Makam Kuno di Kuala Batu Abdya

Next Post

Ekonomi Tumbuh 4,23 Persen, Kemiskinan Aceh Masih Tinggi

Related Posts

Kenali Tanda Nyeri Haid, Mungkin Menderita Endometriosis

Kenali Tanda Nyeri Haid, Mungkin Menderita Endometriosis

by Ulfah
1 April 2026
0

MASAKINI.CO - Banyak wanita mengalami nyeri saat menstruasi, yang sering dianggap sebagai bagian normal dari siklus bulanan. Namun, bagaimana jika...

Ingatan Tsunami Mulai Memudar, Buku MemoryGraph Diluncurkan untuk Jaga Memori Kolektif Aceh

by Riska Zulfira
24 Maret 2026
0

MASAKINI.CO - Lebih dari 20 tahun pascatsunami 2004, Aceh kini menghadapi ancaman baru yang tak kasat mata: memudarnya ingatan kolektif...

BlindVision Hadir di SLB Negeri Banda Aceh, Tongkat Pintar Bantu Mobilitas Siswa Tunanetra

by Redaksi
1 Maret 2026
0

MASAKINI.CO - Inovasi teknologi berbasis kepedulian sosial kembali lahir dari kampus. Tim Yareuu dari Universitas Syiah Kuala memperkenalkan BlindVision, tongkat...

Next Post

Ekonomi Tumbuh 4,23 Persen, Kemiskinan Aceh Masih Tinggi

Ini Alasan Israel Jadikan Perempuan Pasukan Lapis Baja

Discussion about this post

CERITA

Rumah Dibakar Ayah, Ibu dan Dua Anak Selamat dari Amukan Dini Hari

7 April 2026

Dari Ditolak hingga Diakui: Jalan Sunyi Inayatillah Membuktikan Perempuan Bisa Memimpin

2 April 2026

Dari Balik Tenda, Suara Wara Bongkar Realitas Pengungsi Aceh Tamiang

27 Maret 2026
Sambut Idul Fitri, Kak Na Keliling Kota Berbagi Daging Meugang

Sambut Idul Fitri, Kak Na Keliling Kota Berbagi Daging Meugang

19 Maret 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co

 

Memuat Komentar...