MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Minggu, Agustus 23, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home Cerita

Khidmat Puasa Nisfu Sya’ban di Dayah Istiqamatuddin Darussalam

Ichsan Maulana by Ichsan Maulana
18 Februari 2025
in Cerita
0
Khidmat Puasa Nisfu Sya’ban di Dayah Istiqamatuddin Darussalam

Menunggu waktu berbuka puasa Sunnah Nisfu Sya'ban di Dayah Istiqamatuddin Darussalam. | foto: untuk masakini.co

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – “Kepada seluruh santri, ini sudah bisa masuk musala untuk buka puasa bersama,” ucap Tgk Walidin, Jumat sore (14/2/2025).

Pengumuman tersebut membelah langit sendu Dayah Istiqamatuddin Darussalam, Mata Ie, Montasik, Aceh Besar. Kalimat itu beresonansi dari pengeras suara menembus bilik-bilik santri.

RelatedPosts

Dari Banda Aceh ke Pelosok Papua, Reza Mencari Potensi yang Tersembunyi di Teluk Wondama

Sepuluh Tahun Menjaga Tradisi Merah Putih, Kisah Safura Merawat Rezeki dari Lapak Bendera

Liberika Tangse, Kopi Langka Beraroma Nangka

Dengan cepat, para santri lintas usia bergerak ke musala. Pakaian khas santri mendominasi pandangan, meski warnanya tak serupa. Namun setiap kepala mengenakan kopiah atau peci.

“Begitu pula yang tidak puasa, jamaah (magrib) tetap wajib sebagaimana biasanya,” pesan Tgk Walidin.

Para penuntut ilmu agama Islam itu telah duduk rapi, bersaf-saf. Di depan santri, sudah tersedia makanan yang dikemas dalam wadah plastik. Lengkap dengan minuman.

“Allahuakbar, Allahuakbar,” azan berkumandang.

“Bismilllah. Allahummalakasumtu,” terdengar berdesir dari setiap mulut.

Begitulah kesyahduan buka puasa bersama di Dayah Istiqamatuddin Darussalam. Kali ini terasa lebih khidmat, sebab serempak mereka buka puasa bersama sya’ban.

Suasana berbuka puasa Sunnah Nisfu Sya’ban di Dayah Istiqamatuddin Darussalam. | foto: untuk masakini.co

Puasa sunnah nisfu syaban memang tidak diwajibkan kepada setiap santri. Namun rata-rata mereka dengan kesadaran sendiri melaksanakannya. Bagi yang tidak, turut dipersilahkan untuk makan.

Urunan Buka Puasa

Tgk Marsa Arija mengungkapkan aktivitas puasa sunnah di dayah tersebut biasa dilaksanakan. Sebahagian besar santri rutin melaksanakan puasa Senin dan Kamis.

“Kali ini berbeda karena bertepatan dengan nisfu syaban. Maka dibuatlah buka puasa bersama, yang terstruktur,” kata Tgk Marsa kepada masakini.co.

Sumber takjil semuanya berasal dari kepedulian para guru atau ustaz di dayah tersebut. Mereka urunan ala kadar, menurut kesanggupan masing-masing.

Secara umum, Tgk Marsa yang sudah bermukim sejak 2017 dan kini menjadi dewan guru di sana, menjelaskan mereka ikhlas melaksanakan ‘beut seumeu beut‘ itu. Tanpa berharap imbalan.

“Rata-rata para guru hidup mandiri. Urunan tangan para guru, dari rezeki masing-masing. Misalnya, ada yang jualan, dan seterusnya,” ungkapnya.

Tgk Marsa bertugas mengumpulkan dana dari para guru itu. Setelah terkumpul, diserahkan kepada bagian lain untuk membeli keperluan dapur. Lauk utama adalah ayam.

Sebelum zuhur, ustaz yang bertugas untuk belanja, sudah menyiapkan keperluan dapur itu. Setelahnya, diserahkan kepada santriwati. Sejak sebelum asar, para santriwati telaten menyiapkan santapan untuk berbuka puasa.

“Salah satu menu favorit di sini ayam geprek,” katanya.

