MASAKINI.CO – Berakhir sudah kiprah Adam Depok FC dan Tajura Aceh FC di Liga 4 regional Aceh. Tim asal Nagan Raya dan Abdya itu, didiskualifikasi karena dianggap melakukan pengaturan skor.
Hal ini diputuskan dalam sidang permusyawaratan Komisi Disiplin (Komdis) Asprov PSSI Aceh, Jumat (31/1/2025). Surat keputusan ditandatagani Ketua Komdis, Hendri Saputra.
Poin satu, membatalkan hasil pertandingan Adam Depok FC vs Tajura Aceh FC, yang dilaksanakan di Stadion Sabang Merauke, Rabu (28/1/2025). Dengan skor akhir 3-3.
“Mendiskualifikasi club Adam Depok dan club Tajura Aceh FC dari kompetisi Liga 4 regional Aceh grup A tahun 2024-2025,” sebutnya.
Tidak hanya itu, Komdis PSSI Aceh juga menjatuhkan sanksi. Kedua tim tersebut, dilarang mendaftarkan pemain pada kompetisi resmi Asprov PSSI Aceh tahun 2025-2026.
Ketegasan sikap PSSI Aceh, mendapatkan ragam respon. Ketua Umum PS Peureulak Raya FC, Fattah Fikri memandang, ini menjadi momentum kemajuan sepakbola Aceh.
“Langkah yang diambil sudah benar dan tepat,” tegas Tata (sapaanya).
Sebelum itu, Presiden Adam Depok FC, Dedi Wahyufan menyayangkan sikap Komdis PSSI Aceh. Menurutnya, pernyataan Komdis PSSI Aceh tidak mendasar.
“Ini tuduhan yang sangat keji, mencemarkan nama baik tim Adam Depok FC, serta seluruh masyarakat Nagan Raya,” ucap Dedi.
Lebih jauh, pihaknya juga mengajukan permohonan banding terhadap keputudan Komdis PSSI Aceh, dengan nomor 019/AD-FC/IV-2025.
Dedi mengaku tidak fair, sebab ada pula laga di grup berbeda, hasilnya seri, tapi diduga tak diusut. Bukan hanya itu, keputusan Komdis PSSI Aceh dikeluarkan, tanpa memanggil pihak tim yang didiskualifikasi, untuk dimintai keterangan langsung.
“Kenapa Komdis PSSI Aceh mengambil keputusan sepihak? Kenapa kami tidak pernah dipanggil oleh Komdis Asprov PSSI Aceh. Ada apa? Ini jelas merugikan dan mencemarkan nama tim kami,” sesalnya.










Discussion about this post