MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Minggu, Agustus 30, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home News

Enam Kebiasaan Mengganggu Kesehatan Mental

Masa Kini by Masa Kini
15 Juli 2024
in News
0

Ilustrasi wanita kaget | gratispik/freepik

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018, menemukan ada 20 persen dari jumlah penduduk Indonesia yang rentan mengalami gangguan kesehatan mental, sehingga didapatkan prevalensi orang dengan gangguan jiwa sekitar 1 dari 5 orang.

Menurut WHO, kesehatan mental adalah kesejahteraan sesorang dalam mengelola stress. Kemampuan beradaptasi dengan baik, bekerja dengan produktif, dan berkontribusi untuk lingkungannya.

RelatedPosts

20 Hektare Lahan di Bener Meriah Terbakar

GenBI Aceh Didorong Jadi Penggerak Edukasi Ekonomi di Ruang Digital

Turun Lagi, Segini Harga Emas Hari Ini

Ada enam kebiasaan yang dapat mengganggu kesehatan mental bagi anak, remaja, hingga dewasa, antara lain sebagai berikut:

Pesimis, alih-alih melihat sisi positif, orang pesimis cenderung fokus pada aspek negatif dalam suatu situasi, mereka akan terus memikirkan kesalahannya dan meyakini bahwa mereka tidak akan pernah berhasil di masa depan. Hal ini dapat menyebabkan penarikan diri dari interaksi sosial hingga menyebabkan depresi.

Perfeksionis, di balik sisi positifnya, perfeksionis berlebih juga dapat berdampak buruk bagi Kesehatan mental, lho. Keinginan seseorang untuk melakukan suatu hal dengan sempurna dapat meningkatkan kecemasan dan perasaan tertekan untuk mencapai standar yang tinggi.

Demi mengejar kesempurnaan, perfeksionisme sering mengabaikan kebutuhan diri sendiri dan berakibat kelelahan fisik dan mental, hingga burnout.

Obsesif, sifat ini seringkali diiringi dengan kecemasan dan ketakutan yang berlebihan. Hal ini jelas dapat mengganggu aktivitas sehari-hari dan kehilangan fokus. Penting untuk diingat tidak semua orang yang mengalami obsesi akan mengalami masalah kesehatan mental.

Namun dalam beberapa kasus, obsesi dapat memicu perilaku kompulsif (tindakan berulang yang dilakukan untuk meredakan kecemasan), seperti seseorang yang terobsesi dengan kebersihan mungkin akan mencuci tangan berulang kali secara berlebihan.

Memendam amarah memang terlihat seperti cara yang mudah untuk menyelesaikan konflik. Namun, ketikan kita memendam amarah tubuh akan melepaskan hormon stress seperti adrenalin dan kortisol, hormon ini dapat meningkatkan detak jantung, tekanan darah, dan ketegangan otot.

Jika hal ini terjadi dalam jangka panjang akan berujung pada masalah fesehatan fisik dan mental.

Bergadang, dapat menggangu keseimbangan hormon dalam tubuh, termasuk hormon serotonin dan dopamine yang mengatur suasana hati sehingga menyebabkan masalah emosional, seperti mudah marah, sulit berkonsentrasi, mudah lupa, hingga melemahkan sistem kekebalan tubuh.

Kurang aktivitas, seringkali dikaitkan dengan kesehatan fisik, namun kurang beraktivitas juga dapat berdampak buruk bagi Kesehatan mental.

Ketika bergerak atau berolahraga, tubuh akan melepaskan hormon kebahagiaan sehingga suasana hati menjadi relaks.

Kurang aktivitas fisik juga dapat membuat kita kesulitan tidur nyenyak. Hal ini dikarenakan perasaan lelah yang timbul usai berolahraga akan memudahkan kita untuk tertidur.

Penulis: Siti Jihan Fadhila, mahasiswi Fakultas Keperawatan, Universitas Syiah Kuala (USK).

 

Tags: kesehatanMentalSiti Jihan FadhilaUniversitas Syiah KualaUSK
Previous Post

Peneliti Temukan Bekas Benteng dan Makam Kuno di Kuala Batu Abdya

Next Post

Ekonomi Tumbuh 4,23 Persen, Kemiskinan Aceh Masih Tinggi

Related Posts

Guru Besar USK: Ekonomi Digital dan Hijau Jadi Kunci Daya Saing Dunia Usaha

by Aininadhirah
22 Juli 2026
0

MASAKINI.CO – Dunia usaha menghadapi perubahan besar seiring pesatnya perkembangan teknologi digital dan meningkatnya tuntutan terhadap praktik ekonomi berkelanjutan. Guru...

USK Himpun Peneliti Internasional Bahas Infrastruktur Tangguh Hadapi Perubahan Iklim

by Redaksi
15 Juli 2026
0

MASAKINI.CO – Universitas Syiah Kuala (USK) kembali menjadi pusat diskusi internasional terkait pengembangan infrastruktur tangguh terhadap perubahan iklim melalui penyelenggaraan...

USK dan UII Bahas Pelajaran Konflik-Tsunami Aceh, Soroti Ketahanan Masyarakat Hadapi Krisis

by Riska Zulfira
19 Juni 2026
0

MASAKINI.CO – Pengalaman Aceh menghadapi konflik bersenjata dan bencana tsunami dinilai menyimpan pelajaran penting dalam membangun ketahanan masyarakat menghadapi krisis....

Next Post

Ekonomi Tumbuh 4,23 Persen, Kemiskinan Aceh Masih Tinggi

Ini Alasan Israel Jadikan Perempuan Pasukan Lapis Baja

Discussion about this post

CERITA

Jumadin Bawa Kupiah Meukeutop Aceh Menatap Pasar Dunia

25 Agustus 2026

Dari Banda Aceh ke Pelosok Papua, Reza Mencari Potensi yang Tersembunyi di Teluk Wondama

12 Agustus 2026

Sepuluh Tahun Menjaga Tradisi Merah Putih, Kisah Safura Merawat Rezeki dari Lapak Bendera

4 Agustus 2026

Liberika Tangse, Kopi Langka Beraroma Nangka

20 Juli 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co

 

Memuat Komentar...