MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Minggu, April 12, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home Cerita

Mutiara Hasanah: Misi Lingkungan dalam Gaun Keanggunan

Riska Zulfira by Riska Zulfira
5 Juni 2025
in Cerita
0

Mutiara Hasanah

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Di balik senyum manis dan langkah anggun Mutiara Hasanah, tersimpan semangat besar yang membara. Perempuan berusia 25 tahun ini merupakan Finalis Putri Indonesia yang mewakili Aceh 2025 ke kancah nasional.

Tiara, nama akrabnya. Selain cantik dan cerdas, ia juga representasi generasi muda Aceh yang berpikir jauh ke depan melampaui gemerlap panggung, menuju perubahan nyata bagi bumi dan bangsanya.

RelatedPosts

Rumah Dibakar Ayah, Ibu dan Dua Anak Selamat dari Amukan Dini Hari

Dari Ditolak hingga Diakui: Jalan Sunyi Inayatillah Membuktikan Perempuan Bisa Memimpin

Dari Balik Tenda, Suara Wara Bongkar Realitas Pengungsi Aceh Tamiang

Dalam balutan jilbab, Tiara akan membawa misi besar terkait lingkungan di ajang tersebut. Ia menyoroti pentingnya pengelolaan sampah dan daur ulang. Namun ternyata di luar jam kerja, ia menjelma menjadi aktivis lingkungan yang vokal dan konsisten. Ia menggagas gerakan “Sisa Jadi Berkah”, sebuah kampanye pengelolaan limbah makanan (food waste) di Indonesia.

Indonesia adalah negara keempat terbesar penghasil food waste di dunia, sementara di sisi lain, masih banyak yang kelaparan. “Ini ironi yang tidak bisa kita abaikan,” ungkap Tiara.

Melalui gerakan ini, Tiara ingin menyentil kesadaran masyarakat bahwa sisa bukan berarti sia-sia. Makanan berlebih dari restoran, hotel, atau rumah tangga bisa disalurkan kembali kepada yang membutuhkan, bukan dibuang begitu saja.

Isu lingkungan yang digalakkan Tiara tak dilakukan secara asal-asalan. Tiara memiliki latar belakang pendidikan Sarjana Teknik Lingkungan yang merupakan lulusan dari Universitas Andalas Padang.

Sebagai anak bungsu dari dua bersaudara, ia mengimplementasikan ilmunya dalam berbagai program yang bertujuan mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan. “Ajang Putri Indonesia saya menyuarakan isu ini,” ucapnya.

Namun, perjuangan ini tidak semudah mengubah gaya hidup. Ia berbicara tentang tantangan regulasi internal perusahaan yang bergerak dibidang pembuatan dan penjualan makanan. Padahal dengan adanya regulasi bisa menembus batas itu. Namun karena belum ada, maka hanya bisa berjalan level komunitas.

Tiara sudah menggandeng sejumlah komunitas lingkungan di Jakarta dan di Aceh. Ia membangun kesadaran dari akar rumput mengedukasi masyarakat lewat media sosial tentang belanja bijak, penyimpanan makanan yang efisien, hingga pentingnya memilah sisa konsumsi di rumah tangga.

Lebih dari itu, Tiara juga seorang atlet basket. Ia ingin mematahkan stereotip, bahwa perempuan yang aktif dan sporty pun bisa tetap tampil feminin, percaya diri, dan anggun. Dunia pageant baginya adalah ruang untuk menyeimbangkan dua sisi kepribadian tangguh sekaligus lembut, rasional tapi tetap peka.

Selain itu, Tiara juga bekerja sebagai Human Capital Officer Specialist di bidang Fresh Graduate, keseharian Tiara lekat dengan dunia profesional yang menuntut ketelitian dan komunikasi yang tajam.

Perannya di dunia kerja membuktikan bahwa perempuan bisa berperan dalam berbagai sektor, memadukan tanggung jawab profesional dengan passion untuk menciptakan perubahan sosial.

“Awalnya aku hanya ingin menggali lagi sisi kompetitifku yang lama tertimbun rutinitas kerja. Tapi saat tahu Putri Indonesia punya jangkauan yang besar, aku sadar inilah wadah paling tepat untuk menyuarakan advokasiku.”

Karena bagi Tiara, menjadi Putri Indonesia bukan soal satu tahun menjabat, melainkan satu masa untuk menginspirasi seumur hidup. Tentu dengan kampanye isu lingkungan yang terus digalakkan kepada masyarakat, terkhusus masyarakat Tanoh Rencong.

Tags: acehFinalis Putri Indonesiafood wasteLimbah MakananMutiara Hasanah
Previous Post

Sinergi Kopdes, Pemda hingga Poltekkes Untuk Suksesi MBG

Next Post

Raja Maroko Minta Rakyat Tidak Potong Hewan Kurban Saat Idul Adha

Related Posts

LKPJ 2025 Dipaparkan, Pendapatan Aceh Tembus Target

by Riska Zulfira
7 April 2026
0

MASAKINI.CO - Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, memaparkan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun Anggaran 2025 dalam Rapat Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat...

Stok Hewan Meugang Idul Fitri di Aceh Aman, Sapi Capai 16.381 Ekor

Untuk Kedua Kali, Presiden Salurkan Sapi Meugang ke Aceh Jelang Idulfitri

by Riska Zulfira
18 Maret 2026
0

MASAKINI.CO - Presiden Prabowo Subianto kembali menyalurkan bantuan sapi untuk tradisi meugang di Aceh menjelang Idulfitri 1447 Hijriah. Ini menjadi...

Lebih dari Dua Bulan Pascabencana, 13 Desa di Aceh Masih Gelap Tanpa Listrik

by Riska Zulfira
11 Februari 2026
0

MASAKINI.CO - Sebanyak 13 desa di wilayah terdampak bencana di Aceh hingga kini masih belum teraliri listrik. Padahal, bencana telah...

Next Post

Raja Maroko Minta Rakyat Tidak Potong Hewan Kurban Saat Idul Adha

Bank Aceh Komitmen Perkuat Tata Kelola dan Layanan Prima

Discussion about this post

CERITA

Rumah Dibakar Ayah, Ibu dan Dua Anak Selamat dari Amukan Dini Hari

7 April 2026

Dari Ditolak hingga Diakui: Jalan Sunyi Inayatillah Membuktikan Perempuan Bisa Memimpin

2 April 2026

Dari Balik Tenda, Suara Wara Bongkar Realitas Pengungsi Aceh Tamiang

27 Maret 2026
Sambut Idul Fitri, Kak Na Keliling Kota Berbagi Daging Meugang

Sambut Idul Fitri, Kak Na Keliling Kota Berbagi Daging Meugang

19 Maret 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co