MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Kamis, Juli 9, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home Daerah

Perempuan Lampuuk Aceh Besar Tolak Proyek PLTB

Riska Zulfira by Riska Zulfira
25 Juni 2025
in Daerah
0
Perempuan Lampuuk Aceh Besar Tolak Proyek PLTB

Solidaritas Perempuan Lampuuk lakukan diskusi dengan awak media di Banda Aceh | Riska Zulfira/masakini.co

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Kelompok perempuan di wilayah Lampuuk, Aceh Besar, menyatakan sikap menolak proses pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) yang sedang direncanakan di daerah mereka.

Penolakan ini bukan ditujukan pada proyek PLTB-nya secara keseluruhan, melainkan pada proses pembangunan yang dinilai tidak melibatkan suara perempuan dan berpotensi merugikan kehidupan mereka.

RelatedPosts

Pemko Banda Aceh Susun Rencana Aksi Gender dan Perubahan Iklim

Dinsos Banda Aceh Amankan Tiga Anak dari Keluarga Rentan, Siapkan Pengasuhan Sementara

Sekda Aceh Genjot Rehabilitasi Sawah, Targetkan Petani Mulai Tanam Juli Ini

Menurut Koordinator Program Solidaritas Perempuan (SP) Aceh, Yeni Hartini mengatakan bahwa SP sejak awal fokus mendampingi perempuan di Lampuuk karena daerah ini merupakan wilayah pengorganisasian mereka.

“Selama ini, perempuan tidak pernah dilibatkan dalam proses pengambilan keputusan terkait pembangunan PLTB ini. Padahal, merekalah yang paling merasakan dampaknya,” kata Yeni, Rabu (25/6/2025).

Saat ini, banyak perempuan di Lampuuk tidak tahu-menahu soal proyek PLTB dan dampaknya. Namun setelah diberi pemahaman, mereka justru sepakat menolak proses pembangunannya.

“Bukan PLTB-nya yang ditolak, tapi prosesnya yang tidak adil dan tertutup. Setelah tahu apa saja dampaknya, mereka menyuarakan penolakan,” tambahnya.

Adapun dampak paling nyata yang dirasakan perempuan akibat proyek ini adalah potensi krisis air. Yeni menjelaskan bahwa pembangunan yang merusak lingkungan akan sangat berdampak pada kebutuhan dasar, seperti air bersih.

“Kalau hutan rusak, sumber air juga akan berkurang. Ini langsung berdampak ke perempuan karena mereka yang paling bertanggung jawab mengurus kebutuhan air di rumah,” jelas Yeni.

Selain itu, akses perempuan ke hutan sebagai sumber ekonomi juga terancam. Selama ini, perempuan di Lampuuk menggantungkan hidup dari hasil hutan seperti cengkeh, durian, dan pala.

Maka pembangunan PLTB yang membutuhkan lahan luas akan membatasi akses mereka ke hutan.

“Kalau hutan ditutup atau dibatasi, perempuan kehilangan sumber penghidupan. Mereka tidak bisa lagi mengelola lahannya, padahal itu penopang ekonomi keluarga,” katanya.

Untuk itu, mereka meminta pemerintah Aceh Besar untuk meninjau ulang proyek tersebut.

Saat ini, Solidaritas Perempuan tengah mengumpulkan data bersama kelompok perempuan untuk mendokumentasikan dampak-dampak yang dirasakan.

Selanjutnya, SP bersama kelompok perempuan akan melakukan audiensi ke Pemerintah Kabupaten Aceh Besar agar suara mereka didengar langsung.

Salah satu wadah yang telah dibentuk SP untuk menyuarakan aspirasi ini adalah forum pemimpin perempuan di kawasan akar rumput Lampuuk dan Pekan Bada.

“Kami hanya ingin pembangunan ini dilakukan dengan melibatkan perempuan sejak awal. Karena yang terdampak paling besar ya mereka,” pungkas Yeni.

Tags: Aceh BesarLampuukPembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB)perempuan
Previous Post

Dari Raja ke Rakyat Biasa: Lyon Terdegradasi ke Ligue 2!

Next Post

Mualem Minta Menteri PU Beri Oleh-oleh Terowongan Geurutee

Related Posts

Satpol PP Aceh Besar Perketat Pengawasan Bukit Lamreh Usai Dugaan Pemerasan Wisatawan

by Riska Zulfira
19 Juni 2026
0

MASAKINI.CO – Satpol PP dan Wilayatul Hisbah (WH) Aceh Besar memperketat pengawasan di kawasan wisata Bukit Lamreh, Kecamatan Mesjid Raya,...

Lima Hari Hilang di Gunung Seulawah, Pendaki Asal Aceh Utara Ditemukan Selamat

by Riska Zulfira
6 Juni 2026
0

MASAKINI.CO – Setelah lima hari dinyatakan hilang di kawasan Gunung Seulawah, Aceh Besar, pendaki asal Aceh Utara, Faiz Hidayat (23),...

Hari Ketiga Pencarian, Pemuda Pulau Nasi yang Terseret Arus Saat Memancing Belum Ditemukan

by Riska Zulfira
1 Juni 2026
0

MASAKINI.CO – Tim SAR gabungan masih belum menemukan Ahmad Thalha Reza (21), warga Pulau Nasi, Kecamatan Pulo Aceh, Kabupaten Aceh...

Next Post
Mualem Minta Menteri PU Beri Oleh-oleh Terowongan Geurutee

Mualem Minta Menteri PU Beri Oleh-oleh Terowongan Geurutee

Lagi Dua Jemaah Haji Aceh Meninggal, Total Jadi 12 Orang

Lagi Dua Jemaah Haji Aceh Meninggal, Total Jadi 12 Orang

Discussion about this post

CERITA

Keberanian yang Mengantar Ghaisya ke Podium Emas

8 Juli 2026

Menunggu Rezeki di Bawah Tenda Musim Durian

28 Juni 2026

Dari Lahan Penggembalaan ke Destinasi Favorit, Savana Indrapuri Sedot Ribuan Pengunjung

24 Mei 2026

Dari Dapur Rumahan ke Tanah Suci, Keumamah Aceh Diburu Jemaah Haji

19 Mei 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co