MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Kamis, Juli 9, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home Cerita

Marak Pecandu Narkoba Incar Kelapa Warga

Ichsan Maulana by Ichsan Maulana
9 Februari 2025
in Cerita
0

Seneukret alat tradisional panjat kelapa di Aceh, menjadi barang bukti yang ditingal pencuri. | | foto: dok pribadi

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Mizwar, 26 tahun, hanya mampu tersenyum kecut melihat tumpukan sabut kelapa di kebunnya, Desa Pante Cut, Peusangan, Bireuen, Aceh, Sabtu (8/2/2025).

Padahal baik dirinya, maupun keluarga, tak seorang pun memanen kelapa dari kebun mereka hari itu.

RelatedPosts

Keberanian yang Mengantar Ghaisya ke Podium Emas

Menunggu Rezeki di Bawah Tenda Musim Durian

Dari Lahan Penggembalaan ke Destinasi Favorit, Savana Indrapuri Sedot Ribuan Pengunjung

“Petik terus kelapa, lagi marak pencuri kelapa sekarang,” kata seorang warga.

Peringatan itu, sudah disampaikan beberapa hari yang lalu. Mizwar tidak menanggapi. Meski diakuinya, sadar dengan fenomena tersebut.

Namun siang itu, keresahan dan wanti-wanti warga menjadi kenyataan, menimpa kebun kelapa milik keluarga Mizwar.

Ia bercerita, mulanya tak begitu khawatir sebab kebun kelapanya berada di dekat jalan, tak jauh dari kandang peternak ayam. Aktifitas yang ramai, dalam keyakinannya; bisa meminimalisir kemungkinan maling kelapa beroperasi.

“Ternyata saya keliru. Barusan saya pulang, kelapa sudah dicuri. Bekas serabutnya ditumpuk di kebun. Ada yang dikupas dan ada yang dibelah,” cerita Mizwar dalam bahasa Aceh.

Ia tak habis pikir, semua kelapa dipetik. Termasuk kelapa yang belum muda. Setelah dipetik, kelapa jenis ini tidak dibawa. Ditinggal di kebun.

“Seneukret juga ditinggal,” bebernya.

Seneukret merupakan sebutan dalam Bahasa Aceh untuk alat panjat kelapa. Biasanya terbuat dari pelepah kelapa, dipintal dan direkatkan berbentuk linkaran.

Saat memanjat, seneukret dibentuk angka 8 rebah, kedua kaki dimasukkan. Barulah dipanjat. Seneukret tak semua terbuat dari pelepah kelapa, ada pula yang menggunakan karung, atau tali ukuran besar.

Seneukret berfungsi sebagai penyangga badan, sekaligus membantu meringankan beban tangan yang memeluk batang kelapa. Pelafalan alat tradisional panjat kelapa di Aceh, ada pula yang menyebut dengan neukleut.

Sapiah membakar sisa serabut kelapa. Membersihkan kebun usai kemalingan, Minggu (9/2/2025). | foto: dok pribadi

Warga Resah

Fenomena maling kelapa, membuat warga resah. Diakui Mizwar, kejadian itu bukan saja menimpa desanya. Namun juga beberapa desa tetangga. Lazimnya pencuri beraksi malam hari.

“Akibatnya banyak warga akhirnya memanen kelapa sebelumnya waktunya. Padahal kelapanya belum matang. Ya dari pada dicuri,” aku Miswar.

Menurut hasil perbincangan dirinya dengan warga yang lain, diduga pelaku pencurian kelapa kecanduan narkoba.

Jika kebun kelapa Mizwar baru sekali kemalingan, lain halnya dengan Biah, perempuan paruh baya. Sekaligus saudara Mizwar. Dua kali sudah, pencuri beroperasi di kebun milik Biah.

“Biarkan saja, sudah dipanjat apa hendak dibuat. Ada uang dia (pencuri) sedikit untuk hisap sabu,” kata Biah juga dalam bahasa Aceh.

Harga Tinggi

Dalam sepekan terakhir, harga kelapa melonjak tinggi di pasar akibat minimnya pasokan. Kondisi itu membuat maling mengincar kelapa milik warga.

“Di pasar setau kami, saat ini menyentuh Rp10 ribu per kelapa. Naik dua kali lipat dari biasanya,” kata Mizwar.

Sebelumnya, harga per kelapa santan, di situasi normal berkisar Rp5 ribu hingga Rp6 ribu. Bahkan, di sejumlah portal berita; melaporkan bahwa akhir-akhir ini, per kelapa sempat menyentuh Rp12 ribu, seperti terjadi di Aceh Tengah.

Patauan masakini.co, di beberapa pasar di Banda Aceh, baik di Lamdingin, Lamnyong hingga Ulee Kareng. Harga kelapa santan, berkisar Rp8 ribu hingga Rp10 ribu. Tergantung ukuran.

Tags: BireuenHarga kelapaKelapa AcehMaling KelapaNarkoba Sabu
Previous Post

Warung Kopi di Jantho Ludes Terbakar, 9 Sepmor Berimbas

Next Post

Bungkam PSGC, Persekabpas Jaga Peluang Promosi

Related Posts

Jemaah Haji Aceh yang Wafat di Tanah Suci Bertambah Jadi Lima Orang, Terbaru Asal Bireuen

by Riska Zulfira
31 Mei 2026
0

MASAKINI.CO - Jumlah jemaah haji Embarkasi Banda Aceh yang meninggal dunia di Tanah Suci kembali bertambah. Hingga 31 Mei 2026,...

Jamaah Haji Kloter BTJ 8 Asal Bireuen Meninggal Dunia di Arafah

by Riska Zulfira
26 Mei 2026
0

MASAKINI.CO – Seorang jamaah haji asal Kabupaten Bireuen yang tergabung dalam Kloter BTJ 8 Embarkasi Banda Aceh dilaporkan meninggal dunia...

Truk Bermuatan Besar Dilarang Melintas di Jembatan Bailey Kuta Blang

by Riska Zulfira
17 Januari 2026
0

MASAKINI.CO - Pemerintah melarang kendaraan besar melintas di Jembatan Bailey Krueng Tingkeum, Kecamatan Kuta Blang, Kabupaten Bireuen, mulai Minggu (18/1/2026)....

Next Post

Bungkam PSGC, Persekabpas Jaga Peluang Promosi

Sekjen PBB Mengecam Israel Menyerang Sekolah UNRWA di Gaza

Pasukan Israel Ditarik dari Gaza Tengah, Hamas: Ini Kemenangan Palestina

Discussion about this post

CERITA

Keberanian yang Mengantar Ghaisya ke Podium Emas

8 Juli 2026

Menunggu Rezeki di Bawah Tenda Musim Durian

28 Juni 2026

Dari Lahan Penggembalaan ke Destinasi Favorit, Savana Indrapuri Sedot Ribuan Pengunjung

24 Mei 2026

Dari Dapur Rumahan ke Tanah Suci, Keumamah Aceh Diburu Jemaah Haji

19 Mei 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co

 

Memuat Komentar...