MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Kamis, Oktober 15, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home Daerah

Pendapatan Belum Merata, Pemerintah Diminta Tak Diskriminasi Buruh

Riska Zulfira by Riska Zulfira
25 April 2025
in Daerah
0

Ilustrasi | Pekerja angkut beras di gudang Bulog. (Eno Sunarno/masakini.co)

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Direktur Koalisi NGO HAM Aceh, Khairil Arista menyoroti realitas buruh di Aceh yang kerap luput dari perhatian. Ia menilai saat ini standar pendapatan buruh belum merata ditambah ketimpangan psikologis sosial di masyarakat.

Menurutnya, banyak pekerja di sektor informal, terutama di wilayah pedesaan, menggantungkan hidup dari lahan orang lain. Akibatnya, mereka tak tercatat sebagai pemilik aset dalam data statistik, sehingga angka kemiskinan tetap tinggi meski mereka bekerja setiap hari.

RelatedPosts

Banda Aceh Kelola 58 Aplikasi untuk Perkuat Keterbukaan Informasi Publik

Satpol PP Bongkar Bangunan Liar di Jalan Akses Bandara SIM

BGN Resmikan 980 Dapur MBG di 16 Provinsi, Aceh Besar Jadi Pusat Kegiatan

“Banyak dari mereka bekerja di lahan yang bukan milik sendiri, sehingga saat dilakukan pendataan angka kemiskinan tetap tinggi,” kata Khairil, Jumat (25/4/2025).

Ia juga menyinggung kondisi pekerja di Banda Aceh, di mana sekitar 50 persen adalah pekerja kantoran, sementara sisanya merupakan buruh kasar dan masyarakat miskin kota yang suaranya kian jarang terdengar.

“Biaya hidup tinggi, tapi masih ada office boy yang digaji di bawah UMR. Di sinilah negara harus hadir,” tegasnya.

Lebih lanjut, Khairil meminta pemerintah tidak bersikap diskriminatif dalam membuat kebijakan ketenagakerjaan. Ia menekankan pentingnya pembukaan lapangan kerja dan penghentian pemecatan sepihak.

“Sering kali pabrik diminta memprioritaskan tenaga lokal, namun lulusan sarjana enggan kembali ke kampung halaman, sementara mayoritas penduduk sekitar hanya berpendidikan SMA,” jelasnya.

Sementara itu, pengamat Politik dan ekonomi, Dr. Taufiq A. Rahim menegaskan bahwa pentingnya peran legislatif dalam mengawal kesejahteraan buruh. Ia mengkritik relasi yang terlalu dekat antara pemilik modal dan pembuat kebijakan, yang menyebabkan buruh semakin tidak dilindungi.

“Yang makan gaji negara mestinya yang mengawal rakyat, bukan sebaliknya,” ucap Taufiq.

Ia menyebut kesejahteraan buruh di Aceh bukan hanya soal angka UMR, tapi juga soal akses terhadap kehidupan yang layak. “Sayangnya, praktik politisasi anggaran membuat hak-hak dasar buruh semakin kabur dalam arena politik,” tutup Taufiq.

Tags: acehBuruhKoalisi NGO HAM AcehUMR
Previous Post

Polisi Gendut di Lhokseumawe Diwajibkan Diet

Next Post

Sidak Tim Terpadu di Aceh Memburu Produk Mengandung Babi, Ini Temuannya

Related Posts

BPJS Ketenagakerjaan Buka Akses Pembiayaan Rumah hingga Rp500 Juta bagi Pekerja di Aceh

by Redaksi
29 September 2026
0

MASAKINI.CO – Peserta aktif BPJS Ketenagakerjaan di Aceh kini dapat memanfaatkan program Manfaat Layanan Tambahan (MLT) Perumahan untuk memperoleh fasilitas...

Aceh Raih Peringkat Empat MTQ Nasional

by Riska Zulfira
20 September 2026
0

MASAKINI.CO – Setelah 23 tahun, kafilah Aceh kembali menembus empat besar nasional pada Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional. Aceh mengakhiri...

Banjir dan Longsor Landa Tiga Kabupaten di Aceh, Mualem Minta Warga Waspada

by Riska Zulfira
15 September 2026
0

MASAKINI.CO – Banjir dan longsor melanda sejumlah wilayah di Gayo Lues, Aceh Tenggara, dan Aceh Tengah pada 13-14 September 2026....

Next Post
Sidak Tim Terpadu di Aceh Memburu Produk Mengandung Babi, Ini Temuannya

Sidak Tim Terpadu di Aceh Memburu Produk Mengandung Babi, Ini Temuannya

BRI Dorong UMKM Minuman Herbal Kian Percaya Diri Garap Pasar Luar Negeri

BRI Dorong UMKM Minuman Herbal Kian Percaya Diri Garap Pasar Luar Negeri

Discussion about this post

CERITA

Kisah Abdul Majid, 21 Tahun Menyambung Alas Kaki demi Menghidupi Keluarga

14 Oktober 2026

PFI Malang Rekam Cerita di Balik Pangan Lewat Pameran Foto

25 September 2026

Dari Teras Rumah, Nova Mengubah Hobi Memotret Makanan Jadi Profesi

16 September 2026

Jumadin Bawa Kupiah Meukeutop Aceh Menatap Pasar Dunia

25 Agustus 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co