MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Kamis, April 16, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home Daerah

Sederet Kejanggalan dalam Kasus Pembunuhan Mahasiswa Asal Aceh Barat

Riska Zulfira by Riska Zulfira
25 Oktober 2024
in Daerah
0

Keluarga korban pembunuhan di dalam kamar kos wilayah Jeulingke saat ditemui awak media di Banda Aceh | Riska Zulfira/masakini.co

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Kasus pembunuhan seorang mahasiswa asal Aceh Barat di dalam sebuah kos jalan Cendana V kawasan Jeulingke, Kecamatan Syiah Kuala Banda Aceh masih menyisakan tanda tanya di benak keluarga.

Mereka menduga ada kejanggalan di balik tewasnya Dhiaul Fuadi, mahasiswa yang sedang menimba ilmu di Lembaga Ilmu Pengetahuan Islam and Arab (LIPIA) Banda Aceh, Merduati, Kecamatan Kutaraja.

RelatedPosts

1.744 Warga Kecamatan Ulee Kareng Terima Bansos Pangan

Radikalisme Masuk Lewat Medsos, Kemenag Aceh Besar Gandeng Densus 88 Perkuat Pencegahan

Pemko Banda Aceh–Polda Gelar Gotong Royong di Pasar, Dorong Budaya Bersih Berkelanjutan

Isak tangis keluarga atas kepergian pria 20 tahun telah berlangsung sepekan sejak jasad korban ditemukan bersimbah darah oleh adiknya, Fidhaul Fuadi (19).

Keluarga korban mengatakan keterangan pelaku yang disampaikan polisi saat konferensi pers dinilai janggal, terutama menyangkut motif pembunuhan beralasan faktor ekonomi.

Mereka tak yakin bahwa pembunuhan itu didasarkan pelaku yang berinisial ZF (20) ingin melakukan pencurian handphone korban yang kemudian dijual agar mendapatkan biaya pulang kampung.

Alasan itu tak masuk akal untuk keluarga. Menurut kerabat korban, Muhammad Ramadhanur Halim, pelaku padahal berasal dari keluarga dengan kondisi ekonomi berkecukupan.

“Saya sudah bertemu dengan pelaku, dan motif ekonomi terdengar agak aneh, pasti ada petunjuk lain,” kata Halim kepada awak media di Banda Aceh, Jumat (25/10/2024).

Ia pun meyakini ada dugaan perencanaan pembunuhan di balik tewasnya sang adik sebab pembunuhan dilakukan dengan kondisi tragis. Menurut pemeriksaan polisi, korban mendapatkan tiga luka bacok di bagian tubuhnya dengan kedalaman mencapai 8 centimeter.

“8 cm kedalaman yang pelaku tusuk ke tubuh korban, dan itu sangat tragis,” ucapnya.

Kejanggalan lainnya juga ditemukan bahwa pelaku tak membawa kabur handphone milik korban seperti motif yang disampaikan pihak Polresta Banda Aceh.

Hubungan antara pelaku dan korban juga masih menjadi misteri. Menurut pihak keluarga, pelaku bukan bagian dari lingkaran pertemanan korban, bahkan kehadirannya di lingkungan tersebut sangat jarang.

“Mereka tidak saling kenal, mungkin hanya setahun lalu pernah bertemu melalui temannya yang lain,” terang Halim.

Selain itu, ada temuan yang mencurigakan dalam pencarian gawai pelaku. Informasi dari Satreskrim Polresta Banda Aceh, pihaknya menemukan pelaku sempat melakukan pencarian terkait “inafis” yang umumnya terkait dengan investigasi forensik.

Dengan penuh kesedihan dan luka mendalam yang ditinggalkan, keluarga korban mendesak polisi untuk mendalami hasil visum korban, terutama untuk menentukan apakah luka-luka yang dialami korban menunjukkan indikasi serangan terencana atau kekerasan yang brutal.

“Kalau ini sekadar perkelahian, luka-luka yang didapat tidak mungkin separah ini,” ujar Halim.

Apalagi korban dikenal sebagai pribadi introvert dan sederhana. Bahkan Dhiaul berlatar belakang sebagai alumni pesantren dan menjaga hubungan baik dengan orang-orang di sekitarnya.

Dengan penuh harapan, motif kematian Dhiaul segera terbongkar. Keluarga korban meminta agar aparat kepolisian bekerja maksimal mencari pelaku lain yang terlibat.

Mereka juga meminta agar pihak yang mengenal korban, termasuk teman-temannya dari lingkungan sekolah maupun universitas muncul dan memberikan informasi terkait terutama kegiatan seminggu terakhir sebelum korban terbunuh.

