MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Sabtu, Mei 2, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home Daerah

Berharap Ada Film Layar Lebar Syuting di Aceh, 35 Sineas Dilatih Sinematografi

Alfath Asmunda by Alfath Asmunda
7 Agustus 2024
in Daerah
0
Berharap Ada Film Layar Lebar Syuting di Aceh, 35 Sineas Dilatih Sinematografi

Pelatihan sinematografi yang digelar Disbudpar Aceh untuk 35 sineas. (foto: Disbudpar Aceh)

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Sebanyak 35 sineas di Aceh mengikuti pelatihan sinematografi yang digelar Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Aceh. Mereka diharapkan terus mengembangkan kemampuannya, meski di Serambi Makkah tidak ada bioskop.

Pelatihan berlangsung selama tiga hari Selasa-Kamis 6-8 Agustus itu diikuti peserta dari Layar Kaca Intervision, Ascreative, Sua Art, Komunitas Film Trieng, Lomosa, Axis Pro, Grahita Media.

RelatedPosts

Rencong Aceh, Dari Senjata Bersejarah Menjadi Simbol Identitas yang Terlindungi

Wagub Aceh Tinjau Jalan Rp24 Miliar di Pidie, Warga Tak Lagi Gunakan Sampan

Temuan 20 Hektare Ladang Ganja di Aceh Besar, Tiga Hektare Dimusnahkan

Pelatihan berlangsung di Sei Hotel Banda Aceh mengusung tema ‘Mengembangkan Kreatifitas Karya Sinema Bagi Insan Perfilman’.

Kegiatan tersebut menghadirkan narasumber Mirza Anggara (Director of Photography Layar Kaca), Muzzakir (Founder Komposisi Film), Khalily (Founder Away Creative Studio).

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh Almuniza Kamal melalui Kepala Bidang Pengembangan Usaha Pariwisata dan Kelembagaan (PUPK) Ismail, menyebutkan, Pemerintah Aceh terus mengembangkan 17 subsektor ekonomi kreatif di antaranya tiga subsektor unggulan yaitu kriya, kuliner dan fesyen serta empat sektor prioritas salah satunya adalah perfilman.

Ismail berharap, para peserta pelatihan dapat mengembangkan potensi dirinya walaupun di Aceh tidak memiliki layar lebar atau bioskop.

Film dinilai dapat mempresentasikan potensi pariwisata yang ada di Aceh.

“Kita berharap bakal ada satu film layar lebar yang memang syutingnya di Aceh. Tahun kemarin juga kita bekerjasama dengan asosiasi perfilman di Aceh sehingga bisa memberikan dampak yang positif bagi masyarakat Aceh melalui film, ada banyak lapangan pekerjaan yang bisa dibuka,” kata Ismail.

Menurutnya, film merupakan salah satu subsektor ekonomi kreatif yang semakin pesat perkembangannya.

Produksi perfilman telah membuat suatu terobosan baru dalam dunia pariwisata sehingga memberikan pengaruh besar terhadap promosi pariwisata dengan dukungan media sosial sebagai media publikasi.

“Pembuatan sebuah karya film yang baik tidak terlepas dari kemampuan seorang sinematografer dalam menguasai teknik pengambilan gambar untuk mendapatkan hasil gambar yang berkualitas,” ungkapnya.

Ismail mengajak para peserta pelatihan untuk turut mempersiapkan diri dalam menyambut PON dengan kontribusi bersama dapat memberikan gambaran kepada masyarakat luar.

Mereka diminta mempromosikan bahwa Aceh sangat nyaman dan aman sehingga wisatawan luar mau berliburan.

“Tahun ini juga kita akan melaksanakan PON ke-XXI mari bapak/ibu siapkan diri dalam menyambut tamu, PON tersebut pertama kali akan digelar di Aceh terutama sekali di dua provinsi yaitu Aceh dan Sumut. Kita patut berbangga Aceh bisa menjadi salah satu venue pelaksanaan PON,” jelas Ismail.

Director of Photography Layar Kaca, Mirza Anggara, menjelaskan teknik pengambilan gambar dalam produksi sebuah perfilman.

Dia menyebutkan, angle kamera merupakan penempatan kamera dari sudut atau ketinggian tertentu untuk mendapatkan pesan dan momen yang ingin disampaikan dalam gambar.

“Penggunaan gerakan kamera secara sempurna bisa membangun visual lebih bergerak maju, mengarahkan perhatian penonton pada subyek tertentu, mengungkap maupun menyembunyikan dimensi ruang, serta bisa juga buat menciptakan visual yang lebih ekspresif,” jelas Mirza.

Tags: Disbudpar AcehfilmSineasSinematografi
Previous Post

Ludesc Dapat Dukungan AMANAH Kembangkan AI Deteksi Penyakit Paru

Next Post

Laga Pramusim: Real Madrid Hajar Chelsea 2-1

Related Posts

Aceh Gelar Peringatan Nuzulul Qur’an di Masjid Raya Baiturrahman, Sejumlah Menteri Dijadwalkan Hadir

by Riska Zulfira
5 Maret 2026
0

MASAKINI.CO - Pemerintah Aceh akan menggelar peringatan Malam Nuzulul Qur’an pada Jumat, 6 Maret 2026 di Masjid Raya Baiturrahman. Kegiatan...

Aceh Ramadhan Festival 2026 Resmi Dibuka, Hadirkan Harmoni Spiritual dan Penguatan Ekonomi Umat

Aceh Ramadhan Festival 2026 Resmi Dibuka, Hadirkan Harmoni Spiritual dan Penguatan Ekonomi Umat

by Ulfah
2 Maret 2026
0

MASAKINI.CO — Langit senja yang perlahan meredup di kawasan Masjid Raya Baiturrahman menjadi saksi dimulainya Aceh Ramadhan Festival 2026, Minggu...

Aceh Ramadhan Festival 2026 Kembali Masuk KEN

Aceh Ramadhan Festival 2026 Kembali Masuk KEN

by Redaksi
11 Februari 2026
0

MASAKINI.CO – Event tahunan Aceh Ramadhan Festival kembali masuk dalam kalender Kharisma Event Nusantara (KEN) 2026 Kementerian Pariwisata Republik Indonesia....

Next Post

Laga Pramusim: Real Madrid Hajar Chelsea 2-1

Laga Pramusim: Kiper Muda AC Milan Hajar Barcelona 3-4

Discussion about this post

CERITA

Dari Kuli Panggul ke Pencerita Visual, Perjalanan Sunyi Yulzi di Balik Lensa

1 Mei 2026

Berawal dari Angka Impor, Lahir Tempe Koro dari Dapur Aceh

1 Mei 2026

Latela Donut Olah Labu Jadi Produk Kekinian, Laris di Bazar Banda Experience

23 April 2026

Rumah Dibakar Ayah, Ibu dan Dua Anak Selamat dari Amukan Dini Hari

7 April 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co