Bertepatan dengan Ujian

Sya’ban 2024 terasa lebih istimewa bagi santri Istiqamatuddin Darussalam lantaran bertepatan dengan pelaksanaan ujian caturwulan II. Setelah buka puasa bersama, salat, dan seterusnya para santri kembali melaksanakan ujian.

“Sudah jalan lima hari, dari total delapan hari ujian,” ungkapnya.

Dayah Istiqamatuddin Darussalam, Mata Ie, Montasik, Aceh Besar. | foto: untuk masakini.co

Hampir sepekan terakhir, para santri mempersiapkan diri untuk ujian. Sesi ujian dibagi dua. Malam hari dan subuh hari.

“Hari kamis malamnya, libur sekali. Karena salat tasbih dan kegiatan ibadah lainnya,” jelas Marsa.

Sya’ban dengan segala fazilahnya terus berjalan. Tersisa tak lebih dua pekan lagi, Ramadan pun tiba.

Sebagaimana buku amal manusia yang berganti di bulan kegemaran Rasulullah SAW itu, demikian juga dengan aktivitas beut seumeu beut di dayah yang telah berdiri sejak 2016 tersebut. Meski sudah ditinggal pendirinya Abu H. Mahdi Bin Tgk Muhammad Daud yang berpulang pada 23 Mei 2021 lalu.

Almarhum merupakan murid langsung mendiang ulama kharismatik Aceh, Abu Tu Min Blangblahdeh.

Sekarang, ihwal lalu lintas kesantrian dikontrol oleh Tgk Walidin atau lebih dikenal dengan sebutan Tgk Lhok. Generasi pertama, sekaligus orang kepercayaan pimpinan saat masih ada di dunia yang fana ini.

Tags: Aceh BesardayahDayah Istiqamatuddin DarussalamPuasa Nisfu SyabanSantri
Previous Post

Harga Bahan Pokok Stabil Jelang Ramadan di Banda Aceh

Next Post

4 Pria Ditetapkan Tersangka Penyelundupan Rohingya di Aceh Timur

Related Posts

Bulog Salurkan 1,8 Juta Kg Beras untuk 60.027 Penerima di Aceh Besar

by Riska Zulfira
14 Agustus 2026
0

MASAKINI.CO – Sebanyak 60.027 keluarga penerima manfaat (PBP) di Kabupaten Aceh Besar akan menerima bantuan pangan berupa beras dari Perum...

Angin Kencang Masih Terjadi, Lima Pohon Tumbang dalam Sehari

by Riska Zulfira
7 Agustus 2026
0

MASAKINI.CO – Cuaca ekstrem masih terjadi di Aceh Besar. Hari ini, lima titik pohon tumbang dilaporkan terjadi akibat hembusan angin...

4 Pelajar Tenggelam di Pantai Ujong Batee, Satu Tewas dan Tiga Masih Dalam Pencarian 

by Riska Zulfira
1 Agustus 2026
0

MASAKINI.CO – Empat remaja asal Perumnas Ujong Batee, Aceh Besar dilaporkan terseret arus laut di kawasan wisata Pantai Ujong Batee,...

Next Post
Rombongan Pengungsi Rohingya di Aceh Timur Ternyata Ada yang Meninggal

4 Pria Ditetapkan Tersangka Penyelundupan Rohingya di Aceh Timur

Pegadaian Liga 2 Datangkan Berkah untuk UMKM di Kutaraja

Pegadaian Liga 2 Datangkan Berkah untuk UMKM di Kutaraja

Discussion about this post

CERITA

Dari Banda Aceh ke Pelosok Papua, Reza Mencari Potensi yang Tersembunyi di Teluk Wondama

12 Agustus 2026

Sepuluh Tahun Menjaga Tradisi Merah Putih, Kisah Safura Merawat Rezeki dari Lapak Bendera

4 Agustus 2026

Liberika Tangse, Kopi Langka Beraroma Nangka

20 Juli 2026

Dari Lhoknga, Anyaman Bambu Menganyam Jalan ke Pasar Dunia

19 Juli 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co

 

Memuat Komentar...