Keluarga korban berharap semua pihak dapat bekerja sama untuk mendapatkan keadilan dan menuntaskan misteri di balik kematian korban yang penuh tanda tanya ini.

“Kami butuh informasi dari lingkaran terdekatnya, teman-temanya atau kekasih korban jika ada informasi dapat informasikan ke kami,” harapnya.

Misteri pembunuhan ini tepatnya terjadi pada 19 Oktober 2024. Sekitar pukul 13.00 WIB, masyarakat sekitar dihebohkan dengan penemuan jasad korban yang bersimbah darah.

Adiknya yang melihat itu, seketika lemas tak berkutik. Ia syok dan tak berdaya, sang kakak yang selama ini tinggal bersama harus lebih dulu kembali ke sang pencipta.

Keluarga korban pembunuhan di dalam kamar kos wilayah Jeulingke saat ditemui awak media di Banda Aceh | Riska Zulfira/masakini.co

Penjelasan Pihak Kepolisian

Kasatreskrim Polresta Banda Aceh, Kompol Fadhillah Aditya Pratama dalam konferensi pers di Mapolresta, menjelaskan berdasarkan keterangan pelaku, motif pembunuhan ini didorong oleh faktor ekonomi, Senin (21/10/2024).

Pelaku mengaku kesulitan keuangan dan berencana pulang kampung ke Peudada untuk menghadiri acara Maulid Nabi di rumahnya namun tidak memiliki uang.

Sebelum aksi itu terjadi, ZF sempat meminta uang ke neneknya untuk keperluan pulang kampung. Karena tak terpenuhi, akhirnya terbesit dalam pikiran pelaku untuk melakukan pencurian handphone milik Dhiaul.

Setibanya di lokasi, pelaku mendapati kos korban tidak dalam kondisi terkunci. Korban sedang tertidur lelap tepat pukul 12.00 WIB, sementara adiknya telah keluar mengunjungi rumah saudara yang berada di Gampong Keuramat.

Namun, saat hendak mengambil handphone korban yang berada di sisi tubuhnya pelaku khawatir korban akan terbangun. Tak jauh dari korban terdapat pisau dapur, dengan benda itulah ZF menghabisi nyawa korban agar tidak ketahuan mencuri handphone.

Tags: Aceh BaratBanda AcehPembunuhan MahasiswaPolresta Banda Aceh
Previous Post

Mayat Lansia Ditemukan Membusuk dalam Gubuk di Bener Meriah

Next Post

Warga Aceh Timur Diduga Dirampok, Uang Rp150 Juta Raib

Related Posts

Budidaya Tiram Alue Naga Berpotensi Jadi Sumber Ekonomi Utama Warga Pesisir

by Riska Zulfira
15 April 2026
0

MASAKINI.CO – Budidaya tiram di Gampong Alue Naga, Kecamatan Syiah Kuala, terus berkembang dan mulai menunjukkan peran penting sebagai sumber...

Harga Emas Kembali Naik, Perhiasan Tembus Rp8,31 Juta per Mayam

by Redaksi
14 April 2026
0

MASAKINI.CO – Harga emas di Banda Aceh kembali menunjukkan tren kenaikan setelah sempat mengalami penurunan dalam beberapa hari terakhir. Pada...

Ribuan Warga Padati CFD Banda Aceh, Funwalk TNI AU Angkat Isu Kemanusiaan

by Riska Zulfira
12 April 2026
0

MASAKINI.CO - Car Free Day (CFD) di Kota Banda Aceh, Minggu (12/4/2026), tak sekadar menjadi ajang olahraga rutin. Momentum ini...

Next Post
Warga Aceh Timur Diduga Dirampok, Uang Rp150 Juta Raib

Warga Aceh Timur Diduga Dirampok, Uang Rp150 Juta Raib

KIP Aceh Minta PA Percepat Ajukan Dewan Pengganti

Discussion about this post

CERITA

Rumah Dibakar Ayah, Ibu dan Dua Anak Selamat dari Amukan Dini Hari

7 April 2026

Dari Ditolak hingga Diakui: Jalan Sunyi Inayatillah Membuktikan Perempuan Bisa Memimpin

2 April 2026

Dari Balik Tenda, Suara Wara Bongkar Realitas Pengungsi Aceh Tamiang

27 Maret 2026
Sambut Idul Fitri, Kak Na Keliling Kota Berbagi Daging Meugang

Sambut Idul Fitri, Kak Na Keliling Kota Berbagi Daging Meugang

19 Maret 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co

 

Memuat Komentar...