MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Kamis, April 16, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home Daerah

Menelisik Kantor Telepon Koetaradja, Cagar Budaya dari Jejak Belanda

Riska Zulfira by Riska Zulfira
24 Agustus 2024
in Daerah
0
Sentral Telepon, Bangunan Peninggalan Belanda Sebagai Wisata Edukasi

Sentral telepon, bangungan peninggalan kolonial Belanda di Aceh yang kini jadi objek wisata. (foto: dok masakini.co)

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Di tengah rimbunnya pohon, terdapat bangunan berwarna putih yang menarik perhatian di jalan Teuku Umar, Banda Aceh.

Bangunan ini, Kantor Telepon Koetaradja, memiliki tinggi delapan meter dan dibangun pada tahun 1903 di masa pemerintahan Sultan Muhammad Daud Syah.

RelatedPosts

PLN Lakukan Pemadaman Listrik di Wilayah Aceh Timur, Ini Tanggal dan Lokasinya

1.744 Warga Kecamatan Ulee Kareng Terima Bansos Pangan

Radikalisme Masuk Lewat Medsos, Kemenag Aceh Besar Gandeng Densus 88 Perkuat Pencegahan

Sebagai peninggalan kolonial Belanda, bangunan ini menjadi penting di era tersebut, mengingat Aceh kaya sumber daya alam. Dikelilingi oleh taman dan monumen, kini bangunan ini dapat dinikmati masyarakat.

Strukturnya terbuat dari beton di lantai satu dan kayu di lantai dua, dengan tangga melingkar yang terlihat dari luar. Angka 1903 terukir di bagian atas, menandai sejarahnya. Desain reliefnya juga menambah daya tarik visual.

Bagian depan bangunan segi delapan ini memiliki pintu 1,5 meter yang terkunci dengan jeruji besi. Dibangun oleh Belanda untuk keperluan militer, bangunan ini berfungsi sebagai sentral telepon, menggantikan telegraf untuk komunikasi jarak jauh, terutama saat perang Aceh.

Dulu, sentral telepon ini digunakan untuk komunikasi strategis, termasuk menghubungkan Aceh dengan Batavia (kini Jakarta) dan luar negeri seperti Singapura.

Sejak dibangun pada tahun 1903, bangunan ini beroperasi untuk militer hingga menjelang tahun 1960. Setelah itu, sempat digunakan oleh berbagai organisasi, namun kini di bawah pengawasan Balai Pelestarian Cagar Budaya.

Masyarakat umum dapat mengunjungi lokasi ini tanpa biaya masuk, sambil menikmati suasana dan mendapatkan edukasi sejarah masa kolonialisme Belanda.

Tags: Cagar BudayaDisbudpar AcehKantor Telepon KoetaradjaKolonial BelandaSejarah
Previous Post

Bank Indonesia Rancang Pembayaran dalam Bentuk Blueprint Sistem

Next Post

Polisi Klaim Humanis Saat Amankan Demonstrasi di Aceh, 4 Personel Terluka

Related Posts

Aceh Gelar Peringatan Nuzulul Qur’an di Masjid Raya Baiturrahman, Sejumlah Menteri Dijadwalkan Hadir

by Riska Zulfira
5 Maret 2026
0

MASAKINI.CO - Pemerintah Aceh akan menggelar peringatan Malam Nuzulul Qur’an pada Jumat, 6 Maret 2026 di Masjid Raya Baiturrahman. Kegiatan...

Aceh Ramadhan Festival 2026 Resmi Dibuka, Hadirkan Harmoni Spiritual dan Penguatan Ekonomi Umat

Aceh Ramadhan Festival 2026 Resmi Dibuka, Hadirkan Harmoni Spiritual dan Penguatan Ekonomi Umat

by Ulfah
2 Maret 2026
0

MASAKINI.CO — Langit senja yang perlahan meredup di kawasan Masjid Raya Baiturrahman menjadi saksi dimulainya Aceh Ramadhan Festival 2026, Minggu...

Aceh Ramadhan Festival 2026 Kembali Masuk KEN

Aceh Ramadhan Festival 2026 Kembali Masuk KEN

by Redaksi
11 Februari 2026
0

MASAKINI.CO – Event tahunan Aceh Ramadhan Festival kembali masuk dalam kalender Kharisma Event Nusantara (KEN) 2026 Kementerian Pariwisata Republik Indonesia....

Next Post
Polisi Klaim Humanis Saat Amankan Demonstrasi di Aceh, 4 Personel Terluka

Polisi Klaim Humanis Saat Amankan Demonstrasi di Aceh, 4 Personel Terluka

Kreasi Batik, AMANAH Kenalkan Teknik Pewarnaan Alam ke Anak Muda Aceh

Kreasi Batik, AMANAH Kenalkan Teknik Pewarnaan Alam ke Anak Muda Aceh

Discussion about this post

CERITA

Rumah Dibakar Ayah, Ibu dan Dua Anak Selamat dari Amukan Dini Hari

7 April 2026

Dari Ditolak hingga Diakui: Jalan Sunyi Inayatillah Membuktikan Perempuan Bisa Memimpin

2 April 2026

Dari Balik Tenda, Suara Wara Bongkar Realitas Pengungsi Aceh Tamiang

27 Maret 2026
Sambut Idul Fitri, Kak Na Keliling Kota Berbagi Daging Meugang

Sambut Idul Fitri, Kak Na Keliling Kota Berbagi Daging Meugang

19 Maret 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co