MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Kamis, September 10, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home Cerita

Yang Jarang Diketahui Wisatawan dari Pesona Lain Sabang

Alfath Asmunda by Alfath Asmunda
23 Agustus 2024
in Cerita
0
Yang Jarang Diketahui Wisatawan dari Pesona Lain Sabang

Sebuah monumen bertinta emas yang menjelaskan sejarah singkat pusat karantina haji di Pulau Rubiah, Kota Sabang. (foto: dok masakini.co)

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Mendengar kata Sabang barangkali spontan yang terpikirkan oleh Anda adalah pesona laut yang indah. Atau “Tugu Kilometer Nol Indonesia”. Atau bermain air di Iboih. Melihat sunset di Sumur Tiga.

Ya, semua itu tak salah. Sabang memang daerah primadona wisata di Provinsi Aceh. Keindahan bawah lautnya jadi salah satu yang terbaik di Indonesia. Makhluk penghuni bawah lautnya pun beragam, bahkan ada beberapa spesies yang tak ada di tempat lain.

RelatedPosts

Jumadin Bawa Kupiah Meukeutop Aceh Menatap Pasar Dunia

Dari Banda Aceh ke Pelosok Papua, Reza Mencari Potensi yang Tersembunyi di Teluk Wondama

Sepuluh Tahun Menjaga Tradisi Merah Putih, Kisah Safura Merawat Rezeki dari Lapak Bendera

Terumbu karang tempat ikan-ikan cantik bermain, terhampar sepanjang Iboih hingga ke Batee Tokong. Pilihan wajib destinasi bagi banyak wisatawan kala berkunjung ke Sabang.

Suasana di Pulau Rubiah, Kota Sabang. (foto: dok masakini.co)

Tapi hanya sedikit yang tahu bahwa Sabang menyimpan kekayaan lain dari gemerlap kepariwisataannya. Harta karun itu tertutup rimbunnya hutan di Pulau Rubiah, sebuah tempat yang berjarak sekitar 22 kilometer dari Kota Sabang.

Rubiah bukan tidak terkenal. Selama ini wisatawan hanya mengetahui disana adalah tempat terbaik snorkeling melihat ikan-ikan ragam warna. Air lautnya yang bening jadi magnet kuat menarik orang untuk berbondong-bondong datang.

Padahal di tahun-tahun sekitar 1920, sebelum Rubiah masyhur seperti sekarang, pulau yang bersemuka tak lebih dari 200 meter dengan daratan Iboih ini, telah lebih dulu melambung namanya.

Ada situs sejarah penting yang berada di tengah pulau itu. Bangunan berkelir putih yang tampak telah mengelupas tersebut, bukti betapa Rubiah bukan hanya seonggok pulau yang baru terkenal pada masa kini.

Bangunan itu adalah Karantina Haji. Dibangun Pemerintah Kolonial Belanda. Jika manut pada sejarah, inilah cikal bakal embarkasi haji di Indonesia bermula.

Bangunan ini fungsinya dulu untuk karantina. Tempat singgah sekaligus cek kesehatan orang-orang Nusantara yang pergi dan pulang haji dari Tanah Suci.

Sebelum ada vaksin seperti saat ini, orang yang akan berangkat dan pulang dari luar negeri besar kemungkinan membawa penyakit. Sehingga, setiap jemaah wajib dikarantina dengan tujuan terbebas dari wabah penyakit. Di Pulau Rubiah inilah tempat penapisannya.

Pada masanya fasilitas karantina haji di Pulau Rubiah hebat dan canggih. Terdapat beberapa gedung untuk penginapan. Rumah sakit. bangunan komunikasi. Gedung listrik dan fasilitas air bersih. Dermaga untuk sandar kapal juga besar.

Salah satu bangunan peninggalan dari pusat karantina haji di Pulau Rubiah, Kota Sabang. (foto: dok masakini.co)

Namun, sebagian fasilitas itu telah lenyap. Kini hanya tinggal bangunan yang engsel jendelanya menanti lepas. Gedung tua ini sepi dalam keramaian Pulau Rubiah.

Padahal akses jalan ke bangunan karantina haji itu gampang. Dari muka dermaga Rubiah telah dibangun jalan setapak. Cuma butuh waktu 10 menit dengan kontur jalan menanjak, lalu sampai ke bangunan itu.

Lumayan mudah untuk ditemui wisatawan. Sebab, juga terpasang plang penunjuk arah. Sesampai di sana, tampak monumen bertinta emas setinggi satu meter terpacak. Berisi informasi singkat tentang bangunan tersebut.

Sayangnya, bangunan penuh sejarah ini jarang disambangi. Barangkali itu jugalah yang membuat semak belukar cepat merayap dan menutup bangunan karantina haji itu.

Semestinya bangunan tersebut dikelola dengan baik. Perlu dipugar dan dirawat. Fungsinya bisa menjadi museum. Tinggal menata promosi, penggerak ekonomi Sabang pun tumbuh satu lagi dari wisata sejarah.

Tags: Disbudpar AcehHajiIboihKarantina HajiPulau RubiahSabangTugu Nol KilometerWisata SabangWisatawan
Previous Post

Tiga Tower Tim PON Aceh

Next Post

Demo Tolak Revisi UU Pilkada Menjalar ke Aceh

Related Posts

Pulau Weh Jadi Laboratorium Lapangan Peneliti Asia, Bahas Teknologi Laut Hadapi Perubahan Iklim

by Ahmad Mufti
9 September 2026
0

MASAKINI.CO – Pulau Weh, Kota Sabang, menjadi ruang belajar bagi peneliti, akademisi, dan peserta dari sejumlah negara Asia dalam Program...

Benteng Batera A Mateo Disiapkan Jadi Ikon Wisata Baru Sabang

by Redaksi
22 Agustus 2026
0

MASAKINI.CO – Pemerintah Kota Sabang mulai mendorong pengembangan kawasan Benteng Batera A Mateo di Gampong Cot Ba’u sebagai destinasi wisata...

Produk Kreatif Aceh Belum Mendunia, Promosi Jadi Tantangan Utama Pelaku Ekraf

by Riska Zulfira
21 Agustus 2026
0

MASAKINI.CO – Produk ekonomi kreatif Aceh dinilai memiliki potensi besar untuk berkembang, namun keterbatasan promosi masih menjadi kendala utama yang...

Next Post
Demo Tolak Revisi UU Pilkada Menjalar ke Aceh

Demo Tolak Revisi UU Pilkada Menjalar ke Aceh

Hingga Malam, Massa Aksi Tolak Revisi UU Pilkada Masih Duduki DPR Aceh

Hingga Malam, Massa Aksi Tolak Revisi UU Pilkada Masih Duduki DPR Aceh

Discussion about this post

CERITA

Jumadin Bawa Kupiah Meukeutop Aceh Menatap Pasar Dunia

25 Agustus 2026

Dari Banda Aceh ke Pelosok Papua, Reza Mencari Potensi yang Tersembunyi di Teluk Wondama

12 Agustus 2026

Sepuluh Tahun Menjaga Tradisi Merah Putih, Kisah Safura Merawat Rezeki dari Lapak Bendera

4 Agustus 2026

Liberika Tangse, Kopi Langka Beraroma Nangka

20 Juli 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co

 

Memuat Komentar...