MASAKINI.CO – Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Aceh tahun 2024 masih didominasi oleh dana transfer dari pemerintah pusat. Hingga akhir 2024, realisasi pendapatan APBD Aceh mencapai Rp36,26 triliun atau 91,88 persen dari target yang ditetapkan.
Dari jumlah tersebut, dana transfer menyumbang Rp30,31 triliun atau 83,57 persen dari total pendapatan daerah.
“Dana transfer masih menjadi kontributor utama dalam struktur pendapatan daerah,” kata Kepala Bidang Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat Kanwil Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Aceh, Ridho Syafruddin melalui keterangan yang diterima masakini.co, Minggu (2/2/2025).
Namun, Pendapatan Asli Daerah (PAD), yang mencapai Rp5,86 triliun atau 96,90 persen dari target mengalami peningkatan sekitar 10 persen dibanding tahun sebelumnya.
Dalam aspek belanja, realisasi belanja APBD Aceh hingga akhir tahun lalu mencapai Rp37,12 triliun atau 91,24 persen dari total anggaran yang didominasi belanja operasi dengan nilai Rp25,90 triliun.
Sementara itu, belanja modal juga menunjukkan kinerja yang baik dengan realisasi Rp3,86 triliun atau 96,76 persen.
Di samping itu, mereka juga merilis Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang dikelola DJKN Aceh. Salah satu kontributor utama adalah penerimaan dari lelang yang mengalami kenaikan sebesar Rp4,67 miliar.
Selain itu, realisasi pokok lelang juga menunjukkan tren positif dengan kenaikan sebesar 8,36 persen atau menjadi Rp132,79 miliar.
“Dalam aspek pengelolaan piutang negara, penerimaan dari Biaya Administrasi Piutang Negara meningkat hingga 13,30 persen mencapai Rp88,29 juta,” sebutnya.
Secara keseluruhan realisasi penerimaan negara di wilayah Aceh menunjukkan pencapaian yang positif. Dari total pendapatan yang berhasil dikumpulkan mencapai Rp7,75 triliun, atau sekitar 108,34 persen dari target yang ditetapkan.










Discussion about this post